Senin, 16 Oktober 2017

Writravellicious & Louis Kienne Simpang5 Semarang

 Writravellicious & Louis Kienne Simpang5 Semarang




Rupanya ada dua hotel Louis Kienne di Semarang ini. Jadi setelah kita jalan ke Louis Kiene satunya  di jalan Pandanaran kini  Writravellicious Goes To Hotel Louis Kienne Simpang Lima Semarang. Tepatnya di jalan Ahmad Yani, berseberangan dengan Mall Matahari Simpang Lima.




Aku lupa-lupa ingat dulu jaman kuliah arsitektur Undip, bangunan apa ya yang sekarang ditempati Louis Kienne ini? Karena aku dan teman-teman sering banget ke simpang lima jaman itu. Tapi bangunan ini kurang mendapat perhatian kami tadinya.

Tulisan  Louis Kienne dengan typografi apik menjadi welcoming point awal beserta taman kolam yang berada di teras hotel ini.

Memasuki lobbi yang tidak begitu luas, kita bisa menikmati aneka detail touch yang menggunakan berbagai bahan berbeda di setiap bagiannya.

Di dinding ruang tunggu lobby sisi timur, ada backdrop berbahan besi tempa, berukir flora dengan dedaunan dan sulur-sulur yang manis. Berpadu dengan bahan kayu lapis yang ditata vertikal berderet di bawah ukiran besi tempanya, membuat ruangan ini berkesan fabrik sekaligus klasik.

Apalagi dengan dua kursi sofa berpunggung tinggi dengan cushion warna broken white, menjadikannya berkesan elegan dan sekaligus nyaman.

Kursi-kursi ini merupakan item-item favorit yang sering dipesan para importer. Kebetulan aku pernah  menjadi direktur marketing sebuah perusahaan eksporter furniture yang melayani pembelian dari Belanda, Inggris, Amerika, New Zealand, Jerman, Perancis, dan banyak negara lainnya.  Jadi yach ini salah satu item kesukaan mereka.


Dari ruang tunggu lobby sisi timur itu, pandangan atau view bisa menerus ke arah luar hotel lewat bukaan kaca, dan juga melihat ke arah meja resepsionis.

Langit-langit ditreatment sedemikian rupa sehingga terasa dinamis dan ada kesan berbeda dengan elemen pembangun ruangan lainnya.

 Sebagaimana ruang tunggu sisi timur yang terkesan semi public karena letaknya lebih mojok,  ruang tunggu sisi barat yang lebih dekat dengan meja resepsionis, menjadi sedikit privat karena tertutup kolom yang lumayan besar.

Meski begitu, ukuran tiang yang besar disiasati dengan material penutup kolom menggunakan aksen semacam batu alam sirip yang penataannya zig zag menonjol dan menjoroknya.


Sebuah meja baja berfinishing warna tembaga menjadi aksen di ruangan lobby, dengan aksen beberapa benda seni di atasnya.

Sebuah pot dengan bunga anggrek ungu  seolah melunakkan kesan industrialis yang dibangun oleh material-material lainnya.



Backdrop di dinding belakang meja resepsionis hotel Lousi Kienne menyerupai bahan batu pualam atau marmer yang diukir seperti rumah atau sarang lebah. Bentuk-bentuk ornamen yang banyak kita temukan dalam gaya arsitektur arabian ataupun renaissance. Bentuk-bentuk lengkung yang dinamis, berulang dan menunjukkan dimensi serta kedalaman. Yang tentunya memiliki makna filosofis tersendiri.

Penggunaan banyak material kayu, elemen furniture baja berfinishing tembaga, juga aksesoris bergaya kolonial, serta lighting pencahayaan yang terkonsep, membuat sudut-sudut hotel menjadi apik dan bisa dinikmati.


 Lorong-lorongnya tidak begitu luas, namun lumayan bisa untuk berlalu lintas dengan nyaman. Hal ini disiasati dengan tidak adanya  banyak aksen di sisi kanan kirinya. Meski begitu, ada juga sebagian dinding yang ditreatment dengan tempelan kerawang, untuk memecah jenuh di antara perjalanan dalam lorong yang panjang.





Memasuki kamarnya, kita akan bertemu ruang toilet di bagian depan sebagaimana hotel lainnya. Kamar mandi, wc juga meja toilet serta cerminnya ditata compact dan efisien.


