Festival Literasi Patjar Merah Semarang

Beberapa Panel di Patjar Merah Semarang antara lain:


Gambar
siapa saja yang mengisi lokakarya dan obrolan patjar mulai 29 November hingga 8 Desember nanti. Berikut adalah utas para pembicara patjarmerah Semarang.


Berkolaborasi dengan Olympus, untuk ketiga kalinya
@poeticpicture akan mengisi sesi fotografi di patjarmerah tentang bagaimana bercerita lewat foto. Khusus patjarmerah Semarang, ada sesi berburu foto bersama Mbak Sha di Kota Lama Semarang.GambarShinta Retnani adalah seorang produser dan 'fixer' yang memiliki komitmen menyajikan film dokumenter yang apik untuk pertelevisian Indonesia. Baginya, membuat film dokumenter itu harus datang dari hati, dari cerita-cerita yang memang kita pedulikan.
GambarDi Obrolan Patjar - patjarmerah Semarang, Uda
@ivanlanin
, seorang perawat bahasa (bukan polisi bahasa), akan mengajak patjarboekoe mengenal lebih akrab dan merawat salah satu alat pemersatu bangsa kita: bahasa Indonesia
Gambar
Yusi Avianto Pareanom, si peraih Penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa 2016, akan mengadakan lokakarya penulisan kreatif yang mengajak para patjarboekoe mempelajari sedikit dari apa yang ia tahu dan telah ia terapkan ketika menulis kisah-kisah yang terasa luhur dan luhung itu.

GambarIni menjadi kali ketiga
@mardiasih
berbagi di patjarmerah. Untuk Semarang, pada salah satu sesinya, Kalis akan mengisi sesi obrolan tentang literasi toleransi yang perlu untuk terus dibicarakan demi mengasah pikir dan merawat nurani dalam diri manusia.
GambarAkan hadir juga
@RedaGaudiamo
yang mengisi Lokakarya Patjar - Menulis Cerita Anak dan bercerita lebih banyak soal perjalanan Na Willa ke negara Barat di Obrolan Patjar.
GambarSetelah patjarmerah Jogjakarta dan Malang, Alexander Thian (
@amrazing
) memutuskan turut sirkus literasi kelilng patjarmerah menuju Semarang. Alex akan mengampu dua sesi yang kami yakin tak ingin para patjarboekoe lewatkan. Kira-kira, apa yang kali ini akan ia celotehkan?Gambar
Toko buku
@post_santa
adalah bentuk kecintaan dan kegemaran Teddy W. Kusuma (
@dusty_sneakers
) & Maesy Ang (
@maesy_ang
) Di Semarang, keduanya akan membuka 'dapur'; tidak hanya soal menulis, tetapi juga bagaimana merawat ekosistem berliterasi dari sebuah toko buku di tengah pasar

Gambar
dr. Jiemi Ardian, seorang psikiater, banyak terlibat dalam memberikan pemahaman kesehatan mental di media sosialnya. Bersamanya, patjarboekoe akan diajak mendiskusikan kesehatan mental dan bagaimana menulis ekspresif bisa menjadi salah satu alat terapi..Gambar
Tiap akhir pekan Helo Bagas (
@helobagas
) rutin menulis di berbagai platform digital. Ia banyak menulis kumpulan senandika hingga novel melalui Wattpad. Untuk patjarboekoe yang sedang giat-giatnya menulis di media sosial, jangan lewatkan sesi yang diisi oleh Helo Bagas, ya!


GambarTentu tak akan lengkap jika di patjarmerah Semarang kita berpesta literasi di dua gedung kuno tanpa kehadiran dan mendengar langsung 'bualan-bualan'. Untuk itu, patjarmerah mengajak AS. Laksana untuk pulang kampung hanya untuk mendengar cerita dan kelakarnya tentang SemarangGambar
Boy Candra (
@dsuperboy
) di kalangan pembaca muda dikenal sebagai penulis yang ahli dalam mencampuradukkan perasaan. Bagaimana Boy Candra dalam menyusun setiap kata hingga memiliki kekuatan memainkan perasaan pembaca? Ia akan membuka 'dapur' kepenulisannya di patjarmerah Semarang.
Gambar

Desa, kambing dan film india menjadi tiga kisah yang paling melekat dalam karya-karya Mahfud Ikhwan. Kemahirannya membangun narasi membawa kisah-kisahnya mendapatkan berbagai penghargaan. Kira-kira apa yang akan diisi oleh Mahfud IkhwanGambar
Berawal dari berbagai platform di media sosial kini Rintik Sedu ( ) berhasil menulis empat buku. Bahkan salah satu bukunya yang berjudul "Kata (2018)", dalam waktu 3,5 bulan saja sudah masuk cetakan ke-8. Sesi apa yang akan diisi oleh Rintik Sedu
Gambar
kedatangan Saut Situmorang (
@AngrySipelebegu
), seorang penyair yang blak-blakan, kritis, tetapi di lain sisi lembut dan melankolis. Dengan diunggahnya tweet ini, patjarboekoe diundang secara terbuka untuk ikut 'mabuk bersama' puisi-puisi Saut Situmorang.