Kamis, 14 September 2017

Menerima Apresiasi Literasi Di Sarasehan Literasi

Menerima Apresiasi Literasi Di Sarasehan Literasi



11 September 2017 kemarin ini menjadi salah satu hari bersejarah bagiku. Malam itu sesungguhnya aku terkejut, surprise banget. Jadi karena anak perempuanku lagi sakit cacar, aku sebenarnya agak dilema. Antara antusias menghadiri undangan Sarasehan Literasi di Pendopo Kabupaten, atau sekedar datang sebentar untuk setor wajah dan mengisi presensi lalu buru-buru pulang menemani anakku yang sakit. Ya gitu deh, permasalahan emak-emak di seluruh dunia. Antara rumah dan luar rumah memang kadang-kadang meng'ewuh'kan.




Dus, kuputuskan bakda maghrib, sesuai jam yang tertulis di undangan, aku datang ke pendopo Kabupaten. Mengisi presensi, ambil snack, lalu salaman dengan beberapa orang yang tampak di sana. Beberapa di antaranya adalah panitia dan protokoler Kabupaten. Setidaknya mereka tahu dan lihat kalau aku sudah  hadir tepat waktu. Karena acara akan dimulai dengan makan malam dulu, maka kulihat aku punya spelling beberapa menit sebelum acara inti dimulai. Jadi aku melarikan diri sebentar ke rumah untuk menengok anakku.

Dia senang aku pulang dan membawakan snack. Selama kurang lebih empat puluh menit-an aku menemani dia makan dan mengobrol. Baru kemudian kuputuskan untuk kembali ke pendopo karena terus terang aku penasaran juga dengan isi sarasehan literasi nanti.

Untung lho aku balik ke pendopo. Bayangkan kalau nggak? Karena ternyata namaku dipanggil ke depan untuk menerima trophy Apresiasi Literasi dari Pemkab yang diserahkan sendiri oleh Pak Bupati. Hadeuh, kan berabe kalau namaku dipanggil, tapi ternyata aku nggak hadir.



Alhamdulillah wa syukurillah.  Jadi memang malam itu benar-benar surprise buatku. Sebuah kehormatan dan penghargaan yang tak kusangka-sangka sebelumnya. Meskipun ya pernah terbersit di benak ketika sempat melihat penulis-penulis di luar sana mendapatkan award serupa. Semoga Allah senantiasa meridloi dan memberikan pertolonganNya dalam setiap langkahku mengemban amanah ini. Aamiin ya robbal alamiin.

 
 Setelahnya aku sedikit menyesal kenapa kostumku agak kurang ciamik, bahkan sandalku sebenarnya agak robek sedikit di bagian pojok kirinya. Padahal malam itu penyerahan Apresiasi Literasi diliput oleh TVRI Jawa Tengah. Hiks. 

Hahaha....... Tapi nggak kelihatan kan?



Jadi malam itu yang dipanggil maju ke depan, ada 9 orang.  Ada bu Nur yang dapat trophy penggiat literasi, lalu si #DN paradoks yang ketiban sampur kabegjan dapat trophy Apresiasi Literasi, dan  7 Taman Bacaan Masyarakat (TBM)  yang dapat donasi masing-masing 5 juta rupiah.


Pas keesokan paginya anak perempuanku lihat trophy-nya yang kubawa pulang ke rumah, keluar deh kekritisannya seperti halnya sang kakak.
Dia menyeletuk, "Mi, trophy-nya bisa dijual? Laku berapa?"

Hahahaha....lalu aku jadi menjelaskan padanya apa yang disebut sebagai intangible asset.







Sarasehan Literasi di Pendopo Kabupaten yang dihadiri 100-an tamu undangan malam itu berlangsung sampai tengah malam. Ada pakar literasi yang datang dari Surabaya untuk menyampaikan paparan dan gagasan literasi. Dilanjut diskusi seru dengan stake holders serta hadirin  yang berasal dari berbagai latar belakang dan profesi.

