Kamis, 14 Februari 2019

Perjalanan Pelipur Lara


Perjalanan Pelipur Lara



Alhamdulillah aku dan anak-anak punya hobi yang sama. Selain suka membaca dan nonton, kami juga cinta jalan-jalan. Makanya sedari kecil mereka ikut ke mana-mana. Ke Bali, Banyuwangi, Surabaya, Mojokerto, Jember, Lamongan, Tuban, Jakarta, Depok, Bekasi, Solo, Wonogiri, Jogja,  Malang. 



Dari masing-masing kota itu seringnya kami membeli oleh-oleh berupa souvenir, kerajinan tangan, craft dan tentu saja makanan. Tapi yang tidak pernah ketinggalan adalah pasti kami membeli kaos. Seragam, bertiga. Hahaha. Jadi kalau nengok dalam almari kami, isinya banyak juga kaos-kaos khas masing-masing kota itu. Dan kembar tiga. Ceritanya buat menjaga kekompakan dan tentu saja sebagai kenang-kenangan bahwa kami pernah dolan singgah ke kota-kota tersebut. Gitu.


Kami seringkali mencari waktu kapan bisa menghabiskan waktu bersama-sama sambil menikmati pemandangan ataupun event-event seperti festival seni, budaya, sastra dan semacamnya.  Yang paling sering tentu saja memanfaatkan masa liburan akhir tahun dan liburan akhir tahun pelajaran, biasanya sekitar Mei Juni.
Kadang hari-hari libur yang ada menyelip di kalender pun bisa menjadi escaping day buat kami refreshment. Kalau yang Cuma libur singkat begitu, kami suka pergi yang dekat-dekat saja. Misal ke Semarang, Kudus, Jepara,  Ungaran, Salatiga atau Magelang. Atau bahkan makan kuliner an, renang atau nonton film bareng di bioskop.
Senang banget pas tahu kalau awal April nanti ada hari Libur isra miraj 2019 Bisa banget nih dipakai untuk liburan ke suatu tempat. Ngomongin isra mi’raj jadi ingat peristiwa perjalanan Rasulullah SAW dari masjidil haram ke masjidil Aqsho, dan lanjut naik ke Sidratul Muntaha. Aku nggak mungkin lupa dengan perjalananku sendiri waktu itu ke Makkah Madinah. Aku menuliskannya dalam novelku terbitan Mizan Publishing berjudul Miss Backpacker Naik Haji.

Selama di Madinah, Alhamdulillah kami – aku dan adik-adikku juga paman bibiku- bisa sempurna melaksanakan arba’in. Yakni sholat berjamaah selama empat puluh waktu sholat. Dan juga berziarah ke makam Rasulullah SAW.

Aku ingat suatu siang hari bakda Salat zuhur itu ketika aku sedang duduk menunggu giliran bisa ke Raudah, tiba-tiba ada cahaya jatuh ke pangkuanku. Subhanallah.
Cahaya itu masuk ke ruangan dalam Masjid Nabawi sedikit demi sedikit. Ternyata aku duduk tepat di bawah salah satu kubah yang bisa dibuka dan ditutup. Beberapa orang yang duduk di dekatku berseru kaget dan serentak kepala menengadah melihat langit-langit yang terbuka.



Subhanallah. Meski kemudian kami berjejalan menuju Raudhah, tapi kami tetap merasa adem dan semakin bergetar dalam kekhusyu’an.
Masih kuingat kala aku berdiri shalat dan berdoa di Raudhah. Ya Rabb, sedemikian dekat diriku dengan makam dan yang dulunya kediaman Rasulullah. Kami, para jamaah haji, menangis di sana. Terharu. Cinta. Rindu. Ya Rasulullah. Kami datang ke rumahmu. Beri kami syafaat ya Rasul.
Sekarang pun tiap kali berdiri untuk mahallul qiyam saat pembacaan sholawat nabi, air mata seringkali masih menetes. Bahkan kadang meluncur deras. Teringat masa-masa indah di Raudhah yang mencekam dan menaklukkan hati. Ya Rasul Ya Rasul. Isyfa’ lanaa Ya Rasul. Air mata pun mengalir tak terbendung.
 
Aku bersyukur telah Dia anugerahi perjalanan haji umroh, persis setahun setelah kematian almarhum suamiku. Sama halnya seperti saat Allah memperjalankan Rasulullah dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, itu juga setelah kematian almarhum istri tercintanya, Siti Khadijah dan pamannya, Abu Tholib.
Perjalanan yang menjadi pelipur lara. Subhanallah Alhamdulillah. Allah memang Maha Penyayang dan Maha Bijaksana.