 




Dan ranjang bed tempat tidurnya lumayan luas lho. Dengan bed cover putih juga sarung bantal yang sama putihnya, menjadikan kesannya juga putih, bersih dan nyaman.



Sebuah cermin bulat di atas meja kayu lapis yang menempel di dinding, adalah sebuah cara untuk menyediakan ruang yang lebih luas. Selain juga tentu saja kehematan lainnya. Kursi abu berlengan argonomis menjadi pasangan apik di sudut kamar ini. Bisa sebagai pojok rias dan meja tulis ataupun meja kerja sekaligus.

Pemandangan simpang lima menjadi sebuah kemewahan alias previlege yang ditawarkan oleh hotel Lousi Kienne ini. Pusat kota Semarang dengan segala aktifitasnya siang malam bisa menjadi hiburan menyenangkan sembari menikmati istirahat di  kamar ini.

Karpet  bermotif stilistik bunga mawar berwarna biru gelap menimbulkan kesan hangat namun juga ceria Dihamparkan dekat bed juga pojok komar yang dekat balkon, menjadi sudut istimewa bersama sebuah kursi dengan cushion coklat tanah yang nyaman. Lampu dengan kap gaya kuno kolonialis menjadikannya juga sebuah sudut baca yang apik dan compact.

Sebuah TV layar lebar menjadi focal point berikutnya di kamar ini. Menempel di backdrop dinding lapis kayu berfinishing natural dengan garis-garis kayu vertical, membuat kamar ini makin berkesan natural. Alami.


Oh ya, serunya lagi kalau misal menginap di sini dan ingin kopi darat atau jumpa kawan-kawan maupun saudara, kita bisa memanfaatkan sofa-sofa di ruang duduk yang berada di sisi-sisi timur sepanjang lorong dari arah lobby menuju lift hotel Louis Kienne.
Asyik kan.
Jadi kapan mau menginap di Louis Kienne Simpang Lima Semarang?


**
For reservation,  review and any other collaboration, please do not hesitate to contact at 085701591957 (sms/wa) 
DM twitter @ummihasfa
DM IG @diannafi
inbox FB Ummi Hasfa
Line: diannafi57 
Email: diannafihasfa@gmail.com

Kamis, 12 Oktober 2017

SEMILOKA ADVOKASI KORBAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK

SEMILOKA ADVOKASI KORBAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK

 



 Hari ini aku berkesempatan hadir dan menjadi notulen dalam acara Semiloka advokasi dan pendampingan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak. Diselenggarakan bersama oleh Badan Koordinator Organisasi Wanita , Provinsi Jawa Tengah, Gabungan Organisasi Wanita dan Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten, acara ini bertempat di Graha Bina Praja. 

Terdapat sekitar 100-an peserta yang hadir
Masing-masing 2 orang berasal dari 27  organisasi wanita yang tergabung dan 14 ketua tim pengerak PKK se-Kabupaten.  Juga 15 orang dari provinsi Jateng. Serta tamu undangan dari pihak-pihak lain.


 Berikut ini beberapa rangkuman materi yang juga sempat kubagikan dalam cuitan di twitter:

Kasus kekerasan thd perempuan &anak, juga KDRT spt gunung es. Yg terjadi lbh besar drpd yg diungkapkan di permukaan. 
Kekerasan fisik, psikis, seksual,ekonomi yg sebabnya al laki perempuan tdk setara,stigma,kdrt dianggap persoalan pribadi,pmhmn kliru thd agama

Kesediaan melaporkan adl kata kunci. Mengemukakan kasus2 kdrt mjd tanda yg penting kesadaran kita demi terbangunnya keluarga tanpa kekerasn

Ada 109 kasus kekerasan pd perempuan & anak di Demak sepanjang 2016. Sampai agustus ini sdh ada 50 kasus 

Kekerasan pd suami juga ada ya sbnrnya, tapi tdk byk diceritakan. Pdhl kdrt juga ya. Jd gmn tuh? Wah nih


Kekerasan thd perempuan &anak 2012 ada 18rb, 2017 jd 54rb kasus. Tdk hy pd klgn miskin. Yuk waspada thd lingkungan kita
Sejarah UU PKDRT
- UU 7/1984
- Resolusi PBB 48/1993
- bu Td tgn konvensi CEDAW, diwujudkn rencana aksi nasional PKTP
- SKB 2002


