Sabtu, 20 Juli 2019

Film Mahasiswi Baru Yang Lucu dan Kocak





Asli. Film Mahasiswi Baru ini Lucu dan Kocak. Cocok banget untuk ditonton oleh anak-anak muda dan keluarga. Pemain-pemainnya juga bagus-bagus. 


Nggak nyangka ik mba widyawati main film lagi dg genre ala ala mineal gitu di film terbaru dari @mncp_movie Semua juga sdh tahu akting ciamiknya beliau. Jd penasaran bingits nih. Barusan lihat trailernya jadi kebayang lucu dan serunya film ini. Mba Widyawati yg sudah nenek-nenek jadi mahasiswi baru bareng anak-anak yg jauh lebih muda. Ada juga Umay yang sdh sering main film komedi dan pasti lucu. Aish si Morgan ganteng juga ikutan main di film ini ternyata. Dari trailernya sudah kelihatan ada joke joke yang bisa bikin kita segar dan refresh. Entertaining deh


Yang paling bikin penasaran ya mba widyawwati si nenek nenek lincah yang bakal satu geng ama anak anak muda di film itu. Hadeuh kocak banget. Ya Allah ternyata ada Slamet Rahardjo juga tho. Waduh itu aktor favoritku banget dari jaman dulu Dan kalau main film lucu juga gak nanggung2. Lucunya lucu cerdas menggemaskan gitu deh. Monty Tiwa memang sudah jaminan mutu kalau bikin film lucu lucu gitu

Membayangkan ibu jadi anak sendiri gimana ya PR karina suwandi. Riweuh. Catet dulu tanggalnya deh 8 Agustus ini bakal tayang di bioskop. Smoga bisa nonton. Film ini seru juga kalau ditonton bareng keluarga. Dinamika problematika keluarga yang ditampilkan bisa diambil hikmahnya.

Semangat terus belajar memang harus terus dikobarkan. Nggak kenal usia. Meski sudah tua juga mau belajar terus. Bapakku waktu itu sudah sepuh juga kepikiran pengin banget sekolah lagi ambil s2. Sayangnya gak kesampaian terus sedho di usia 52 thn.

Makanya sepulang dari konferensi International di eropa kemarin, terus terang keinginan sekolah lagi juga mulai berkobar kembali nih. Semoga kesampaian ya, entah kapan. Lha wong mba widyawati sudah sepuh banget di film itu 70.tahun aja jd mahasiswi baru di kampus kok. Jadi yuk semangat terus buat menimba ilmu dan belajar sampai akhir hayat. Jangan lupa nonton filmnya 8 Agustus nanti ya, Ceritain kesannya setelah nonton juga. Smoga jadi inspirasi bagi lebih banyak orang untuk terus semangat belajar. Aku biasanya setelah nonton film gitu suka bikin story deconstruction-nya.

Pokoknya jangan lupa nonton dan nikmati sensasinya, lucunya, ger ger nya film Mahasiswi BAru ini. Catat tanggalnya 8 Agustus 2019. Met nonton ya



**

Nih dia sinopsis dan poster resmi film Mahasiswi Baru

Di usianya yang sudah lanjut, LASTRI (Widyawati) ingin sekali kuliah di perguruan tinggi. Saat menjadi mahasiswi baru, Lastri bersahabat dengan DANNY (Morgan Oey), SARAH (Mikha Tambayong), ERFAN (Umay Shahab) dan REVA (Sonia Alyssa). Mereka pun membentuk sebuah geng. Geng Lastri sering membuat kehebohan di kampus dan menimbulkan kericuhan hingga anak Lastri, ANNA (Karina Suwandi), pusing menghadapi ibunya yang ikut-ikutan bandel seperti pulang larut malam dan sering keluyuran. Anna jadi sering memarahi tingkah laku Lastri seolah memarahi anaknya sendiri. Kehidupan kuliah Lastri mulai dipertaruhkan saat Lastri mendapat IPK semester pertama. Apalagi, CHAERUL (Slamet Rahardjo), dekan fakultas, merasa Lastri tak pantas melanjutkan kuliah karena keonarannya di kampus. Bagaimana Lastri menangani masa-masa sulit di kampusnya bersama empat sahabatnya? Jangan lupa ajak teman-teman dan seluruh keluarga kamu nonton film #MahasiswiBaru mulai 8 AGUSTUS 2019 di bioskop!