Pengalaman selama empat puluh hari di dua kota suci itu, atau yang sering disebut Haromain, membuatku selalu ingin kembali ke sana. Kangen. Suasananya adem, relijius, tenang dan menentramkan. Ingin sekali aku pergi ke sana lagi dengan mengajak anak-anak juga. Aku pernah membahas ini dengan seseorang yang berjanji insya Allah akan mengajak kami untuk umroh bersama ke sana. Aamin ya Allah. Semoga impian kami ini terkabul.
Selain ke Makkah dan Madinah, tentu saja kami juga bisa sekalian pergi ke Turki seperti orang-orang itu. Tentu akan sangat menyenangkan sekali. Iya kan. Kabulkanlah Ya Allah Rabbul izzati.  




Jumat, 08 Februari 2019

Coding Mum Conference

Coding Mum Conference
pak Triawan Munaf Bekraf dan Coding Mum berpose bareng setelah sesi talkshow coding mum di Festival Bekraf Surabaya


Senang banget karena sebagai hybridwriterpreneur dan writravelicious, aku berkesempatan meningkatkan kapasitas diri sebagai seorang enterpreneur untuk datang ke Surabaya menghadiri undangan coding mum conference dari Bekraf aka Badan Ekonomi Kreatif nya pak Triawan Munaf, sekaligus traveling jalan-jalan kelilingan Surabaya. Yeay!


Naik pesawat Garuda dari bandara baru Ahmad Yani Semarang siang itu, aku pun sampai di Bandara Juanda Surabaya hanya dalam waktu satu jam.

Dari Bandara aku lanjut jalan ke sebuah pesantren yang ada di kompleks kampungnya santri - bayangkan ada 33 pesantren dalam kompleks besar itu- dan alhamdulillah berkesempatan sharing di sana.

Ceritanya sambil menyelam minum air gitu.





Paginya, barulah kaki melangkah ke hotel Tunjungan Plaza di pusat kota Surabaya, yang puluhan tahun pernah aku kunjungi juga dalam kapasitasku sebagai mahasiswi arsitektur Undip yang sedang KKL alias Kuliah Kerja Lapangan.
Sesi perkenalan tentu saja menjadi agenda pertamanya. Kami yang datang dari seluruh pelosok Indonesia menjadi perwakilan alumni Coding Mum yang acara workshopnya selama dua minggu sudah dilaksanakan tahun kemarin.

Lengkap dari Aceh sampai Papua ada, dan masing-masing menjadi ambassador coding mum bagi daerahnya. Kami sharing tentang profil dan kegiatan kami serta apa saja capaian yang kami raih setelah workshop coding mum April tahun sebelumnya.

Alhamdulillah aku sudah mengerjakan beberapa web site pesanan klien, dan mendapat fee, berkisar dari satu juta-an sampai tiga juta-an. Alhamdulillah.

Sekarang masih in progress menyiapkan start up yang merupakan kelanjutan dan pengembangan dari konsep yang pernah kami pitching-kan ke dewan juri aka Bekraf tahun sebelumnya.


Dalam tiga hari Coding Mum Conference itu kami mendapatkan workshop yang sangat bermanfaat banget. Yang pertama tentang Design Sprint oleh Pak Adi Tjipta dan tim-nya. Yang kedua, materi SEO dari pak Budiono yang baru saja datang dari Google Amerika Serikat.

Usai workshop yang dimaksudkan sebagai landasan aktifitas kami berikutnya, segeralah kami dikaryakan untuk mengerjakan Design Sprint Coding Mum demi mendapatkan program dan kurikulum apa saja yang dibutuhkan untuk tahun-tahun mendatang.



FGD aka Forum Group Discussion berlangsung selama tiga hari itu dengan sangat seru. Maklumlah emak-emak antusias digital ini kayaknya memang energizer bangets. Hahaha...






Kami dikelompokkan menjadi tiga grup besar.
  1. Programming, yang akhirnya menjadi kelompok Penelitian dan Pengembangan (R&D)
  2. Pengajaran, yang akhirnya menjadi kelompok Edukasi
  3. Blogger, yang akhirnya menjadi kelompok Kreatif
Aku masuk menjadi tim Research and Development. 


Lalu setelah hari-hari yang melelahkan itu, kami pun diboyong untuk ikut menikmati Malam pembukaan Festival Bekraf yang berlangsung di Grand Convex Surabaya.




Seru banget, karena puncak perayaannya dimeriahkan oleh band kesukaan emak-emak. Hahaha.
Andra and the Backbone.




Paginya kami datang lagi ke arena festival Bekraf untuk talk show Coding Mum.