Perda jateng 3/2009 penyelenggaraan perlindungan pr &anak :
-beri perlindungan
-pendampingan hukum
-reintegrasi sosial


Sbg pendamping,hrs tahu hak2 korban:
 -perlindungan
 -bebas dr pertanyaan menjerat
 -dpt info kasus
 -pendampingan hkm dll


Pendampingan psikososial thd korban:
 -tdk menyalahkan
-keberpihakan pd korban
 -pemberdayaan
-penyadaran keadilan gender 





Jk ada agresi dlm rmh tangga,didekati dg 2 istilah:
- permasalahan rmh tangga
- kdrt (ada korban& pelaku)


Seringkali korban yg tdk dpt penanganan yg baik, shg suatu ketika ia mjd pelaku korban (pelaku sekaligus korban)

Pintu masuk jd pendamping/konselor: -rapport/menjalin hbgn baik,hormati klien,tdk merasa lbh baik drpd korban,mrk kena musibah 

Konseling:
empati,
acceptance,
refleksi,
klarifikasi,
kontrak


Gender=pembagian peran, tg jwb, fungsi,hak&kewajibn baik laki perempuan yg dibentuk & dikembangkan o/ budaya& sosial.

 kalau perbedaan kelamin/Seks=tdk dpt diubah

kekerasan thd perempuan sering tjd krn ketimpangan gender. Dampaknya: fisik, psikis, seksual, ekonomi

Strategi penanganan bisa dg
litigasi dan
non litigasi, mediasi, urgent action


Kalau di new zealand&bbrp negara lain: sdh ada hukuman utk pelaku 4 jenis rape:
-fisik
-tipu daya
-marital rape
-pelecehan seksual


Di indonesia krn msh pakai kuhap warisan penjajah belanda, tdk ada hukum yg bs menjerat para pelaku di luar rape fisik. Perjuangan msh pjg!

Kenapa susah menggoalkan undang2 yg melindungi perempuan ini, konon katanya pengurusan undang2 yg tdk menghasilkan uang tdk dpt concern. Indonesia menyedihkan

Usai pemaparan dari nara sumber, kemudian dilanjut tanya jawab dan diskusi panel.
Wah mantap nih ibu2 diskusi panelnya. Ada kelompok yg usul agar pelaku dihukum kebiri 

Hukuman kebiri ternyata tdk berarti bs menghentikan kejhtn pd perempuan.Ada yg melakukannya pakai pensil bahkan cangkul

Buku bs dipakai dlm pendampingan/konseling bg korban kekerasan pd perempuan&anak utk menata kembali khdpn mrk

Buku How To Reset Your Life bisa dibeli di toko buku Gramedia maupun toko buku online.




Sabtu, 07 Oktober 2017

Writravellicious Goes To Pangandaran

Writravellicious Goes To Pangandaran




Sedih sekali ya saat membaca berita musibah longsor juga banjir di Pangandaran.Semoga ada penanganan yang baik dan solusi jitu untuk masalah ini. Semoga korban dan para pengungsi juga mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan. Dan terlebih lagi, semoga ke depannya ada langkah-langkah perbaikan bagi lingkungan juga pencegahan musibah yang akan datang.


Ngomongin tentang Pangandaran, aku jadi ingat saat diajak ke sana oleh ibu beserta rombongan piknik orang-orang kantor beliau. 

Karena piknik itu memang diperuntukkan bagi karyawan dan keluarga, maka ibu mengajakku ikut serta. Waktu itu aku belum kenal tulis menulis, jadi ya memang tidak kutuliskan pengalaman ini. Dan belum tren foto-foto jadi entahlah apakah ada fotonya ya.

Yang aku ingat banget adalah rombongan kami tiba di Pangandaran sebelum subuh. Seluruh kulit terasa lengket, tubuh capek karena perjalanan jauh, dan kepikiran kalau tidak buru-buru dapat tempat dan mengambil wudlu, kami akan kehabisan waktu sholat subuh.