Selasa, 16 Juli 2019

Dua Garis Biru Film Dakwah LaaTaqrobuzzinaa


Dua Garis Biru Film Dakwah LaaTaqrobuzzinaa


Alhamdulillah akhirnya kesampaian nonton film Dua Garis Biru besutan perdana arahan mbak Gina S Noer-nya mas Salman Aristo. Siang-siang naik sepeda ke bioskop sendirian setelah tertunda beberapa hari karena banyak acara lainnya.


Sayangnya aku nggak sempat ajak anak-anakku nonton bareng. Semoga kapan-kapan saat ditayangkan di televisi, bisa menonton lagi bareng anak-anak. Karena sebagaimana sebagian besar komentar penonton yang bijak, film ini membuka diskusi dengan anak-anak tentang pendidikan seks dan reproduksi yang sebenarnya mereka butuhkan, tetapi kita cenderung segan membicarakannya karena menganggap itu tabu. 

Aku suka film ini karena kita dibuat tegang terus. Emosi diaduk-aduk sepanjang waktu pemutaran film dari awal sampai akhir. Kita dibikin senyum, ingat yang indah, kena trigger rasa deg-deg syer nya bagi yang masih puber, lalu sedih, geram, marah, kecewa, menyesal, sayang, jengkel, kesal, kasihan, dan seterusnya dan sebagainya. Komplit dah.


 Memang sudah seharusnya film itu begitu. Ada pengenalan karakter yang jelas di awal, tidak melalui telling tetapi melalui show, scene-scene, juga dialog yang berisi.


 Ada konflik yang langsung tampil tanpa kelamaan ba bi bu. Lalu raising conflict, sampai nggak ada jalan untuk balik karena sudah mengambil keputusan.
 Dan kemudian ada inevitable action setelah tokoh-tokoh menghadapi situasi-situasi yang penuh resiko dan menghadapi pertaruhan yang sulit. Uggh..
 Semoga tidak kemudian malah menjadikan inspirasi bagi orang-orang menggunakan kondom agar jangan sampai terjadi kehamilan ya, seperti yang sempat terceletuk dari mulutnya Dewi, kakaknya Bima, dalam satu scene di film ini.
 Semoga film ini akan sampai maksud dan tujuan dari pembuatnya. Untuk mengingatkan para remaja akan bahayanya pergaulan dan seks bebas. Kalau mau lebih ekstrimnya bilang, ini film dakwah kandungan Alquran Laa Taqrobuz zinaa, jangan mendekati zina.


 Semoga filmnya berkah manfaat dan menjadi amal sholih jariyah bagi pembuat dan pemainnya. Aamiin

Banyak penonton yang datang dengan pacarnya. Semoga setelah menonton film ini mereka mendapat hidayah. Aamiin

Jumat, 12 Juli 2019

netherland dutch media coverage on dian nafi paper on international conference at radboud university

netherland dutch media coverage on dian nafi paper on international conference at radboud university


netherland dutch media coverage on dian nafi paper on international conference at radboud university


netherland dutch media coverage on dian nafi paper on international conference at radboud university

**

"Seeking the middle path (Al-wasaṭiyya): articulations of moderate Islam" (Conferentie)

Datum
woensdag 19 juni 2019
Tijd
09:00 tot 
Locatie
Aula, Radboud University


"In the last decade, the often reductionist view of jihād and sharīa has become the face of what and who the Muslims are. This view is further advanced by the loud number of Islamist groups that adopt highly antagonistic or repressive readings of jihād and sharīa. There are numerous counter-arguments by the Muslim to demonstrate that such views and readings are unqualified to become the representative interpretations of the message of Islam. Often such effort is received tepidly and—at best— simply ignored. However, there is a bigger effort from the majority Muslim groups though slowly but surely of promoting a concept whose relevance must be pointed out in order to bring to the fore groups larger and more relevant than the extremist elements. This is the concept of ‘moderation’ or wasaiyya in Arabic. Notably, this concept is placed as being of central relevance to understanding the silent majority of Muslims.
Despite the debates about what it means to have a ‘moderate’ Islam, there has been a demand among citizens across the globe that religious believers—Muslim in particular—promote moderation and tolerance. Undoubtedly, this way of understanding remains challenged by a number of conservative groups who seek out a literal approach to the Divine texts. The main thing that different Islamic denominations theorists unanimously agree on is the need to stay away from the ‘margins’ and ‘extremes’ of religion, and remain in a middle position. Exceeding those borders would provoke misconceptions, and effectively it will take us away from the core of the faith.
This conference seeks to define and understand the concept of al-wasaiyya and then—considering the scriptural sources—seeking to illustrate where it can find the concept of moderation in the people’s daily lives as well as in the state’s affairs; how moderation is defined and the way in which the centrality of the Islamic message relies upon the correct interpretation and practice of moderation."