Tapi aku terpaksa tidak sampai tengah malam karena kepikiran terus ama anak yang lagi sakit, jadi aku pamit duluan. Sehingga tidak sempat wawancara dengan wartawan media massa maupun TVRI nya, karena sesi wawancara ada di penghujung acara. Maaf ya....hiks hiks.


Terima kasih ya Kota Waliku tercinta atas kado spesialnya hari ini. Love you more, deh.
Love Love :))))






Minggu, 10 September 2017

Lumbung Padi Dekat Tengah Kota

Lumbung Padi Dekat Tengah Kota






Sebagian Desa Bolo  berbatasan dengan jalan raya Demak-Kudus. Karena letaknya yang strategis ini pulalah kiranya yang menjadikan Bolo menjadi salah satu desa yang maju dan berkembang dengan pesat di kabupaten Demak ini. Tentu saja pola pikir (mindset)  penduduknya yang positif serta maju, juga kinerja penduduknya yang produktif dan inovatif, menjadikan Bolo semakin terdepan. Berderet prestasinya antara lain yaitu Juara 3 Lomba perkembangan evaluasi desa tingkat Kabupaten 2016 dan Juara 5 Lomba Raskin Tingkat Kabupaten 2016.

Desa yang luas totalnya 244.455 Ha ini terletak kurang lebih 6 km arah timur laut dari pusat kota Demak. Sebelah utara Desa Bolo berbatasan dengan Desa Bango. Berbatasan dengan Desa Mrisen di sebelah Timur dan Selatannya. Dan sebelah baratnya berbatasan dengan Desa Mranak.
Berada di ketinggian dari laut 100 m, Desa Bolo terletak di wilayah Kecamatan Demak, Kabupaten Demak. Desa Bolo dari utara ke selatan sepanjang kurang lebih 2 km, dan membujur dari timur ke barat lebih kurang 3 km.
Bolo terbagi atas 8 Rukun Warga (RW) dan 25 Rukun Tetangga (RT) dan 9 kampung: Jebor, Krajan, Gesik, Gawing, Ngemplak, Dakwos, Ngepung, Klitih dan Kampung Kali C. Semua informasi tersebut bisa dilihat dengan jelas di sebuah peta besar (120 cm x 120 cm) yang diletakkan di Balai Desa Bolo. Sehingga masyarakat maupun orang luar Bolo pun dapat menemukan lokasi yang mereka cari dengan cepat lewat peta ini.  
Luas pemukiman di Bolo sekitar 104.926 Ha dihuni oleh 1177 KK. Terdiri atas 1.877 laki-laki dan 1.920 perempuan. 



Beragamnya mata pencaharian penduduk Desa Bolo, dari PNS, Montir, Dokter, Bidan, Perawat, TNI, POLRI, Pensiunan, Pengacara, Usahawan, dan yang paling banyak Buruh Tani dan Petani, disertai produktifitas mereka yang tinggi, menjadikan  Bolo sebagai desa produktif dan inovatif. Sehingga misi membawa masyarakat yang ‘gemah ripah loh jinawi’ dan berkarakter kebangsaan, bukan lagi slogan.
Spirit produktif ini mungkin juga karena dijiwai dari kisah tokoh legenda sejarah asal usul desa Bolo, Mbah Bolo dan Mbah Gendreng. Mereka diceritakan sebagai sosok yang baik dan suka menolong banyak orang. Walaupun masih keturunan Kadilangu, namun baik terhadap semua orang. Banyak ajaran filsafat Jawa yang mereka ajarkan. Salah satunya adalah ‘Tetap semangat dalam mencari ilmu tanpa menyerah dan selalu berikhtiar. Selalu berusaha untuk mencari rizki yang halal untuk keluarga. Dan semakin berisi ilmu, seseorang harus lebih bisa men-syiar-kan dan mengamalkannya’.
Terobosan POKJA PKK juga mencerminkan partisipasi dan produktifitas warga ini. Secara komprehensif, banyak kegiatan diselenggarakan. Antara lain: Rapat bulanan yang dihadiri 57 anggota; Rapat Inti Pengurus; Kegiatan Posyandu di 5 pos; PosLansia; Program PHBS/Germas. Dengan masyarakat yang sehat, profuktifitas juga meningkat.
Banyak inovasi dilakukan oleh masyarakat Bolo. Untuk meningkatkan perekonomian, warga juga memproduksi beraneka ragam kerajinan. Antara lain handy craft dari bahan melamin menjadi kardus parcel yang didistribusikan ke banyak tempat, bahkan sampai ke luar Jawa. Ada juga yang punya usaha meubel, produksi roti, dan home industry lainnya. Bahkan banyak produk mebelnya juga diekspor.
Inovasi juga tampak pada upaya para petani yang juga menanami ladang mereka dengan tumbuhan non padi antara Juni-Oktober, seperti semangka, melon dan sayur mayur.