Bekraf dan Coding Mum berpose bareng setelah sesi talkshow coding mum di Festival Bekraf Surabaya

Teman-teman yang ada di semarang dan sekitarnya bisa follow twitter @MumCoding untuk bisa update kegiatan dan kelas-kelas berikutnya. Atau kirimkan email ke codingmumsmg@gmail.com jika ingin mengadakan pelatihan yang mengundang narsum dari Coding Mum ya. 











Minggu, 06 Januari 2019

Are You Dead Inside

Are You Dead Inside




Dulu, waktu lihat alm suami suka kelihatan santai aja ngadepin sgala sesuatu, diriku suka heran& protes, nih org kok kyk gak punya emosi gitu ya, kyk anyep. Belakangan aku baru tahu itu mungkin yg namanya laa khoufun alaihim wa laa hum yahzanun. Jd udah di maqom muthmainnah gitu

Trus lebih belakangan lagi, nemu situasi dan buku ttg bodo amat, serta hal2 pragmatis lainnya. Utamanya stlh melewati byk hal pahit Satu sisi, this is new benefit n privilege that i found. But, sisi lain, aku rindu diri lamaku yg lbh idealis, romantis, emosionil, puitis dst


**

Pagi ini aku jadi iseng mengadakan polling di twitter, mana sih yang paling menyedihkan dan membuat paling derita?

Dead inside?
Emptiness?
Loneliness?
Sepo/tawar/plain?


By the way, tahu-tahu sorenya aku sudah langsung dapat obat alias solusinya. Hal yang dulu sering kulakukan tapi lalu sempat terlupakan.

Yaitu Nonton film india dalam rangka menghangatkan hati yg dingin, menggelombangkan perasaan yg datar, menghidupkan jiwa yg mati, membumbui rasa yg sepo, meramaikan lubuk yg kosong, menemani diri yg sepi. Ahaha..
Selamat mencoba ya! Semoga berhasil!




**


ARE YOU DEAD INSIDE?
Insya Allah we can help you




SEMINAR & COACHING
RESET
MENATA KEMBALI KEHIDUPAN ANDA DALAM KARIR, HUBUNGAN, DLL

TIKET RP 500.000,- Diskon voucher RP 50.000 apabila sudah memiliki buku HOW TO RESET YOUR LIFE

RP 400.000/PAX
GROUP RATE (MIN. 3 PESERTA) .
*harga belum termasuk akomodasi, beda rate tergantung venue

FOR RESERVATION:
email: resetcoachdn@gmail.com
sms/wa: 085701591957
line: diannafi57

AVAILABLE VENUE: 
JAKBAR: HOTEL SANTIKA SLIPI - HOTEL SANTIKA HAYAM WURUK 
JAKTIM, DEPOK & BEKASI: GRAMEDIA LEARNING CENTRE KP. MELAYU - GRAMEDIA MATRAMAN - HOTEL SANTIKA TMII

JAKPUS: TJIKINI KAFE - GOWORK UOB PLAZA THAMRIN CO-SPACE

JAKSEL: HOTEL AMARIS PANCORAN - HEI-SPACE88 OFFICE KOTA KASABLANCA TOWER - COCOWORK SENOPATI - OMAHSENDOK SENOPATI - 98 EATERY KAFE - GALLERY KAFE BARITO - COZYFIELD CAFE GRAMEDIA PONDOK INDAH - ELTI GRAND WIJAYA

TANGERANG SELATAN: COZYFIELD GRAMEDIA WORLD EMERALD BINTARO -  COZYFIELD GRAMEDIA WORLD BSD CITY

BOGOR: ELTI JL. PAJAJARAN - HOTEL AMARIS PAJAJARAN - HOTEL AMARIS PAKUWON - HOTEL SANTIKA

#event #diannafi 
#dnevents #relationship 
#seminar #mentor 
#coaching #coach 
#reset #gramedia
#life #karir #academy
#hubungan #hasfa
#venue #institute 
#roadshow #pelatihan


Rabu, 12 Desember 2018

Gratitude Journal 2018


Gratitude Journal 2018

Alhamdulillah tak terasa satu tahun terlewati dengan baik dan penuh kesyukuran. Ada banyak sekali anugerah dan karunia-Nya yang bahkan datang tanpa disangka-sangka. Membuat jiwa ini makin basah dan bergetar, betapa murah hati dan baikNya Allah memberikan banyak penghiburan pada diri ini yang sesekali mengalami kesedihan sebab ujian hidup dan semacamnya. 