Programme
Opening Speeches | 9.00-9.45 | Location: Academiezaal
  • Prof.dr. D.H.J. Wigboldus - President of the Executive Board Radboud University
  • Ibnu Fikri - Tanfidiyyah of PCINU Belanda
  • HE. I Gusti Agung Wesaka Puja - the Indonesian Ambassador to the Netherlands
  • Prof.dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A - NU Central Board Chairman
Keynotes | 9.45-12.00 | Location: Academiezaal
  • Hon. Drs. H. Lukman H. Saiffuddin - Minister of Religious Affairs Republic of Indonesia
    Al-Wasa
    iyya in Indonesia as the home of the biggest Muslim population in the world (tbc)
  • Coffee break 10.15-10.30
  • Prof.dr. Timothy Winter (Syeikh Abdal Hakim Murad) - Islamic scholar, author, professor at Cambridge Muslim College
    The preponderance of Al-Wasa
    iyya Islam in Europe and Indonesia. Could Islam Nusantara be a model of a moderate Muslim in Europe? (tbc)
  • Dr. Carool Kersten - Senior Lecturer in the Study of Islam & the Muslim World at King's College London
    How the role of pluralistic setting in Indonesian society has shaped Islam in Indonesia (tbc)
Lunch break and intermezzo | 12.00-13.30
performance by Gastarana dance, Bukit Tinggi-West Sumatra
Panel Session I | 13.30-15.00
  • Panel 1: Globalisation and the reality between respecting tradition and living in, and also contributing to the modern world – In the Context of Islam in Europe; Muslim integration, Citizenship and Human Rights
    Convener: Dr. Martijn de Koning - Radboud University, Nijmegen
    Location: Buitendijkkamer
  • Panel 2: The relevance of ‘Islam Nusantara’ in the Manifestation of Al-Wasaiyya
    Convener: Prof.dr. N.J.G. Kaptein - University of Leiden and Dr. Roel Meijer - Radboud University, Nijmegen
    Location: Academiezaal
  • Panel 3: The Identification of Al-Wasaiyya – In the implementation of curbing and combating radicalism
    Convener: Prof. Robert Setio - UKDW, Yogyakarta
    Location: Alfrinkkamer
  • Panel 5: Al-Wasaiyya – In the Context of Science and Technology, Halal-Toyyib (fair) food, and Environmental Exploitation
    Convener: Dr. Zainal Abidin Bagir - UGM, Yogyakarta and Prof.dr. Thijl Sunier - Vrije Universiteit Amsterdam
    Location: Senaatzaal
Panel Session II | 15.00-16.30
  • Panel 2: The relevance of ‘Islam Nusantara’ in the Manifestation of Al-Wasaiyya
    Convener: Prof.dr. N.J.G. Kaptein - University of Leiden and Dr. Roel Meijer - Radboud University, Nijmegen
    Location: Academiezaal
  • Panel 4: Al-Wasaiyya – In the Context of Ethical Behaviour and related issues within the financial sector and economies (Sharia Banking)
    Convener: Ahmad Mansur - UINSA, Surabaya
    Location: Mohrmannkamer
  • Panel 5: Al-Wasaiyya – In the Context of Science and Technology, Halal-Toyyib (fair) food, and Environmental Exploitation
    Convener: Dr. Zainal Abidin Bagir - UGM, Yogyakarta and Prof.dr. Thijl Sunier - Vrije Universiteit Amsterdam
    Location: Senaatzaal
  • Panel 6: Al-wasaiyya – In the Context of Promoting Moderation and Understanding on Women's Role and Status
    Convener: Prof.dr. Karin van Nieuwkerk - Radboud University, Nijmegen
    Location: Buitendijkkamer
https://www.ru.nl/nieuws-agenda/agenda/virtuele-map/moderate-islam-conference/
Lectures | 16.45-17.45 | Location: Academiezaal
  • KH. Yahya Cholil Staquf - General Secretary, NU Supreme Council and Director of Religious Affairs, Bayt ar-Rahmah
  • Prof. Abd. Rahman Mas'ud, PhD - Head of Research, Development & Training Agency MORA
  • Dr. H. Abdul Mu'ti, M.Ed - General Secretary of Muhammadiyah
Closing remarks | 17.45-18.45 | Location: Academiezaal
  • Prof.dr. Frans Wijsen - Chair of Empirical & Practical Religious Studies, Vicedean of the Faculty of Philosophy, Theology and Religious Studies, Radboud University
    The conference will be concluded with closing remarks on the overall topic of Al-Wasa
    iyya. The session covers Q&A's from previous speakers
Network Drinks (Borrel) | 18.45-19.30