Masyarakat Bolo hidup berdampingan dengan rukun dan damai, antara 3709 muslim, 57 penganut Kristen dan 11 orang Katolik. Semua menggunakan bersama fasilitas dan infrastruktur Desa Bolo, termasuk jalan-jalan yang sudah mendapat program betonisasi.
Lembaga-lembaga pendidikan SD 1 Bolo, 2 PAUD di Jebor dan Dakwos, serta TPQ yang ada pun menjadikan denyut kehidupan Desa Bolo ini makin dinamis.  
Ada 13 Musholla yang tersebar merata di masing-masing kampung. Relijiusitas terasa kental sekali terutama saat ada acara-acara tradisi, seperti Selametan, Nyadran, Maulidan, Haul Mbah Bolo, Riyaya dan Wayang Apitan atau semacam sedekah bumi.



Seiring derasnya arus internet dan teknologi, kini Desa Bolo memiliki internet free hot spot yang bisa diakses seluruh warga. Ada SMS gate way sebagai layanan informasi publik menggunakan SMS. Sebuah papan informasi digital berupa TV 40’ pun dipasang dekat balai desa. Semua kemajuan Desa Bolo ini juga bisa diakses lewat website, sehingga makin banyak orang yang mengenali Bolo lebih dekat.
Semangat kebersamaan, gotong royong dan guyup yang menjadikan desa Bolo menjadi salah satu kebanggaan Demak ini, semoga juga menginspirasi lebih banyak orang.

Minggu, 03 September 2017

Kunjungan Lapangan Tematik Kementerian Kesehatan Ke Salatiga

Kunjungan Lapangan Tematik Kementerian Kesehatan Ke Salatiga




Pagi itu kami, para blogger kesehatan,  bersiap melakukan tugas hari kedua.  Cerita  tentang keseruan Temu Blogger Kesehatan di hari pertama bisa teman-teman baca di postingan sebelum ini, atau klik DI SINI.

Bersama rombongan  Kementerian Kesehatan RI dan beberapa blogger dari Jakarta, kami bergerak menuju Salatiga. Kunjungan pertama ke Puskesmas Sidorejo Kidul Tingkir Salatiga.





Alhamdulillah setelah dua jam perjalanan, akhirnya rombongan kami sampai di Kantor Kecamatan yang berdekatan dengan Puskesmas Sidorejo kidul, Tingkir, Salatiga.
Ibu Camat Tingkir, Nunuk Dartini SpD MSi dan KaBid Kesmas Dinkes Kota Salatiga, 
Bapak  M. Marhadi, SKM beserta Muspida menyambut kami dengan hangat. 
Kabag Hub Media & Lembaga, Biro Komunikasi & Yanmas Kemenkes RI, Bapak İndra Rizon, SKM, MKes menyampaikan maksud kunjungan hari ini. Serta mengenalkan para blogger kesehatan. Ibu Camat pun menyemangati para blogger kesehatan sebagai tangan panjang Kemenkes, untuk selalu sigap me-viralkan bagaimana berperilaku hidup sehat
Bu Camat Tingkir juga berharap setelah kemarin Salatiga viral dengan exit jalan tol, semoga kali ini ada viral lagi dalam hal lainnya. Kehadiran rombongan juga dipandang Ibu Camat sebagai potensi akan adanya gairah aktifitas ekonomi karena mestinya nanti menyempatkan diri untuk berbelanja oleh-oleh khas Salatiga.
Sidorejo berbangga mendapat kunjungan dan berharap rombongan juga ke destinasi wisata terdekat.