Dus, rasanya semua orang saling berebut untuk masuk ke home stay yang sudah dibooking panitia piknik. Berhubung rombongan kami berisi banyak orang, sementara home stay yang dibooking sedikit dan kecil sehingga kami terpaksa duduk berdesak-desakan di ruang tamu home stay itu.

Untunglah ada alasan harus sholat subuh, jadi aku dan ibu melarikan diri ke masjid atau musholla terdekat. Beberapa orang mengikuti jejak langkah kami.

Usai sholat, semua orang bertebaran untuk memilih aktifitas masing-masing. Sebagian ada yang antri kamar mandi karena sudah nggak tahan gerah dan lengket. Sebagian malah jalan-jalan ke pantai dan berenang. Sebagiannya lagi memilih ngopi-ngopi dan makan kudapan di warung-warung terdekat.

Aku dan ibu juga beberapa teman ibu serta keluarganya memilih jalan-jalan sepanjang pantai dan melihat-lihat barang dagangan yang dijajakan di pinggir-pinggirnya. Ada kaos, kalung-kalung, hiasan-hiasan aneka kerang dan banyak lainnya.

So sepagi itu saja adegan berbelanja dan tawar menawar pun terjadi. Ahay.....

Pengen lagi deh ke Pangandaran. Semoga kapan-kapan kesampaian ya. Aamiin...

Jumat, 06 Oktober 2017

Update #DNEvents dalam postingan blog

Update #DNEvents dalam postingan blog







Setelah Jurnal Tengah Tahun  #DNEvents dibagikan di postingan http://www.dian-nafi.com/2017/06/jurnal-tengah-tahun-dnevents-2017.html
agaknya kurang afdhol kalau tidak kita update jurnal #DNEvents setelahnya.

So here we are:
Update #DNEvents  Juni - Oktober 2017 dalam blog


Juni
3/6 juri pildacil
11/6 spiritual motivation workshop
15/6 rapor
11/6 baksos
15/6 financial seminar
17/6 pengajian
22/6 photography
28/6 halbil bani aziz
29/6 halbil bani hasan
Juli
5-6/7 kudus

26/7 pelatihan artikel








Agustus
3/8 energi muda pertamina
25/8 kelas kreatif apps
30/8 kemendikbud  


September
3/9 BanKar
6-9/9 workshop kemenaker
8/9 kelas nulis jumat 2
10/9 meet up demagz
16/9 pameran literasi
17/9 kajian hijrah di masjid agung demak
22/9 kelas nulis jumat empat
24/9 kelas script at Hasfa Camp
25/9 Rakor STBM Kemenkes
26/9 Raker DKD
29/9  Homecoming
30/9 Darul Hadlonah

Oktober
2-3/10 SMK 2
5/10 Rooms DP Mall
8/10 launch kampung literasi
8/10 ponpes almunawir
10/10 Qubicle PH
12/10 klas manyaran
13/10 klas nulis resensi
14/10 klas writerpreneur
16-17/10 eco green camp
18/10 LG
21/10 klas kreatif aula wiku
25/10 ultah hasfa
27/10 klas nulis memoir
28-29/10 coworking fest


November
3/11 unpad fib
10/11 Perpusda
24/11 Perpusda

Desember



Untuk kerjasama dan kolaborasi
#DNEvents
For reservation,  review and any other collaboration, please do not hesitate to contact at 085701591957 (sms/wa) 
DM twitter @ummihasfa
DM IG @diannafi
inbox FB Ummi Hasfa
Line: diannafi57 
Email: diannafihasfa@gmail.com

Jumat, 29 September 2017

Provider anak muda, hybridwriterpreneur dan digital habit

Provider Anak Muda, Hybridwriterpreneur dan Digital Habit  


#RANDOMTHOUGHTS

Ada dua hal mengganggu pikiranku di Rabu kemarin ini usai sesi di-interview Indosat.
Satu, sebegitu puritan dan kolotkah aku sehingga tak serta merta menerima tawaran program 'bayar setelah pakai' atau post paid.

Dua, sebegitu ambigu-kah aku saat terjebak pada pertanyaan pilihan antara buku fisik dan digital. Kenapa spontanitas jiwa romantisku mengambil alih di saat sebenarnya aku sedang berada di ruang yang tepat untuk mengejawantahkan apa yang belakangan ini sesungguhnya sebegitu dalam tengah kupikirkan dan kurancang?