Betapa semua pemberian-Nya ini menunjukkan dengan jelas-jelas bahwa kita hanyalah hamba yang sekadar melalui perjalanan yang telah Dia gariskan dengan pasti. Bahwa hanya dengan rahmah kasih sayang-Nya lah kita masih bisa berdiri, berjalan dan tersenyum serta mencicipi kebahagiaan-kebahagiaan, belajar banyak hal juga menginsyafi serta mengambil hikmah dari peristiwa-peristiwa. 

Semoga kita terus berada dalam genggaman inayah pertolongan-Nya, hidayahNya dan mendapatkan kesuksesan keberkahan yang hakiki di dunia dan akhirat. Aamiin aamiin aamiin. 

Here it is the gratitude journal 2018. 


Gratitude Journal 2018



JANUARI

7 jan haul

13 jan meet up dkd

17 jan meet up gow

20 jan review resto lunpia cik meme

21 jan Pelantikan dan Musyker PCNU

31 jan faber castle at nestcology




FEBRUARI

2/2 Diskominfo Santika

6/2 seminar kebangsaan hotel amantis

12/2 diskominfo kota

15/2 gow

19/2 energi muda balaikota

20/2 dkd citra alam

24/2 herborist

25/2 campus expo

27/2 rapat fatayat harlah

28/2 haul sultan fatah



MARET

3 Mar Rapat MI

4 Mar PengajianFatayat

7 Mar Baksos Muslimat

9 Mar Pagelaran Musik At Amantis

10 Mar Launch at UGM

14 Mar Baksos GOW

15 Mar Rapat Demak Berdzikir

16 Mar Rapat Panitia Oliqmars

18 Mar Seminar Hidroponik

18 Mar Seminar Kepemimpinan Perempuan at Gedung NU

21 Mar Rapat Panitia Demak Berdzikir

22 Mar Seminar Dinkes at AULA RSK

24 Mar Seminar Internet Marketing at HIPSI

24 Mar workshop Cyber Dakwah at Gedung NU

25 Mar Rapat DKD at Citra Alam

26 Mar Rapat GOW Panitia hari Kartini

28 Mar Hari Jadi Demak

30 Mar Oliqmars Yatim

31 Mar Final Oliqmars 2018 at Alun-alun (live Demak TV)



APRIL

1 Apr Demak Berdzikir

3 Apr Musrenbang di Pendopo

8 Apr Workshop Marketing at Hotel Siliwangi

12/4 meet up gedung wakil bupati

13-26/4 coding mum sdk

22/4 dkd

24/4 gow pendopo

29/4 workshop flp semarang di ngaliyan mijen

30/4 smk



MEI

9/5 pitch impala

10/5 pendopo fatayat

11/5 sdk blog

14-15/5 tempo roadshow

19/5 rapat komite

21/5 moderatori diskusi bareng nurman hakim sineas

26/5 grasia





JUNI

1-2/6 bekasi

26/6 alfattah

28/6 RRI

29/6 SGM



JULI

1/7 halbil alfatah

11-20/7 tempo palmerah

22/7 Gramedia Hasfa camp

30/7 haul fadholi



AGUSTUS

2-5/8 demak expo

3/8 Gajahmada FM

4/8 juri musikalisasi puisi

7/8 setda

11/8 smp harbun

19/8 hasfa camp jurnalisme investigasi

24/8 sonora fm

24/8 gajahmada fm

31/8 dkd 




SEPTEMBER

2/9 snp candi indah

4/9 tahfidz

12/9 dikbud tbm

13/9 bbj pandanaran

23/9 ayana dan celosia

26/9 coach cernak

27/9 pesona hotel public Speaking Purbasari Influencer Academy

28/9 dikbud fest literasi

30/9 haul pdrgn



OKTOBER

2/10 setda

3/10 unika chevening

3/10 udinus palari

5/10 gow

14/10 seminar fatayat

19/10 gow

20/10 impala angle investor

24/10 pesona wisata

25/10 launch bbj hotel pandanaran

26-28/10 karimun

29/10 bnn gama

31/10 coach picbook




NOVEMBER

3/11 YOT

4/11 seminar fatayat Pendopo

5/11 kbih

7/11 seminar MUI

8/11 launch hiib

9/11 flashblogging hotel crown

12/11 coach picbook

14-18/11 festival bekraf Surabaya

19/11 arch Design

22/11 paxel hans coffee

23-26/11 coaching depok

29/11 codingmum pip







DESEMBER

6/12 haul mranggen

7-9/12 temu Coworking 2018

11/12 go digital amantis

11/12 rapat kbih

13/12 meet up hasfa camp

14/12 rapat gow

14/12 coding network

15/12 writing workshop SMA 1

17/12 start up RKB

20/12 Launch buku BBJ Hotel Pandanaran

Minggu, 09 Desember 2018

Temu Coworking 2018

Temu Coworking 2018



7-9 Desember 2018 barusan Temu Coworking ke-2 sukses digelar di Semarang. Coworing space dari seluruh pelosok Indonesia hadir. We all share, learn and support together.