Selanjutnya Kepala Puskesmas Sidorejo Kidul, Ibu dr. Desi Vebriana Pananingrum, memberikan pengantar bagi kami sebelum nantinya berkunjung langsung ke Puskesmas Sidorejo Kidul.
Dalam implementasi Germas di wilayahnya, Puskesmas Sidorejo Kidul melakukan serangkaian upaya:
1/ Pembentukan tim, melengkapi sarana pra sarana, melakukan On The Job training, teknis pendataan
2/ melakukan kunjungan rumah untuk promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif untuk keluarga rawan
3/ mewujudkan kecamatan sehat: dengan bina keluarga siaga, pembinaan kesehatan, sosialisasi germas
Ada program Sabtu sehat tingkir, one stop service, pada tiap sabtu minggu ke-4. Acaranya terdiri atas senam, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan,screening HIV.
Pemeriksaan kesehatan, penguatan faskes, pelaksanaan program JKN. Saat ini ada 15.034 peserta JKN.
Wow! Keren ya.
Usai pertemuan di Aula Kecamatan, kami semua berpose bareng bu Camat, muspida Tingkir dan dokter kepala Puskesmas Sidorejo Kidul. Tak lupa sambil mengacungkan tangan, mengucap salam Germas.




Sekarang waktunya kunjungan ke lokasi Puskesmas Sidorejo Kidul nih. Kami semua diantar oleh ibu dokter cantik, kepala Puskesmas.
Warna hijau dua gedung bikin Puskesmas Sidorejo Kidul segar mata ya. Yang sakit jadi cepat sembuh deh. Aamiin
Ruang periksa anak juga dibuat nyaman dan menyenangkan, dengan berbagai gambar binatang dan tumbuhan. 

Terdapat dua gedung di areal Puskesmas ini. Gedung A untuk yang infeksious. Gedung B untuk yang sehat. Semua tampak bersih, rapi dan nyaman. Letaknya yang strategis berada persis di sebelah Taman Tingkir memang memberikan kemewahan alias previlege tersendiri. Karena mereka yang sambil menunggu antrian di Puskesmas, juga bisa memanfaatkan taman yang luas dan asri ini. Latar pegunungan menjadi pemandangan yang indah di taman ini. 

DI akhir pertemuan, perwakilan dari blogger menyampaikan terima kasih, kesan dan harapan. Aku jadi dapat bingkisan lagi dari Kemenkes nih  karena turut menyampaikan kesan-kesan. Dua hal yang bagiku sangat menarik dari program Puskesmas Sidorejo Kidul, dan layak untuk ditularkan ke puskesmas maupun unit kesehatan lainnya adalah adanya program kelas IMD (Inisiasi Menyusui Dini) dan program pemeriksaan jiwa. Subhanallah. Semoga makin berkah ya..
 
Kami pun meninggalkan Puskesmas dengan sejuta kenangan. Tak lupa untuk berpose di dekat Taman Tingkir Kota Salatiga. Yeya!




**

Siang itu kami pun tiba di Balai Besar Penelitian & Pengembangan Vektor&Reservoir Penyakit. B2P2VRP Salatiga tempat berkumpulnya para peneliti. 

dian nafi


Masih ingat virus zika yang ramai dr Singapura itu? Di Balai Lab inilah pemeriksaannya, apakah positif zika atau bukan. Kawasan Balai Besar ini luas sekali dengan banyak bangunan di sana. Topografi Salatiga yang pegunungan, mengharuskan kami harus menaiki terus tangga dan jalan yang menanjak untuk sampai ke Aula Utama. Yuhuuuu.... jadi nambah aktifitas hari ini. Semangat semangat! Ayo bakar lemak!