Padahal selama ini I declare my self as a hybridwriterpreneur.
Aku me-reposisi-kan diri sebagai hybrid karena merasa bahwa aku ingin berada di mana-mana, menjadi apa saja, dengan cara mengalir sekaligus terbang. Atau kalau dalam konsep Hasfa -yang diambil dari bahasa Arab- artinya bergerak.
Meski aku lahir duluan, sesungguhnya jiwaku juga bersama dan terus mengikuti mereka yang lahir belakangan. Aku bisa arkais, tetapi sekaligus bisa baru. Aku seorang penulis dan blogger, tetapi sekaligus arsitek dan public speaker. Aku ingin dalam, tetapi sekaligus ingin hadir.

Why?



#RE-SCHEDULE

Ceritanya aku dapat undangan untuk hadir  di Graha Indosat dalam rangka interview  program Hari Pelanggan Nasional. Tetapi karena waktunya bersamaan dengan agenda rapat kerja Dewan Kesenian Daerah, maka jadual ke Indosat pindah ke hari Rabu.


Meskipun aku tadinya sempat merencanakan untuk menjadi 'tahanan kota' selama 2,5 bulan karena jembatan Wonokerto sedang diperbaiki dan berimbas macetnya jalan raya, tapi akhirnya undangan Indosat ini jadi pemecah telurnya. Praktis aku bertahan cuma 10 hari memaksa diri untuk beraktifitas di sekitaran Demak Dan Kudus aja. Hahaha. Sudah kebayang setelah ini, tak ada lagi yang menghalangi langkahku ke mana saja, meski ada proyek jembatan yang entah kapan rampungnya.

Beruntung sekali diriku. Karena ternyata perjalanan tidak separah yang kubayangkan. Tiga jam perjalanan yang kurencanakan, akhirnya cuma butuh waktu satu jam. Sisa dua jam keberuntungan kumanfaatkan untuk jalan-jalan di Gramedia Sale, persis depan Graha Indosat.

Sudah bisa ditebak. Meskipun tak ada rencana sebelumnya, dan tak ada pos yang kuanggarkan untuk ini, tetap saja tangan gatal untuk memilih dan membawa pulang beberapa buku. Untung  murah!

Gila ya! Pemikiran-pemikiran mahal dijual murah-murah. Seneng atau seneng?
Ya senenglah, jadi bisa banyak baca pemikiran hebat tanpa harus mengeluarkan banyak biaya. Hehe







 #TOTALITAS

Aku dijemput di lobby alias Galeri Indosat dan diantar ke atas. Segerombolan pasukan berkaos kuning menyambut hangat dan keriuhan langsung tercipta. 

And the rest is history!


What a lovely day!
Thanks a lot Indosat for the invitation!

Such a warm welcoming, full exciting interview, and positive energy exchange!

Hopefully our deep conversation and all those insights can be useful for the improvement!



Selepas interview yang heboh dan menyenangkan itu, lalu aku diajak jalan-jalan ke ruangan luas berisi seratus-an orang yang sedang sibuk bekerja. Guess what? Dari sinilah rupanya semua keluhan dari seluruh Indonesia ditangani. Baik yang datang via sms ataupun sosmed macam twitter, facebook, whatsapp dan lainnya. 

Whoaaaaa...pelayanan untuk seluruh Indonesia, dilakukan dari Semarang ini? Can you imagine it? 
Menurut mas Sultan,  Digital Care Manager-nya Indosat Ooredoo, itu karena anak-anak Semarang kreatif dan ramah. Paduan core value yang dibutuhkan dalam melayani pelanggan. That's great!






 #DIGITALHABIT


Sewaktu dalam perjalanan pulang itu beberapa proyek yang tengah kukerjakan terkait dengan digital habit tiba-tiba jadi melintas di ingatan. Karena tadi sempat terlewat belum kusampaikan, maka  buru-buru kukirim  ke teman-teman Indosat sebagai tambahan insight, siapa tahu akan berguna.  Sebegitunya ya sebuah brainstorming menyalakan lampu ide-ide di kepala kita.

Terus......besok harinya masih kepikiran terus lhoooo...

