Selasa, 25 Oktober 2016

Writravellicious Goes To Jembatan Barelang Batam

Writravellicious Goes To Jembatan Barelang Batam







Untung pagi itu waktu jadual jalan-jalan dan survei ke kampung pengungsian vietnam di pulau Galang, cuaca cukup bersahabat. Padahal sore kemarin hujan mengguyur deras bumi Batam.

Alhamdulillah usai sarapan di hotel Hariss Batam dan ngopi tentu saja, aku tak harus menunggu lama di lobby, karena taksi yang akan membawaku menjelajah beberapa destinasi di Batam pun akhinya datang. Nggak pakai ba bi bu basa-basi lama, langsung taksi melaju menembus jalanan Batam yang aduhai ternyata cukup macet juga ya booook.

Kata supir taksinya karena ini jam-jam sibuk, para pekerja sedang berkejaran menuju kantor, perusahaan, pabriknya masing-masing. Padahal itu sudah lumayan lewat dari jam antar anak-anak ke sekolah lho. Yach, Batam pun macet lah.

Tapi kunikmati sembari memotret berbagai bangunan di kanan kiri. Termasuk masjid Raya Batam yang kemarin kukunjungi. Gedung Politeknik Batam yang semoga suatu saat bisa sempat kudatangi kapan-kapan. Juga tentu saja bukit senyum yang tampak megah dari kejauhan.

Jarak yang panjang dari arah kota menuju pulau Galang cukup bikin badan pegal-pegal ya. Tapi karena sudah niat dan penasaran banget pengen lihat kayak gimana camp pengungsian itu, jadilah mencoba mencari apa yang menarik di sekitaran.

Dan hati benar-benar terhibur ketika akhirnya sampai ke jembatan Transbarelang yang aduhai ini. Aduuuuuh, jatuh cinta banget deh.

Teman-teman yang lihat upload-an di instagramku sampai ada yang berseloroh, kirain sudah sampai di jembatan di New York Amerika, ahaaay deh.....


Jembatan transbarelang ini terletak di antara pulau-pulau yang berderet setelah pulau batam. Bentuknya seperti jembatan ampera sungai musi palembang, jembatan layang di Bandung, jembatan ya di Amrik itu, juga golden gate UK ya kan? Bahkan kayak jembatan cinta aka jembatan kuning yang ambruk di Bali kemarin.

Strukturnya pakai kabel, dan kontruksinya pakai gaya tarik serta bentang gitu kan ya? Eleugh eleugh, coba tanyakan pada mantanku yang jago banget ilmu teknik struktur konstruksinya jaman kuliah di arsitektur Undip dulu deh, dijamin aku bengong ngedengerinnya. xixixi...

Trus, ada bagian untuk kita bisa menikmati jembatan itu dari kejauhan. Kalau di banyak tempat wisata, disebut sebagai menara pandang ya? Meski bentuknya bukan menara kalau di sini.

Angin  yang menampar-nampar wajah, membawa aroma laut dan bumi Batam yang eksotis dan seolah mengundang untuk kembali lagi...


4 komentar:

  1. Barelaaanggg, wait for meee...
    Mung, mbuh kapan :D ^_^

    Kapan-kapan pas mb Dian mampir di Lombok, smoga kita berjodoh meet up yaaa.
    Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin aamiin, semoga kapan-kapan sampai Batam ya. Semoga kapan-kapan kita bisa meet up di Lombok. Sudah lama banget euy nggak ke Lombok, yang terakhir kali sudah enam belas tahun lalu :D

      Hapus
  2. kenapa ya aku suka sekali lihat jembatan , banyak jembatan yang menjadi icon suatu kota yang menarik untuk didatangi

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin karena jembatan menghubungkan sesuatu yang terpisah? #eaaaa

      Hapus