Usai makan siang bersama, kami pun mendapatkan penyambutan serta brief dulu di Aula. 
 
Karena Pimpinan Balai Vektor sedang pergi ke Wonosobo karena ada KLB virus yang sedang mewabah, maka beberapa staf senior yang menggantikan beliau dalam menyambut kedatangan kami.
Ada Dra. Widarti, M.Kes, Ketua Panitia Pembina Ilmiah (PPİ) B2P2VRP Salatiga yang memakai baju batik biru

Kemudian yang berbaju hijau, adalah Dra. Suskamdani, M.Kes*, Kasubbid Kerjasama Jaringan dan İnformasi B2P2VRP. 

Serta Ibu Lulus Susanti, SKM, MPH, Kasubbid Pelayanan Teknis B2P2VRV. 

Beberapa paparan yang disampaikan adalah sebagai berikut:
Vektor adalah serangga penular penyakit. Ada vektor mekanis, yang menularkan lewat kaki. Ada vektor biologis
Reservoir adalah mamalia kecil yang bisa menyimpan bibit penyakit. Tikus membawa sakit lewat kencing tikus. Kelelawar bisa membawa bibit JE, hanta, lisa, lipah.
Bangunan Biolikositori di sini tidak bisa dikunjungi, tapi hewan-hewan bisa dikunjungi di bangunan dunia vektor yang bebas infectious.
Terdapat 11 laboratorium penunjang. Dari hulu ke Hilir, menyiapkan pemeliharaan nyamuk. Ada lebih dari 5 spesies. Sustainable strain diciptakan di sini. Dan sudah terakreditasi ISO. Karena nyamuk betina, yang biasa menggigit kita, itu butuh darah, maka ada laboratorium hewan coba yang menyediakan darah. Marmut, salah satunya.
Lab pengujian insektisida rumah tangga, memeriksa apakah suatu produk insektisida itu efektif atau tidak. Ada replica land juga lho di balai besar ini
Untuk pengasapan/fogging biasanya untuk DBD. Penyakit yang disebabkn nyamuk:philariasis, malaria,kaki gajah, zika, cikungunya
Ada juga Lab geologi molekuler yang men-support.


Bicara tentang tikus sebagai salah satu reservoir, ternyata curut tuh bukan tikus lho. Dia inspektivora, makan serangga-serangga kecil. Tikus adalah mamalia pengganggu. Tikus membawa patogen, liptosis, cacing-cacing, pinjal. Bisa menyebabkan sakit pes dll. Kencingnya tikus ternyata bisa mengandung bakteri-bakteri yang menyebabkan penyakit.
Tikus membawa penyakit hanta virus. Kasusnya jarang dilaporkn. Posisi tikus yang mengandung hanta ini banyak di kepulauan seribu, juga Semarang. Haduuuuhh…. Batas-batas Timor Leste juga banyak membawa hanta. Maka perlu kewaspadaan dini.
Reservoir lainnya adalah kecoa. Kecoa belang, coklat, harlequin cocroach, meriplaneta, blatela jermanica, ternyata dinamai berdasarkan nama penemunya.
Kelelawar juga termasuk reservori. Binatang ini aslinya banyak berada di Australia. Tapi sampai juga di Indonesia. Ya kan terbang ya kelelawarnya, hehe.
Kelelawar dengan virus JE bisa menyebabkan cacat mental, kematian, rasa sakit kepala.