Kalian tuh kemarin hrsnya ngejar aku, kok nggak mau coba yang 'program bayar sesudah pakai itu' knapa kak? Supaya  aku kemudian menjelaskan alasanku, sehingga kalian bisa meng-counternya, atau menemukan cara maupun pendekatan or approach baru untuk orang-orang yang ngeyel-an macam aku 😁

Trus pertanyaan jebakan ttg buku fisik dan digital itu bikin jiwa romantisku jadi ambigu.
Nyadar nggak sih?
Ahahaha 


By the way  obrolan kemarin tuh kalau mau dibikin panjang bisa seharian penuh lah nambahnya.
Kupikir-pikir aku juga tertarik ama konsep buku yg bisa didengarkan. You should show us how it works and how we can transform or create books like that. Coz kadang emak2 tuh ye kan multi tasking, sambil ngerjain sesuatu yg priority tapi sebenarnya juga pengen sambil 'baca' buku, tapi kebetulan tinggal punya kuping yang bisa diberdayakan saat itu 😃
Keep searching and uplifting for better works ya!
💪

Oh ya, thanks for the gift ya. Sampai rumah langsung bermanfaat banget. For boosting my mood and creative energy.



Undangan dari Indosat kemarin itu jadi semacam re-engagement. Kayak menggaet kembali pasangan yang sudah bersama selama bertahun-tahun tetapi adem ayem saja. Seolah Indosat mau bilang, we're deserved to be loved.

And yups because I feel beloved, so why I shouldn't love back?
Apalagi kenyataannya memang kita tak mungkin bisa lari dari sesuatu yang telah melekat pada kita bertahun-tahun.

Selamat Hari Pelanggan Nasional!

**


PS:


Baru nyadar kalau kemarin pas diinterview dan di-shoot itu ternyata aku gak pakai bedak, lipstik, apalagi nglentikin bulu mata pakai maskara. Ketahuan pas tadi lihat foto yang di-tag ama salah seorang interviewer nya.
Menyesal? Sedikit.
Cuma jadi catatan buat pengingat diri sendiri aja, next time selalu sempatkan waktu untuk ke toilet bentar dan nengok wajah. Selalu bawa tools standar buat beri sedikit sentuhan di muka. (Kemarin itu karena ganti tas, jadi bedak lipstik gak kebawa)
Selebihnya?
Hmm... No problemo.
Semakin ke sini, semakin melihat bahwa kadang senyuman tulus dan pancaran energi dari dalam aja sudah cukup lumayan membuat kita tetap tampil charming meski tanpa riasan. And of course, sepaket dengan cinta yang mengada, a little bit fresh insight dan enough consciousness confidence.

Kamis, 14 September 2017

Menerima Apresiasi Literasi Di Sarasehan Literasi

Menerima Apresiasi Literasi Di Sarasehan Literasi



11 September 2017 kemarin ini menjadi salah satu hari bersejarah bagiku. Malam itu sesungguhnya aku terkejut, surprise banget. Jadi karena anak perempuanku lagi sakit cacar, aku sebenarnya agak dilema. Antara antusias menghadiri undangan Sarasehan Literasi di Pendopo Kabupaten, atau sekedar datang sebentar untuk setor wajah dan mengisi presensi lalu buru-buru pulang menemani anakku yang sakit. Ya gitu deh, permasalahan emak-emak di seluruh dunia. Antara rumah dan luar rumah memang kadang-kadang meng'ewuh'kan.




Dus, kuputuskan bakda maghrib, sesuai jam yang tertulis di undangan, aku datang ke pendopo Kabupaten. Mengisi presensi, ambil snack, lalu salaman dengan beberapa orang yang tampak di sana. Beberapa di antaranya adalah panitia dan protokoler Kabupaten. Setidaknya mereka tahu dan lihat kalau aku sudah  hadir tepat waktu. Karena acara akan dimulai dengan makan malam dulu, maka kulihat aku punya spelling beberapa menit sebelum acara inti dimulai. Jadi aku melarikan diri sebentar ke rumah untuk menengok anakku.

Dia senang aku pulang dan membawakan snack. Selama kurang lebih empat puluh menit-an aku menemani dia makan dan mengobrol. Baru kemudian kuputuskan untuk kembali ke pendopo karena terus terang aku penasaran juga dengan isi sarasehan literasi nanti.