Selasa, 09 Juli 2019

Writing Creative Process of Novel Genuine Laugh Genuine Love

Writing Creative Process of Novel Genuine Laugh


Alhamdulillah, right after coming home from Europe trip after I presented my paper at International Conference at Radboud University Nijmegen The Netherland, I start to write this novel.

Rather different from my previous novel's writing creative process, this time I do such different approach. I use my flooded energy

drafting novel via ig with timeline sequences pattern, via twitter for the crucial scenes, via blog for the short brief synopsis or premise, via youtube for the visual attractiveness and memorizing the moves all drafting via socmed could be benefit also as teasers.

rather than choosing only one software program for novel, I use ywriter for writeitnow for and scrivener for and plan to use novelfactory for another novel.

Wish me luck!

NB:
These are some teasers, enjoy it!
being anomali


itinerary 2 weeks

journal from international conference

Be genuine, be authentic



Selasa, 02 Juli 2019

Be Genuine Be Authentic

Be Genuine Be Authentic



Many people can crash our plan only if we let them. Ning forces me to accompany her but then she is the one who want to control. Actually I have plan to backpackering like usual. Optimizing time n money.But everything runs very different. Nothing can't say except just let it be.

Zem also break up my plan. Suggesting there will be team tour,so I am prohibited from flixbus booking. The rest is stories with blowup budgeting n cost. Euro that I provide to buy souvenirs finally goes for expensive tickets coz booking on summer season latest days



Another disappointed stories are when I take another's comment for my personal situation. I want to buy postcards from every country I visit, but beyd comment what's postcard are for? So I put them again. Whereas postcard is my son's fav souvenir. Fortunately I've bought 3 before

From Amsterdam, Volendam and denhaag. But because of that comment, I miss the others, from Paris, Brussels etc. If only I didn't listen to that interfering comment, my Son will be more delightful. But after all, let it be let it be

incident happen again when I want to buy clothe in Paris for daughter. She actually mention&order it. But Abde comments, that dress is not Paris enough. So I put the clothe again to the basket. After we leave that place to another destination, I feel sorry why I hear the comment

When we have our own ideal aims and dreams, don't let others screw it. Please be tough and insist with what we believe and pursue. Because others have their own ideal values and dreams. Coz everyone have each perspective that may different. Be genuine. Be authentic


post cards at brussel belgia



Tuh kan, just now my son is disappointed coz I didn't bring postcard from France, Belgia and Germany. I just buy 3 postcard from Holland. Did I tell that Mom should buy 1 card every country you visit? Sorry, Son. Really sorry Someday we'll be back to Europe. Aamiin

A post card may not interest adult, but very important for kids and teen's experience and stories. Simple thing like this shouldn't be slipped from my mind and execution. We can buy Paris and Belgia postcard in Indonesia, but it's really different.

Senin, 27 Mei 2019

Ramadhan Selalu Penuh Makna

Ramadhan Selalu Penuh Makna




Alhamdulillah bahagia sekali kita dipertemukan dengan Ramadhan lagi tahun ini. Sebuah anugerah dan karunia besar yang patut kita syukuri. Karena kemuliaan bulan ini telah terang dan nyata. Ada banyak hikmah di dalamnya. Dan jika kita bisa memanfaatkan serta mengoptimalkannya dengan baik, insya Allah kita akan sangat beruntung. 