Kami kemudian dibagi dalam empat kelompok, dan mengunjungi satu persatu laboratorium di Balai Besar ini.
Bagaimana membuat awetan dari tikus, kelelawar dengan alkohol, bisa dilihat di lab taksidermi.
Laboratorium koleksi referensi, punya koleksi nyamuk dari semua provinsi. Bagaimana supaya awet agar bisa diidentifikasi, ada treatment khusus. 

Kami juga jalan ke Laboratorium DNA dan RNA. Serta ke lab pengujian insektisida.

Usai berkeliling sampai puas, akhirnya kami mengakhiri kunjungan lapangan tematik hari itu, dan kembali ke Semarang.

Sampai jumpa lagi di Kunlaptik berikutnya yaaaa.




**
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email diannafihasfa@gmail.com atau WA 085701591957

Sabtu, 02 September 2017

Temu Blogger Kesehatan Dan Geliat Germas Jateng


Temu Blogger Kesehatan Dan Geliat Germas Jateng






 Alhamdulillah senang sekali karena aku mendapat kesempatan dan kepercayaan untuk menjadi mitra Kementerian Kesehatan alias Kemenkes RI. Bersama rekan-rekan lainnya, aku hadir di Hotel Santika Selasa lalu untuk event Temu Blogger Kesehatan. Menjadi rangkaian dari kegiatan ini, besok Rabu-nya kami bersama rombongan Kemenkes Pusat diagendakan untuk melakukan kunjungan lapangan tematik (kunlaptik) ke Salatiga.

Jadi, postingan pertama ini akan cerita keseruan hari Selasa-nya. Sedangkan keseruan Kunlaptik di hari Rabu, bisa disimak di postingan berikutnya.






So excited karena pagi itu aku kembali ke Hotel Santika, setelah sebelumnya beberapa minggu lalu aku juga ke sana untuk event bersama Kementerian Komunikasi Dan Informasi aka Menkominfo.

Usai mengisi presensi dan berkenalan dengan beberapa blogger dari Jakarta juga tim Kemenkes RI, aku pun siap on fire menerima materi hari itu sekaligus sharing ke khalayak dunia via medsos, twitter dan instagram.

Yang pertama sekali ada senam hand hyangiene yang dipimpin MC dan bantuan video di layar besar. Juga pemanasan dengan senam cerdik. Selanjutnya semua blogger mendapat tantangan untuk main games kahoot. 



Yuhuu… ternyata aku yang menang. Yeay! Alhamdulillah. Walhasil pagi itu aku maju ke depan untuk mendapat bingkisan aka hadiah dari Kemenkes RI yang diserahkan oleh pimpinan rombongan, yakni Pak Indra Rizon (Kepala Bidang Hubungan Media dan Lembaga) 




Kemudian moderator dan para narasumber naik ke panggung untuk sesi pertama hari itu. Kepala Bag Hubungan Media & Lembaga (İndra Rizon, SKM, M.Kes) membuka secara resmi acara Temu Blogger Kesehatan. Dilanjut sambutan dari Kasie Pencegahan Penyakit Tidak Menular, Dinkes Prov Jawa Tengah (Arvian Nevi, SKM, DEA)

Di antara paparannya, beliau menyampaikan bahwa terdapat beberapa masalah kesehatan yang datang bersama. Penyakit menular, penyakit tidak menular. Entry-nya terus meningkat dari tahun ke tahun. Penanggulangan dengan jikaN semakin kewalahan dan menghabiskan banyak anggaran, sehingga upaya pencegahan dan preventif kini menjadi program andalan. 


Penyakit hipertensi, paru dst bersumber dari perilaku tidak sehat. Sehingga digalakkan sosialisasi GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) 
GERMAS adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. 