Untung lho aku balik ke pendopo. Bayangkan kalau nggak? Karena ternyata namaku dipanggil ke depan untuk menerima trophy Apresiasi Literasi dari Pemkab yang diserahkan sendiri oleh Pak Bupati. Hadeuh, kan berabe kalau namaku dipanggil, tapi ternyata aku nggak hadir.



Alhamdulillah wa syukurillah.  Jadi memang malam itu benar-benar surprise buatku. Sebuah kehormatan dan penghargaan yang tak kusangka-sangka sebelumnya. Meskipun ya pernah terbersit di benak ketika sempat melihat penulis-penulis di luar sana mendapatkan award serupa. Semoga Allah senantiasa meridloi dan memberikan pertolonganNya dalam setiap langkahku mengemban amanah ini. Aamiin ya robbal alamiin.

 
 Setelahnya aku sedikit menyesal kenapa kostumku agak kurang ciamik, bahkan sandalku sebenarnya agak robek sedikit di bagian pojok kirinya. Padahal malam itu penyerahan Apresiasi Literasi diliput oleh TVRI Jawa Tengah. Hiks. 

Hahaha....... Tapi nggak kelihatan kan?



Jadi malam itu yang dipanggil maju ke depan, ada 9 orang.  Ada bu Nur yang dapat trophy penggiat literasi, lalu si #DN paradoks yang ketiban sampur kabegjan dapat trophy Apresiasi Literasi, dan  7 Taman Bacaan Masyarakat (TBM)  yang dapat donasi masing-masing 5 juta rupiah.


Pas keesokan paginya anak perempuanku lihat trophy-nya yang kubawa pulang ke rumah, keluar deh kekritisannya seperti halnya sang kakak.
Dia menyeletuk, "Mi, trophy-nya bisa dijual? Laku berapa?"

Hahahaha....lalu aku jadi menjelaskan padanya apa yang disebut sebagai intangible asset.







Sarasehan Literasi di Pendopo Kabupaten yang dihadiri 100-an tamu undangan malam itu berlangsung sampai tengah malam. Ada pakar literasi yang datang dari Surabaya untuk menyampaikan paparan dan gagasan literasi. Dilanjut diskusi seru dengan stake holders serta hadirin  yang berasal dari berbagai latar belakang dan profesi.

Tapi aku terpaksa tidak sampai tengah malam karena kepikiran terus ama anak yang lagi sakit, jadi aku pamit duluan. Sehingga tidak sempat wawancara dengan wartawan media massa maupun TVRI nya, karena sesi wawancara ada di penghujung acara. Maaf ya....hiks hiks.


Terima kasih ya Kota Waliku tercinta atas kado spesialnya hari ini. Love you more, deh.
Love Love :))))






Minggu, 10 September 2017

Lumbung Padi Dekat Tengah Kota

Lumbung Padi Dekat Tengah Kota






Sebagian Desa Bolo  berbatasan dengan jalan raya Demak-Kudus. Karena letaknya yang strategis ini pulalah kiranya yang menjadikan Bolo menjadi salah satu desa yang maju dan berkembang dengan pesat di kabupaten Demak ini. Tentu saja pola pikir (mindset)  penduduknya yang positif serta maju, juga kinerja penduduknya yang produktif dan inovatif, menjadikan Bolo semakin terdepan. Berderet prestasinya antara lain yaitu Juara 3 Lomba perkembangan evaluasi desa tingkat Kabupaten 2016 dan Juara 5 Lomba Raskin Tingkat Kabupaten 2016.

Desa yang luas totalnya 244.455 Ha ini terletak kurang lebih 6 km arah timur laut dari pusat kota Demak. Sebelah utara Desa Bolo berbatasan dengan Desa Bango. Berbatasan dengan Desa Mrisen di sebelah Timur dan Selatannya. Dan sebelah baratnya berbatasan dengan Desa Mranak.
Berada di ketinggian dari laut 100 m, Desa Bolo terletak di wilayah Kecamatan Demak, Kabupaten Demak. Desa Bolo dari utara ke selatan sepanjang kurang lebih 2 km, dan membujur dari timur ke barat lebih kurang 3 km.
Bolo terbagi atas 8 Rukun Warga (RW) dan 25 Rukun Tetangga (RT) dan 9 kampung: Jebor, Krajan, Gesik, Gawing, Ngemplak, Dakwos, Ngepung, Klitih dan Kampung Kali C. Semua informasi tersebut bisa dilihat dengan jelas di sebuah peta besar (120 cm x 120 cm) yang diletakkan di Balai Desa Bolo. Sehingga masyarakat maupun orang luar Bolo pun dapat menemukan lokasi yang mereka cari dengan cepat lewat peta ini.  
Luas pemukiman di Bolo sekitar 104.926 Ha dihuni oleh 1177 KK. Terdiri atas 1.877 laki-laki dan 1.920 perempuan. 