Di Ramadhan 2019 ini, momen bermakna kembali hadir di bulan mulia. Karena alhamdulillah aku bisa berbagi lagi di womenwill by google akhir pekan kemarin setelah sempat sharing di event yang sama beberapa bulan lalu.  Smoga makin banyak womenpreneur yang sukses dan berjaya. 
Wanita mampu, wanita maju. Thanks for having me. 



Ada banyak moment-moment berharga Ramadhan yang kulalui dari tahun ke tahun dan semuanya sangat bermakna. 

Ramadhan 2014




Pada Ramadhan 2014 aku berkesempatan sharing bersama Grasindo. Ngabubookread di Djendelo Coffee Togamas Jogja 12 Juli. Alhamdulillah acara berjalan lancar dan sukses. Banyak sekali teman-teman yang hadir dan antusias serta memeriahkan suasana. Sekaligus hari itu juga peluncuran antologiku Ramadhan Once More terbitan Grasindo.


Ramadhan 2015 sharing di Yatim Mandiri dan peluncuran novel Matahari Mata Hati terbitan Tiga Serangkai. 
Sharing is one thing. Teaching children is another thing. Apalagi mereka ini yatim. Meski aku juga punya dua yatim di rumah, tetapi sesungguhnya kuakui aku gugup benar berdiri di depan anak-anak ini. Apalagi para relawan cerita kalau mereka umumnya anak-anak yang kurang beruntung, selain juga tak lagi punya ayah,dan sebagian juga tak punya ibu.

Aku berdiri di persimpangan  antara ingin menjadikan sesi menulis ini sebagai cara mereka menyembuhkan luka dan kesedihan. ataukah justru menjadi titik untuk mengajak mereka menatap masa depan.


Di akhir sesi sharing kepenulisan, seluruh anak diajak langsung praktik menulis.  Dan ini ada salah satu favorit yang dipilih kakak-kakak relawan, judulnya Bundaku Meninggalkanku :(  

Sekaligus hari itu sekalian peluncuran novel baruku, Matahari Mata Hati yang kebetulan juga bercerita tentang anak-anak yatim yang bergulat dengan mimpi, harapan dan cita-cita yang terbelenggu. Bagaimana mereka melaluinya, apakah keberanian masih bersama mereka. 

Ramadhan 2016




Pada Ramadhan 2016, alhamdulillah aku berkesempatan tour Jakarta Bandung.
Tapping acara cakrawala pustaka ramadhan di radio republik indonesia RRI Jakarta,  membedah novel Matahari Mata Hati terbitan Tiga Serangkai. Dan diudarakan saat sahur tanggal 26 Juni jam 01.30 WIB


Maghribnya bukber dan sharing dengan alumni arsitektur Undip di Pronto PIM.

Pagi-pagi sekali cap cus ke Bandung, supaya punya kesempatan jalan-jalan eksplore Bandung sebelum sorenya pergi ke radio Sonora FM. Jalan ke masjid Raya Bandung yang baru saja direnovasi dan direvitalisasi oleh walikota kebanggaan Ridwan Kamil menjadi hiburan yang menyenangkan. 


alun-alun bandung
Wah dengan aura ramadhan, sliwar sliwer para pengunjung masjid serta pemandangan menara dan kubah juga piazza alun-alun jadi berasa ziarah makkah madinah lho. Aaarghhh!!! Jadi kangen haromaiiin....


masjid raya bandung


















Tangan dingin arsitek Ridwan Kamil juga bisa kita saksikan jejaknya di taman-taman tepi sungai. Wow, berasa jalan-jalan keluar negeri deh. Penataan lahannya, atribut dan fasilitasnya, pilihan warna dan komposisinya, ruang-ruangnya dan semua yang berada di sana dirancang dengan apik, penuh seni, membangkitkan emosi dan imajinasi juga membuat kita ingin berkunjung kembali.