Ada Tujuh Cara dan Langkah Germas.
Melakukan Aktivitas Fisik
Mengonsumsi Sayur dan Buah
Tidak Merokok
Tidak Mengonsumsi Alkohol
Memeriksa Kesehatan Secara Rutin
Membersihkan Lingkungan
Menggunakan Jamban 

 

Dalam GERMAS juga dikenal adanya slogan CERDIK:
Cek Kesehatan Berkala.
Enyahkan Asap Rokok
Diet Sehat Dengan Kalori Seimbang
Rajin Aktifitas Fisik.
Istirahat Cukup.
Kelola Stres Dengan Baik



Selanjutnya Kepala Dinkes Kota Semarang (dr. Widoyono, MPH) memberikan paparan bagaimana geliat dan aplikasi Germas di Jawa Tengah.



Provinsi Jateng galakkan 2019 bebas buang air sembarangan. Saat ini sudah tujuh daerah. Juga diceritakan semakin maraknya pembentukan PosBindu Pos Pembinaan Terpadu. Posbindu utamanya untuk cek resiko faktor penyakit tidak menular, cek kolesterol,BB,TB. Dari 35 kabupaten, tinggal 5 yang masih ada kasus malaria. 


Pak Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bahkan menamai sendiri sebuah program bagi ibu hamil, dengan istilah Nginceng Wong Meteng. Tujuannya agar para ibu hamil ini rajin memeriksakan diri dan bersiap untuk proses kelahiran dan seterusnya demi kesehatan ibu dan anak. 
Jawa Tengah juga mulai menyediakan banyak trotoar dan taman agar makin mendorongbanyaknya aktifitas fisik. Dan ada beberapa kawasan tanpa rokok dengan regulasi-regulasinya.

Pak Anjari (Moderator) juga pak Indra Rizon mengemukakan kenapa Kemenkes menggandeng Blogger. Karena Blogger dianggap punya potensi dan influence/pengaruh besar,sehingga bisa menyebarkan program kesehatan. Oleh karena itu informasi harus diperoleh secara tepat dari nara sumber yang tepat. Tahun lalu sosialiasi Germas sudah berlangsung di Surabaya dan Kalimantan. Tahun ini Jawa Barat, NTB, Jawa Tengah. Harapan Kemenkes, semoga Germas ini semakin viral di seluruh pelosok Indonesia. Apalagi hoax terbesar itu di bidang kesehatan. So we need to inform kebijakan-kebijakan program kesehatan. 

 


Sesi berikutnya ada Ketua Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam (PAPDİ) DKİ Jakarta, Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, KGEH yang berkesempatan sharing dan berbagai ilmu juga wawasan.

Yang membuat kami, para blogger ini, terkesan, bukan saja karena beliau expert dalam bidang kedokteran, tetapi beliau juga sangat aktif nge-blog di blog-nya sendiri, menulis untuk media ataupun nge-youtube alias nge-vlog. Wow, applause banget deh. Panutan banget, ternyata dr Ari selain dokter, blogger juga youtuber.Yuk dukung dokter Ari jadi presiden blogger kesehatan. Hehe.

DI antara beberapa slide presentasi dan paparannya, dokter Ari menerangkan tentang Transisi epidemiologi. Juga sebuah gambaran akan terjadi penurunan daya ekonomi yang signifikan jika penyakit tidak ditangani dengan baik.

Bahkan jika sanitasi saja tidak dikelola dengan baik, maka kerugian ekonomi s/d 58 T per tahun. Aduuuuh….kebayang kan betapa akan meruginya bangsa ini. 

So, cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi antara lain dengan membangkitkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat. Termasuk dengan mendukung Germas ini. Sehingga orang-orang tergerak untuk memeriksakan tekanan darah secara rutin. Penyakit tidak menular serap biaya besar, maka perlu upaya preventif.

Saat ini sebaiknya kita menghindari makan read meat alias daging merah. Cemilan-cemilan mestinya yang sehat-sehat, seperti jagung, pisang dan lainnya.

Kalau ada gejala sakit, itu sebenarnya artinya sudah terlambat. Karena semua itu pasti mulai dari kecil dulu.

Bayangkan saja, menurut data sekitar 30% penduduk mengalami hipertensi. Mengerikan ya?

