Siapa Suruh Datang Jakarta

Mungkin sudah ada yang pernah baca postingan blogku di suatu waktu yang lalu, bagaimana aku sangat mencintai Jakarta. Dua bagaikan kota ketigaku, setelah Demak dan Semarang. Tanah air kampung halaman dan tempat kuliah dan kerja, mungkin adalah jawaban untuk dua kota pertama yang kusebutkan atas pertanyaan kenapa mereka menjadi favoritku. Tapi untuk kota ketiga, kenapa Jakarta? Aku juga kurang tahu asal muasalnya.
 Mungkin karena aku Gemini  yang suka gemerlap dan keramaian, sehingga Jakarta dengan gedung-gedung tingginya serta segala keramaian orang-orang di stasiun-stasiun juga halte-halte dan jalan-jalan rayanya membuatku fallin dengan metropolitan ini.
 Meski banyak juga orang yang bilang kalau iya lah bisa mencintai Jakarta, karena meski sering pergi ke ibu kota ini, tapi kan tidak.tinggal terus di sini. Paling satu minggu, dua minggu, tiga minggu. Coba kalau tiap hari di Jakarta, pasti jengkel juga. A ha ha, bisa juga sih. Tapi untuk sementara nikmati saja rasa cinta yang sudah mendarahdaging tanpa tahu sebab pastinya ini.
Saking cintanya ama Jakarta,  Jadi tiap kali ada pengumuman seleksi blogger di grup facebook gitu, rasanya juga ingin ikutan nge-bid meski ada batasan hanya untuk blogger Jabodetabek. Ha ha ha, hawa terpanggil seakan anak Jabodetabek juga begitu kuat mendera. Cuma ya akhirnya tahu diri saja, sehingga tidak jadi ikutan nge-bid.
 Alhamdulillahnya kok ya ada-ada saja acara yang bisa membawaku pergi ke Jakarta. Entah hanya transit pas mau ke Malaysia Februari 2019 lalu, terus transit lagi waktu ke Eropa Juni 2019 kemarin, then ada beberapa kali event seperti Jakarta Interntional Literary Festival di Taman Islamil Marzuki Cikini selama hampir satu minggu, juga Reset Coaching November kemarin, dapat hadiah workshop Jurnalisme Investigasi dari Tempo, award night saat menang kompetisi novel Bulan Narasi, dapat hadiah workshop menulis cerpen dari Kompas, hadiah workshop emnulis novel dari penerbit Mizan, mengisi talk show di RRI Jakarta dan banyak lagi lainnya. Yang teranyar dan gres adalah dapat undangan dari Bank Indonesia karena menjadi finalis dan nominator lomba Blog yang diselenggarakan Bank Indonesia. Alhamdulillah wa syukurillah.

 Kami diterbangkan dari daerah maisng-masing dan selama empat hari diinapkan di Hotel Arya Duta dekat Gambir Jakarta.
 Dari Bandara Internasional Soekarno Hatta Terminal Kedatangan Domestik 2 E aku naik kereta bandara ke Stasiun Sudirman BNI City lalu sambung naik gojek ke Hotel Arya Duta.
 Di pintu keluar stasiun Sudirman BNI City ada pojok bacanya lho. Keren banget kan. Bisa jadi spot foto juga. Eaaaaaa...
 Di area ini sekaligus terdapat beberapa pool aka halte untuk moda-moda transportasi lainnya. Ada halte untuk MRT juga halte untuk Trans Jakarta. Tinggal pilih saja yang mana sih.
 Sore menjelang petang ini aku kembali menapaki  kota Jakarta, my lovely city, menyaksikan gedung-gedung pencakar langitnya yang tinggi, menikmati kemacetan jalan-jalannya dengan aneka kendaraan yang beraneka ragam

Holla again, Jakarta. Please be nice to me :)