 Karena masih ada waktu, kaki terus berjalan dan alhamdulillah sempat ke taman lansia dan gedung sate yang menjadi ikonik kota Bandung juga. Saking asyiknya berpose sampai-sampai diingatkan petugas keamanan di sana, sebab tidak boleh menginjak rumput. 
gedung sate bandung






Sorenya sesuai jadual, aku ke radio Sonora FM Bandung untuk sharing kepenulisan tentang writerpreneurship. Penyiarnya ramah, seru dan mengantar talkshow sore ini jadi terasa menyenangkan dan hidup. Terima kasih Sonora FM Bandung ya :)


Teman-teman di Bandung menemaniku buka bersama di resto Dakken yang letaknya berseberangan dengan radio Sonora FM. 

Hari berikutnya kembali memanfaatkan waktu luang sebelum nanti siang mengisi acara di sebuah SMP swasta di Bandung, kaki melangkah ke tempat wisata terdekat. Ada wisma angklung Udjo yang terkenal bahkan sampai keluar nusantara. Menikmati permainan musik angklung bahkan ikut ditarik turun melantai untuk turut menari bersama para penampil menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan. Pulangnya tidak lupa beli oleh-oleh angklung dan pernak-pernik lainnya buat buah tangan orang-orang rumah.  

Menikmati seni di angklung Udjo seolah mendapatkan charge tambahan, sehingga saat sharing di SMP Juara Bandung energiku seolah masih seperti saat pagi tadi jalan. Alhamdulillah sharing berlangsung lancar di hadapan ratusan murid SMP yang antusias mengikuti acara ini.

Pagi hari ketiga kuisi waktu dengan mengunjungi  Pesantren Darut Tauhid Bandung yang memang sudah kuimpi-impikan sejak lama. Subhanallah saat turun pertama kali dan menginjak bumi DT, langsung terasa aura bekas Pasar Seng  dekat Masjidil Haram juga pertokoan menuju Masjid Nabawi Medinah. Mungkin memang seperti inilah bau udara yang penuh dengan rapalan doa-doa dan dzikrullah. Aaaarghh!!! Jadi kangen haromain lagi!

Di penghujung hari sekaligus perjalanan road show kali ini, alhamdulillah agenda terakhir di Bandung berlangsung lancar. Sharing kepenulisan bertema cara lain menerbitkan buku berlangsung meriah di sekolah kepenulisan perempuan Bandung. 




Ramadhan 2017
Sholat Jamaah Bersama Orang-Orang Sakit Jiwa



Alhamdulillah berkah Ramadhan lagi, karena di bulan mulia ini berkesempatan ikut bakti sosial ke pesantren jiwa bareng teman-teman.   

Sholat jamaah bareng 36 orang yang sakit jiwa bikin perasaan jadi campur aduk. Menyaksikan langsung bagaimana ketulusan dan kerelawanan para pengasuh ponpes ini membuat takjub. Dalam kesederhanaan dan keterbatasan mereka sendiri, namun sanggup mengulurkan tangan membantu mereka yang dikucilkan masyarakat. Smoga Allah merahmati.




Waktu balik dari sana, kebetulan adikku - yang dokter spesialias penyakit dalam tapi dinasnya di RSJ- pas main ke rumah. Waktu aku cerita ini, dia bilang memang semestinya kesehatan jiwa ini menjadi concern bersama. Dan terima kasih karena ada orang-orang yang mau turut ambil bagian dalam menangani orang-orang sakit jiwa ini. Salut. Tabik. 


Ramadhan 2018 Ceria Ramadhan Bersama Dai Dan Hafidz Cilik



Seneng banget karena tengah Ramadhan ini aku mendapat kehormatan menjadi salah satu juri lomba Dai Dan Hafidz Cilik dalam rangka Ceria Ramadhan di kotaku.  Apalagi saat menyaksikan langsung penampilan delapan puluhan pesertanya. Subhanallah hati berbangga dan sekaligus takjub melihat kepiawaian mereka. Suaranya juga bagus-bagus banget. Menggetarkan. 

Sejak siang, anak-anak kecil itu sudah berdatangan untuk melakukan registrasi ulang dengan tertib dan santun. 



Selain lomba dai dan hafidz cilik, ada juga lomba menggambar dan lomba mewarnai. Dan seluruh peserta juga disediakan odong-odong alias kereta hias untuk sama-sama berpawai keliling kota sembari ngabuburit menjelang saat berbuka puasa. 