Check up adalah sarana untuk evaluasi terutama adanya gangguan kesehatan kronis pada seseorang

BB naik atau turun, bisa jadi karena penyakit. So, waspadai alarm syptom. Rajin-rajinlah menimbang badan. 
**

Sorenya, ada satu lagi Sesi yang tak kalah menarik bagi Blogger, yaitu Workshop Bahasa yang bersama Pak Anwar Natari.

Sesuai dengan tajuk workshop-nya, Ngobrol Bahasa, sesi ini benar-benar  santai dan menyegarkan.  Kang Away, demikian teman-teman mengenalnya, menyampaikan materinya dalam praktik penggunaan bahasa dalam keseharian dan kepenulisan di blog.

Berikut beberapa hal yang bikin menggelitik dan kami berpikir. 

Beberapa diksi dalam Game: Apa bedanya?
Sunyi : tidak ada suara. Sepi: tidak ada orang
Pedestrian : pejalan kaki Trotoar: jalan untuk pejalan kaki
Merubah: menjadi rubah. Mengubah: hasilnya peeubahan. 
Dikontrakan:diadu. Dikontrakkan: disewakan

Kang Away juga menampilkan beberapa paragraf postingan blog yang diambil dari blog para peserta untuk dikritisi bersama-sama. Dia mengingatkan kami semua agar menggunakan transisi dalam kalimat, paragraf, tulisan, supaya ikatannya kuat.

Usahakan agar bisa menjadi creator sekaligus editor. Ambil konsekuensi dari tepat atau tidaknya tulisan kita.Termasuk penggunaan tanda baca. Karena kita menulis untuk pada saat itu juga pembaca paham. At the moment. 

 


Contoh:
Di sini banyak terjadi kecelakaan. Yang lebih tepat adalah >> Di sini sering terjadi kecelakaan.

Jebakan menulis antara lain asumsi penulis, mengira pembaca pasti paham apa maksud kita. Benarkah? Jika iya, benarkah mengerti dengan tepat? Jika tepat, apakah sudah nyaman?

Anggapan salah lainnya adalah mengira kalau tulisan itu yang penting isinya, idenya. 
Padahal informasi yang tidak baik akan menghasilkan keputusan yang tidak baik

Jadi, tingkatan menulis itu ada tiga: 
sudah benar, 
sudah mudah dimengerti, 
sudah menarik.

Peran blogger sebagai penyebar informasi, penyeimbang media mainstream, dan melakukan kampanye sosial, harus diimbangi dengan pemakaian bahasa yang tepat.

Kang Away membagikan beberapa tips untuk mendongkrak nilai blog, yaitu perhatikan:
visual bangunan tulisan,
 judul lead dan penutup,
quote atau judul karya terkenal, 
pemanfaatan alat-alat bahasa

Peduli visual bangunan bahasa: 
1/paragraf pendek, 
2/kalimat pendek, karena gen Y maunya cepat, instan, 
3/subjudul 
4/Foto

Setelah judul, beri lead/teras/rayuannya. Sehingga sebaiknya paragraf pertama sebaiknya bisa langsung terlihat setelah judul ketika netizen membuka blog. 
Judul baiknya menggunakan huruf kapital di awal kata saja. Jangan kapital semua.


Yang lebih seru lagi penyampaian materi Kang Away juga dalam bentuk permainan/games.  Termasuk permainan tebak kata. Satu orang mencoba mendeskripsikan kata yang tertulis di layar, satu orang lainnya yang membelakangi layar, menebak kata itu. Hahaha...Ramainyaaaa...apalagi kalau ada yang kesulitan mendeskripsikan, dan lawannya kesulitan menerjemahkan. 

Keseluruhan workshop bahasa ini membuat kami manggut-manggut dan menyadari betul betapa pentingnya kejelasan, kejernihan dalam berbahasa agar tidak membuat pembaca bingung dan bahkan bisa jengkel.

**

Informasi Kerjasama: Silakan menghubungi lewat email diannafihasfa@gmail.com atau WA 085701591957