Berikut beberapa petikan isi dari panel-panel conference maupun diskusi-diskusii unconference-nya.

Semoga bermanfaat!

Ada 230+ Coworking Space di 45 kota di indonesia. Sebagian berbasis digital tech, budaya, seni, makerspace. Awalnya adl hacker space di bandung, patungan nyewa rumah. Lalu comma di jkt. Awal 2015 ada 30 an. Separuh Coworking space ada di jkt.


Mitos Coworking space hy utk freelancer sbnrnya keliru. Krn bisa juga mengerjakan teknologi baru dan conncetor komunitas, corpority dan enterpreneur. Byk perusahaan yg meng-create inovasi2 dan bisa kolaborasi bareng.

Coworking tren in 2019 Corporate go Coworking More colabs with land/building owner Aim spesific market More technology

Added value dan Fasilitas yg bisa juga ditawarkan Coworking adl CRM, tech team, tech support, mentor, dst jd bukan hy membership bg start up, company dll

Utk payment Coworking ke depannya bisa cashless. Market saat ini awareness utk adopsi pd cashless mulai tinggi Fintech bs mengakomodir para pemakai Coworking space juga.

Pelaku Coworking space di 2nd dan 3rd city msh kesulitan ajak kerjasama dg pihak ketiga. Solusinya: Bisa kemitraan2 dg pihak2 yg py kerja sama dg cid

British council indonesia bikin riset. Context. Creative space: convenor, providing space, suppport, business dev, community engagement within creative, cultural and tech sectors. Jd org2 kesenian justru sdh duluan melakukannya




Typologi space: Coworking space, creative hubs, creative spaces, maker spaces, digital incubators, community Space, network collaborator Msg2 bisa menemukan identitas yg paling pas bagi space-nya. Atau memuat sekaligus berbagai fungsi

Makerspace menyediakan alat, tools yg tangible. Code margonda depok contohnya, mengajarkan membuat produk2 kayu dst.

Creative spaces activity biasanya condong pd background founder dan cofounder nya. Itu jd kunci. Spy tdk jd random tempat kerja. Tp ada sesuatu yg ditawarkan yg cuma ada di tempat kita Ex. Estubizi: kewirausahaan

Berkontribusi pd yg dibutuhkan masyarakatnya.

Creative hubs stakeholders

Recommendation


Make tomorrow, today. Unlocking growth for human age By bill jansen from mercer

Coworking space adl tempat yg menghubungkan byk hal. Berbasis komunitas. Komunitas adl keluarga yg kita bangun agar impactful dan meaningful. Stlh main ke tempat kita, ia makin berdaya dan terhubung dg sumber daya

Dampingi komunitas2 utk tahu permasalahan mrk demi bisa memberikan program yg tepat sasaran. Riset & evaluasi, libatkan tokoh, anak2 muda dst Pahami key point mrk. Sama2 cari solusi

branching out: when and how.
Bukan saja ttg tempat tapi bisa juga Diversifikasi utk revenue stream. Mitranya bertambah, inovasi programnya nambah, dll Bisa Going wide atau going deep.
Serendipity adl kebetulan2 yg menguntungkan. Tapi kpn kita siap branchout? Kalau internal sdh siap. Start up adl industri rintisan yg ada edukasinya Siapkan Business model,system Ada daerah2 yg mmg belum siap marketnya Butuh Mental-Momentum-Man

Armada Co hive dari 10 jadi 200 org dlm 2 th. Growing pain hrs diperhatikan krn stressful Problem utama di manusia. Dr main struktur jd makro manage. Tim dg job desc lbh jelas Invest in team lbh baik agar growth nya lbh cepat,shg revenue berlipat

Lihat opportunity pd space-nya saat branch out,tdk hrs cowork space. Cara hire team: Berangkat dg approach Community dev program, partnership. Lihat kualitas msg2 yg dibutuhkan desk job Lihat Function dr Community builder Strktr tergtg generasi

Social welfare driven by creativity. So we need creative city. Azwar anas dg approach creativity, bikin byk org dtg utk belajar, dan akhirnya juga tourism. Gmn caranya bgn ekosistem kreatif? Skrg mgkn anak2 yg bisa coding yg bisa ubah dunia