Satu persatu peserta lomba dai cilik maju ke panggung memberikan penampilan terbaik mereka.
 Sedangkan untuk peserta hafidz cilik, agar menyingkat waktu yang memang terbatas untuk sekian banyaknya peserta, maka mereka maju langsung berdelapan. Demikian terus bergiliran, sampai semua peserta selesai dipanggil. 


Setelah melewati sesi-sesi mendebarkan saat lomba, akhirnya peserta maupun juri 
mengakhiri hari istimewa ini dengan menyantap takjil dan buka bersama.


Ramadhan 2018 juga diawali dengan karunia Allah yang memberikanku kesempatan sharing di Masjid Agung Demak. Terima kasih Ya Allah, sudah membuatku menangis hari itu. CaraMu Indah, skenarioMu terbaik, aku masih dan terus akan tetap bergantung padaMu. Mau tak mau. 
Jangan putuskan harapanku, Tuhan. PadaMu. PadaMu. PadaMu


Ramadhan 2018 juga ada moment di mana aku ditunjuk jadi moderator acara sharing film bersama sineas kondang nasional Nurman Hakim. Sungguh kesempatan menimba ilmu, wawasan dan pengalaman praktisi yang sangat berharga.






Semua moment-moment indah Ramadhan ini sangat sayang kalau sampai tidak diabadikan dalam foto-foto dan caption. Untunglah ada Honor 8A, Honor 10 Lite, Honor 8x yang bisa menjadi sarana untuk mengabadikan moment-moment Ramadhan penuh makna ini.

Harganya terjangkau lho.

HONOR 8 A
Dari https://inet.detik.com/consumer/d-4446756/honor-8a-resmi-dirilis-apa-keunggulannya dijelaskan tentang seri Honor 8A dan sejumlah keunggulan ditawarkan oleh sub-brand Huawei itu pada ponsel tersebut.

Salah satunya soal kamera. Walau cuma punya satu lensa di belakang, Honor 8A diklaim tetap bisa menghasilkan efek bokeh pada gambar lewat bukaan hingga f/1.8.

Selain itu, ada fitur face unlock yang disebut tetap bisa digunakan walaupun dalam kondisi cahaya minim atau gelap. Cukup menengadahkan layar ponsel, maka smartphone tersebut akan memberikan cahaya lebih sehingga wajah pengguna bisa terdeteksi dengan baik. 

Lalu, baterainya juga diklaim bisa bertahan dalam kondisi stand-by sampai hampir sebulan. Padahal, kapasitas baterainya tidak terlalu besar, yaitu 3.020 mAh.

Berikut spesifikasi Honor 8A:

- Dimensi: 156.28 mm x 73.5 mm x 8.0 mm
- Berat : 150g

- Layar: 6.09 inch kualitas HD, aspek rasio 19.5:9, screen to body ratio 87%; dewdrop notch

- Chipset: MediaTek 6765 octa-core

- RAM: 3GB

- ROM: 32GB

- Slot MicroSD: hingga 512GB

- Kamera Belakang: 13MP f/1.8

- Kamera Depan: 8MP f/2.0

- Sistem Operasi: Android 9 Pie; EMUI 9

- Baterai: 3.020 mAh

- Keamanan: face unlock

- Konektivitas: dual SIM, audio jack 3.5mm, USB 2.0

- Warna: Biru dan hitam


HONOR 10 LITE

Dari https://wow.tribunnews.com/2018/11/30/harga-dan-spesifikasi-honor-10-lite-smartphone-milenial-dengan-kirin-710-ram-6-gb dijelaskan tentang gadget ini.

memiliki layar 6.21 inci beresolusi 1080 x 2340. Pada dapur pacunya, Honor 10 Lite mengusung chipset Hisilicon Kirin 710 berkecepatan 4x2,2 GHz dan 4x1,7 GHz, diperkuat GPU Mali-G51 dengan teknologi GPU Turbo 2,0.


Sementara itu dari segi ruang penyimpanannya, Honor 10 Lite dibekali pilihan RAM 4 GB atau 6 GB, serta penyimpanan internal 64 GB atau 128 GB.