Beragamnya mata pencaharian penduduk Desa Bolo, dari PNS, Montir, Dokter, Bidan, Perawat, TNI, POLRI, Pensiunan, Pengacara, Usahawan, dan yang paling banyak Buruh Tani dan Petani, disertai produktifitas mereka yang tinggi, menjadikan  Bolo sebagai desa produktif dan inovatif. Sehingga misi membawa masyarakat yang ‘gemah ripah loh jinawi’ dan berkarakter kebangsaan, bukan lagi slogan.
Spirit produktif ini mungkin juga karena dijiwai dari kisah tokoh legenda sejarah asal usul desa Bolo, Mbah Bolo dan Mbah Gendreng. Mereka diceritakan sebagai sosok yang baik dan suka menolong banyak orang. Walaupun masih keturunan Kadilangu, namun baik terhadap semua orang. Banyak ajaran filsafat Jawa yang mereka ajarkan. Salah satunya adalah ‘Tetap semangat dalam mencari ilmu tanpa menyerah dan selalu berikhtiar. Selalu berusaha untuk mencari rizki yang halal untuk keluarga. Dan semakin berisi ilmu, seseorang harus lebih bisa men-syiar-kan dan mengamalkannya’.
Terobosan POKJA PKK juga mencerminkan partisipasi dan produktifitas warga ini. Secara komprehensif, banyak kegiatan diselenggarakan. Antara lain: Rapat bulanan yang dihadiri 57 anggota; Rapat Inti Pengurus; Kegiatan Posyandu di 5 pos; PosLansia; Program PHBS/Germas. Dengan masyarakat yang sehat, profuktifitas juga meningkat.
Banyak inovasi dilakukan oleh masyarakat Bolo. Untuk meningkatkan perekonomian, warga juga memproduksi beraneka ragam kerajinan. Antara lain handy craft dari bahan melamin menjadi kardus parcel yang didistribusikan ke banyak tempat, bahkan sampai ke luar Jawa. Ada juga yang punya usaha meubel, produksi roti, dan home industry lainnya. Bahkan banyak produk mebelnya juga diekspor.
Inovasi juga tampak pada upaya para petani yang juga menanami ladang mereka dengan tumbuhan non padi antara Juni-Oktober, seperti semangka, melon dan sayur mayur.

Masyarakat Bolo hidup berdampingan dengan rukun dan damai, antara 3709 muslim, 57 penganut Kristen dan 11 orang Katolik. Semua menggunakan bersama fasilitas dan infrastruktur Desa Bolo, termasuk jalan-jalan yang sudah mendapat program betonisasi.
Lembaga-lembaga pendidikan SD 1 Bolo, 2 PAUD di Jebor dan Dakwos, serta TPQ yang ada pun menjadikan denyut kehidupan Desa Bolo ini makin dinamis.  
Ada 13 Musholla yang tersebar merata di masing-masing kampung. Relijiusitas terasa kental sekali terutama saat ada acara-acara tradisi, seperti Selametan, Nyadran, Maulidan, Haul Mbah Bolo, Riyaya dan Wayang Apitan atau semacam sedekah bumi.



Seiring derasnya arus internet dan teknologi, kini Desa Bolo memiliki internet free hot spot yang bisa diakses seluruh warga. Ada SMS gate way sebagai layanan informasi publik menggunakan SMS. Sebuah papan informasi digital berupa TV 40’ pun dipasang dekat balai desa. Semua kemajuan Desa Bolo ini juga bisa diakses lewat website, sehingga makin banyak orang yang mengenali Bolo lebih dekat.
Semangat kebersamaan, gotong royong dan guyup yang menjadikan desa Bolo menjadi salah satu kebanggaan Demak ini, semoga juga menginspirasi lebih banyak orang.