Byk bgt yg pemerintah tuh sok tahu. Byk hal dibikin yg tdk bs diterima masy sbnrnya Pemerintah hrsnya tdk cuma ajak masy kerja bareng, tp ajak berkreasi bareng Co-creation rather than just co-working - arifin, bupati trenggalek


Sympathy not enough Bikin posko: Sedekah informasi, sedekah rejeki, dll. Ternyata gak cukup s/d tempat2 jauh Pemerintah gak cukup pinter utk mengatasi masalah2 masyarakat. Hrs kerja sama dg org2 pinter, berdedikasi, kreatif dll di masyarakat


Local gov n city itself are Gus ifin, bupati trenggalek, ingin Coworking space jadi otak dan hatinya kota. Hrs juga concern agar umkm2 dan komunitas2 yg serupa di suatu kota, tdk saling saingan tetapi bisa kolaborasi

Coworking and local economic empowerment Ada p arief dr @jatiwangiart Stlh 10 th kerja di NGO, akhirnya bikin omah sinau lumajang,hadirkan learning center n creative hub utk pengembangan kreatifitas anak2 n pemuda desa di bdg seni, bdy, soc ent

Bikin: Capacity building dg sharing skil, training Program voluntary Ruang kolaborasi Pasar kebun Gandeng kecamatan2 bikin Event yg dibuka bupati Berani gebrak, gertak utk hadapi drama2nya




Why Coworking is important - Hari Sungkari Deputi chairman of infrastructure of bekraf Ada 16 divisi di Bekraf. jgn coba mahir semuanya, fokus! Msg2 kota punya subsektor lokomotif Kantor bekraf pertamakali di Coworking space kemang

Kerjakan semua sendiri dulu sampai dpt bentuk. Di bekraf: Infrastruktur fisik: kota kreatif, Coworking space sbg creative space Inf non fisik: ecommerce dll Produk kreatifitas tjd krn kolaborasi Kunci:pendptn tdk hrs dr space rent,hrs cari dr yg lain2


Salah satu business model spt kerjasama dg siemens, yg cari Talent di Coworking space. Jk merasa di comfort zone, tanda2 akan jatuh Pertemukan start up dg mentor,inkubator dll Investor tdk cukup lihat dr pitch 5 menit. Lht proses 3 bln Penting karakter founder

Penting kita masuk dlm radar. Krn kt gak kerja sendirian Temu Coworking ke-2 sukses krn bisa ajak corporation Mrk harap startup yg out of the box Demode via kapal keliling jkt, utk cari ide2 yg lbh liar Umur ditentukan o/ mindset, lagu yg didengarkan,film dll


Tunjukkan pd negeri luar, subsektor2 andalan kita 4,9% ekonomi kreatif naik. 10 T Film, aplikasi game, musik jd prioritas Bgm spy mrk pakai digital utk jualannya Buat packaging yg baik Mengangkat kearifan lokal dibungkus kekinian krn pembelinya byk Milenial


Kreasi, produksi,distribusi,validasi. Game death out - pocong-dibawa ke california Jgn bersaing melulu, kolaborasi!


Its not just what we see but how we see it

What's next? Don't chase doing what people don't wanna do Enhance how we understand today What if? We should Clear

Ke depan, org2 akan bekerja spesialisasi dan bekerja remotely Seberapa flexible perusahaan membiarkan workernya bekerja remotely (terutama kota2 yg macet)

Coworking for Startups: success n impact stories Coworking space jd saksi bgm gojek, bukalapak, dll berawal sampai jd unicorn Yg skrg juga tren adl bgm sharing economy kini juga disupport co-space Startup2 lokal juga mengatasi byk mslh2 yg impactful

Berangkat dr masalah/problem, pikirkan solusi, Bikin riset, kumpulin calon coworkers dlm grup, diem, dengerin, lempar ide, lihat sambutannya, buat landing page, sampai py 2rb klien Monitoring, mapping, kerjasama dg corporate yg juga membutuhkan Ex: sampah dll








Sistem dibagi free, bantu bangun infrastruktur, bantu financing, kredit lepas Ikut lomba,inkubasi,validasi bbrp kali, hire tim, sharing dg owner n mentor2 dr Coworking space Lingkungan penting banget utk dukung Startup

Coworking space membantu coworker utk terhubung dg investor juga, serta networking yg lbh luas

Hrs jelas bgt hal apa yg bs kita lakukan. Coworking space tdk hrs dibayar dg uang, bisa dg shared value. Menjualkan coworker, ntar ada timbal baliknya Margonda py 20 startup, mrk difasilitasi, margonda ntar dpt 5-10% dr hasil mrk