Ruang penyimpanan juga masih bisa diekspansi dengan microSD hingga 512 GB.

Dari segi kamera, Honor 10 Lite memiliki kamera belakang ganda dengan resolusi 13 MP dengan aperture f/1.8 dan 2 MP.

Untuk kamera depan, Honor 10 Lite memiliki kamera selfie dengan resolusi lebih besar, yakni 24 MP dengan aperture f/2.0

Pada segi keamanan, Honor 10 Lite sudah mendukung fitur sensor fingerprint yang disematkan pada bagian belakang ponsel.

Honor 10 Lite dioperasikan dengan Android 9.0 Pie dan ditenagai dengan baterai 3400 mAh.


Untuk harga, Honor 10 Lite dibanderol dengan variasi harga berikut:

- 200 dollar AS (sekitar Rp 2,9 juta) untuk tipe RAM 4 GB dan 64 GB storage.
- 245 dollar AS (sekitar Rp 3,5 juta) untuk tipe RAM 6 GB dan 64 GB storage.
- 275 dollar AS (sekitar Rp 4 juta) untuk tipe RAM 6 GB dan 128 GB storage.

 Honor 8x
Dari https://tekno.kompas.com/read/2018/11/07/14160037/harga-dan-spesifikasi-lengkap-honor-8x-versi-indonesia dijelaskan tentang gadget ini.


Salah satu yang diandalkan Honor 8X untuk menyaingi ponsel flagship adalah bingkai (bezel) layar tipis, hanyaselebar 4,25 mm di sisi bawah, sementara di sisi kanan dan kiri lebih tipis lagi.  Dengan bingkai tersebut, ukuran layarnya pun bisa dibuat 6,5 inci. Honor mengklaim bahwa rasio layar terhadap bodi di Honor 8X mencapai 91 persen sehingga layar sangat mendominasi bagian muka perangkat. Selain ukuran display tadi, Honor 8X juga menjagokan modul kamera ganda belakang yang berkonfigurasi 20 megapiksel (f/1.8) dan 2 megapiksel. Kamera kedua dengan resolusi lebih kecil digunakan sebagai pendeteksi jarak obyek untuk penerapan efek bokeh. Untuk memenuhi kebutuhan selfie, Honor 8X menyediakan kamera 16 megapiksel yang termuat di bagian poni di atas layar bersama earpiece. Kamera Honor 8X ditunjang teknologi artificial image stabilization (AIS) dan anti-shaking. AIS akan mendukung fitur Night Shot yang akan membuat jepretan obyek di ruangan redup atau malam hari tetap jelas.

Dengan Night Shot, pengguna harus menahan pengambilan gambar selama enam detik untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Selain modul kamera ganda, punggung Honor 8X terpatri pula panel pemindai sidik jari. Sebagai tambahan, Honor 8X dilengkapi pula dengan metode pengamanan face unlock berbasis pengenal wajah.
Bagian punggung Honor 8X dengan modul kamera ganda dan panel pemindai sidik jari
Soal dapur pacu, Honor 8X mengandalkan chip Kirin 710 dengan teknologi GPU Turbo untuk akselerasi game. Secara global, Honor 8X dipasarkan dalam dua varian berdasarkan kapasitas memori. Tapi di Indonesia, Honor hanya menyediakan satu varian dengan RAM 4 GB dan memori internal 128 GB yang bisa diekspansi hingga 400 GB dengan microSD. Spesifikasi lain mencakup baterai berkapasitas 3.750 mAh dan sistem Android 8.1 yang dilapisi antarmuka EMU 8.2.

Honor 8X mulai tersedia di Indonesia 8 November 2018 dengan harga Rp 3.999.000. Baik pembelian secara online maupun offline, banderol harganya tetap sama. "Kanal pembelian offline masih 80 persen, meski secara penetrasi penjualan online lebih cepat. Kami menghadirkan harga online dan offline yang sama," jelas James Yang, President of Honor Indonesia selepas peluncuran Honor 8X di Jakarta. 



Yuk jadikan moment Ramadhan kita lebih menyenangkan dengan Honor.


Oh ya, HONOR mempunyai forum resmi bernama HONOR Club, forum yang sering bagi bagi banyak hadiah dan informasi seputar HONOR smartphone dan teknologi.