Wonderful Moment With Wonderful Friends Watching Wonderful Life Movie






Senang banget hari Kamis sore kemarin aku  berkesempatan nobar alias nonton bareng teman-teman di Cinema XXI Citraland Semarang.

Menulis cerita dan novel  tidaklah  mudah. Apalagi menulis skrip film. Jadi ya sedikit deg-degan waktu mau nonton film Wonderful Life ini. Takut punya ekspektasi berlebihan lalu nanti jadi kecewa. Gitu ya kan? Halagh kayak kalau kita punya kisah percintaan gitu itu lho. Sudah punya harapan setinggi langit, tahu-tahunya mlempem kayak kerupuk kena angin ama air. Hahaha malah curhat..Haish... Dezigh :D

Jadi sembari menunggu filmnya tayang, terlintas sebentar-sebentar ada mas Reza Rahardian ngiklan film-filmnya yang akan datang, aku upload foto selfie-ku ke instagram. Utamanya buat manas-manasin si dia yang di sana itu. Dia siapa? Ada deh, ntar tunggu kisahnya di novel Mayana Series berikutnya ya. Judulnya Never Ending Love Story aka #NELS. Halagh malah promosi :D


Eh malah foto instagramku di-like ama PH, produser, sutradara dan para pemain film Wonderful Life. Jiaaaah...kejutan bangets ya kan? Terima kasih banyak ya :))


Wonderful Life sendiri cerita tentang single mom yang diperankan Atiqah Hasiholan yang jatuh bangun pontang panting mencarikan obat untuk anaknya Aqil (diperankan Sinyo).

Aqil itu bahasa arab yang artinya berakal alias cerdas. Tapi si Aqil ini disleksia, sehingga membaca dan menulis saja dia sulit. Sang kakek menyudutkannya, demikian pula guru-gurunya. Bahkan teman-teman Aqil membulli-nya.

Umi-nya, asyik ya cara manggil ibunya, jadi risau setengah mati. Secara, si umi ini jagoan banget. Wanita karir yang sukses di sebuah perusahaan agensi. So, dia nggak mau anaknya 'bodoh'.

Perjalanan sang ibu mencarikan 'obat' bagi anaknya inilah yang menjadikan Toyota sebagai sponsor film mendapatkan bagian yang cukup banyak untuk tampil. Uhuy.

Sari Ayu sendiri sebagai sponsornya juga tentu saja tampil lewat kecantikan sang mama yang tak bisa kita tampik keayuannya yang alami.

Most of all, pesan ceritanya bagus. Tapi yach mungkin terlalu pendek waktunya, jadi kesannya kurang smooth. Good job! Semoga menyadarkan kita semua, emak-emak ini juga para orang tua pada umumnya, bahwa semua anak terlahir sempurna. Dan sudah sewajarnya kita mencintai dan menerima mereka apa adanya.

Let's love and hug our kids <3