Ajak kolaborasi para Startup yg bagus, fasilitasi dan dptkan timbal balik Developer, Adviser, angle investor, dl juga didpt via Coworking space


Local hero itu sbnrnya affecting lbh banyak. Dan akhirnya bagus utk nasional


Spirit Coworking Space adl gotong royong. Vote: virtual office, ngundang google, dst Byk startup berpotensi, tp tdk py kesempatan ketemu mentor dan investor. Dr berbayar, jd membership


Bikin portofolio, sdh pernah gotong royong dg siapa aja


Beri alamat kantor, mentoring free, dst skrg siapkan inkubasi Prosesnya tdk lgs di depan, terus belajar Klien utama bisa sj virtual offices. Siapin kartunama2 utk coworkers


Pahami kebutuhan ekosistem, kembangkan eksperimen yg sesuai kebutuhan mrk Masuknya bisa dr belanja dulu


community team dan business team tersendiri. Krn beda tipe revenue-nya.
Pahami customer hrs jd DNA kita. Ada Startup baru setahun py 200 karyawan. Krn belum py kantor baru, tinggal di Coworking space. G2G dibentuk newzealand, smua kementerian hrs service

Pikirin live event spesifik yg sesuai dg Coworking space kita. Kembangkan!

Network collaborator bikin linkage model yg membantu byk komunitas. pas dpt proyeknya, bisa dpt sharing 10-15%

Bikin Event dg target ukm, kolaborasikan dg komunitas. Utk kerjasama dg bbrp partner berbeda yg sama2 bidangnya, lbh baik jujur spy enak komunikasinya

Kerjasama dg 2500 komunitas yg butuh tempat utk event butuh mentor. Awalnya simbiosis mutualisme. Kirim org utk cari tahu kebutuhan komunitas2 tsb Outrage ke market yg memungkinkan

Bikin database utk bisa bikin linkage, dan proyek kolaborasi. Inkubasi, bikin sampai ada prototype, produk dan terjual

Butuh Aplikasi atau CRM utk mappping database yg pasti eksponensial.
Bikin aplikasi Coworking space


Engagement bhkn bisa pakai apps wos. Database slrh community, gratiskan tempat utk setahun. Pakai intuisi utk linkage-nya 2500 komunitas 200 event setahun Pegang Influencer-nya, ambil 1 dpt 100. Bgm kita dipandang sbg magnet komunitas - community hub

Segmentasikan, kita butuh komunitas mana yg bisa dimonetize. Ada stagingnya, dr event, membership, private space, box2. Nama, hape, email, pekerjaan, usia, hobi > mailtarget database


Identify influencer, identify Comunity, engage, data base, segemntasikan, monetize



Community engagement uncoference Member involvement, interaction Community support Welxoming new member Community engagement




Uncoference: partnership Co-space partners Our value Who Corporation/industry Universities Government Media Communities Breakdown dari visi Sediakan fasilitas Berpartner dg yg bs penuhi kbthn market Dari 100 yg ditembak, yg kena 10 market validation


Kerjasama dg dinas, biasanya jd EO When you look like a duct, talk like a duck, walk like a duck, then you are a duck Kita bukan EO Jd walaupun act as EO, tp be very clear. Value co-space hrs jelas Clear, apakah event utk tambahan sampingan, benefit u/ member

Framing branding Why do you partner Member's need Revenue Branding Value proposition, sdh sama belum dg partner kita, apa kita malah rugi/tdk Kolaborasi dan ekosistem justru terbentuk dan diperbaiki stlh partnership


Revenue dr membership biasanya 25% cost hanya 1/3 revenue Tergantung bgm mendiversifikasikannya Mainnya: B to C B to B B to G Ada KPI2 G yg bisa align dg kita Kita jd jembatan dr design ke build Kdg2 G gak bisa turunin joint venture, krn khawatir kena KPK

Begitu corporation sdh melek, tinggalkan gov krn gak sdh butuh revenue dr mrk. Tp tetap maintain utk dpt akses. Collaboration w other co space Coworking visa Other partnership idea

Hubud py 250 co space partner di berbagai negara. Bisa remote Kalau tdk saling menguntungkan/tdk imbang, tdk perlu partner-an, cukup kita refer kan Ada partnership jangka pendek dan jangka panjang Partnership dg komunitas2 Mapping


Partnership simpel, misal kalau klien butuh private space tapi kita gak punya, kita bisa referkan ke kompetitor yg pd akhirnya jd partner kita Astra property: py 2 inisiatif Astra siapin hardware, co space siapin software Joint Venture tergtg value proporsi


Why partner Bisa secure partnership dan lgs deal biasanya krn solving each other's pain. Biasanya langsung nafsu. Yg lain bisa oke


Uncoference: Why team building Investing in people Cultivating learning mindset Hiring from members Hiring= investasi CTO, COO, CMO, sendiri2 Tdk selalu maunya founder sama dg persepsi team Akhirnya founder tetap jd striker terus Task Delegation vs Confidential Care taker


Kalaupun tdk ketemu founder, ceo, setidknya tim yg ketemu klien beri akses yg dibutuhkan klien


Team management HR+finance+admin in cws Hiring Outsourcing Management Scale up Coworking Team Management Team maintenance in Coworking Community engaging mindset in team members How can you move your core team more sustainable

Employee yg bertahan lama krn: Tahu valuenya, personal purpose Byk value yg bs diterapkan utk pribadi n lingkungan, dan impact Gaji, byk networking, belajar byk Waktu lbh flexibel, flexibility Komunikasikan saat hiring, apakah purpose employee align dg kita

Tummler: community manager Ajak tim ke the real co space yg impactful Impact hub dian hasan, danty, yg humble, ramah Berikan role model Semua hrs py sense of Community Divisi learning n experience Jelasin core, harga, dst Building management Marketing sales




Kalau tahu overlap tugas, mending gabungin aja divisinya Tergantung bgm kita treat kita sendiri Every one can be host Founder/owner kerja bareng member juga di meja/rg sama Jd host gak mungkin bersikap buruk ke member Study banding utk benchmark


jangan ragu utk bicara terbuka, komunikasi dg founder
Stlh mjd besar, hrs berhubungan dg lbh kompleks Founder hrs selalu ada ktk employee/tim butuh bicara dll Care about health, happiness tim, gak melulu kerjaan
Human capital bantu utk settling tittle


Arsitek yg bikin Coworking space 10 org satu company. Tapi kerjakan dg 4 company lain. Dg kolaborasi, bisa kalahkan arsitek luar Coworking ya office To support occupant on performing their task and activities


Uncoference: how to build co space How to start Identify Legal, tax VO Young generation Property vs co space Tenant vs member Co space gabungan industri property, hospitality, EO Essence= interaksi antar host dan member, antar member, dg jaringan di luar kita

Karakter beda krn ruang beda Hrs tahu 5km sekitar tuh ngapain Lokasi premium? Perwakilan perusahaan asing butuh kantor tp tdk mau beli aset Siapa yg kita tuju Kekuatan utama=background cofounder krn menciptakn suporting ecosystem spy siapapun yg dtg bs upgrade

Sistem member biasanya bulanan Begitu dia masuk, berarti mjd bagian dr ekosistem Ada relasi interpersonal yg dibangun Word matters Shg member memiliki tempat itu Ex: mau bikin pameran, dst Deal kan jam2 yg bisa dipakai

belajar ttg co space dr 100 youtube Partner dg akademisi, bisnis, komunitas Identitas: ada asosiasi tertentu yg kita lekatkan Proses identitas melalui byk hal Kekini: tadinya konotasi LSM, sulit Gerakan sosial, basis budaya Bikin program2 khusus perempuan

Mencipta image space for everyone utk berekspresi n berkembang bersama Bikin diskusi musik bulanan, tdk berhasil. Pdhl keren2. Krn tdk dikenal sbg tempat u musisi? Ternyata krn Anak musik beda culture, lbh suka jamming Anak sastra, teater gandrung discourse

Identitas kalau dipaksakan di depan, not work Akan terbentuk melalui org2 yg datang dan terkait dg kita, yg mengelola bareng Co space: Ruang yg dpt dieskalasi penggunaannya melalui org2 yg ada di dlmnya Identity tdk berbanding lurus dg revenue Vibe, soul, people

Krn py kedekatan, segala sesuatu bisa dibicarakan Scr natural, yg kebawa adl org2 yg ada di lingkaran kita Awal 6x11 dg 5 meja 1rb an event setahun Jualan data, networking Th ke-3 pindah ke 600 m2 Tahu problem utama kota Dr event yg convert member gak ada

Sbg bisnis, Kerapian hrs dikerjakan Terdaftar sbg apa, pajaknya berbeda Paling aman as rental office Member kyk gym, ada pajak lain Bedakan invoice2 0,5 % kalau ukm Non PKP, klien byr pajak sendiri Tapi Bs jd bhn gimmick, harga sdh termasuk pajak

Coworking Space dianggap sbg strategi utk quantum leap

Loyalitas bisa dibangun stlh menemukan identitas

Di sesi paling akhir, kami walking tour ke kota lama