Senin, 24 Oktober 2016

Sebarkan Virus Socioteenpreneur Untuk Indonesia Lebih Baik

Sebarkan Virus Socioteenpreneur Untuk Indonesia Lebih Baik


Alhamdulillah sejak rilis tahun kemarin,  virus Socioteenpreneur terus disebarkan.  Awalnya via Indonesia International Book Fair,  lalu  lomba potret wirausaha sosial.
Terus lanjut dengan sharing socioteenpreneurship di Demak Book Fair, juga di SMK 3 Semarang. 

Bahkan berkesempatan melaju ke civitas akademikaku dulu, kampus Teknik Arsitektur Undip, saat aku diminta jadi dosen tamu di mata kuliah kewirausahaannya. 


Terus yang seru lagi saat sharing Socioteenpreneur Oktober di  Medan, dan bahkan dilanjutkan November di Medan lagi dengan lokasi dan audience yang berbeda, lalu juga di SMA Muhammadiyah Purwodadi.  


Buku Socioteenpreneur juga dibedah saat Buka Buka Buku di Gajah Mada FM Semarang. Seru kan ya? Alhamdulillah banget. 

Semoga Virus Socioteenpreneur terus menyebar ya,  Untuk Indonesia Lebih Baik. Aamiin. 


Oh ya, ini ada review buku Socioteenpreneur dari salah satu pembacanya:


“Socioteenpreneur adalah wirausaha muda/remaja yang mempunyai perhatian penuh terhadap pengembangan masyarakat di lingkungannya dan mampu memberdayakan untuk menghasilkan satu perubahan sosial yang berujung pada kesejahteraan bersama.” (Hal. 28)

Definisi tentang socioteenpreneur ini menarik. Menegaskan bahwa di masa sekarang pun, remaja bisa mengambil peran dalam masyarakat. Bahkan disebutkan tentang “kesejahteraan bersama” dalam pengertian tersebut. Bukankah itu hal yang menarik.
Buku ini akan mengajak dan memotivasi remaja dan anak muda untuk mengambil peran dalam masyarakat. Mengajak membangun kepekaan terhadap sekitar agar mampu mengidentifikasi masalah yang berkembang di lingkungan sekitarnya kemudian mencoba menemukan solusinya.
Di dalam buku ini ada 15 chapter yang dibuka oleh epilog dan ditutup dengan prolog. Pembahasan setiap bab disusun dengan runut. Dimulai dengan memahami definisi sociopreneur. Kemudian berkembang ke socioteenpreneur. Hingga kemudian membahas potensi, tahapan hingga berbagai hal yang perlu dilakukan menjadi seorang socioteenpreneur.
Dalam buku ini, pembahasan socioteenpreneur tidak dilepaskan dari teladan ummat muslim yakni, Rasulullah sallallahu alaihi wassallam. Para remaja dimotivasi dengan kisah hidup beliau yang sejak muda sudah menjadi pedagang. Namun juga tetap ikut aktif berperan dalam masyarakat.
Kelebihan buku ini adalah disisipkannya profil para sociopreneur sehingga semakin memotivasi pembaca. Sebab mereka jadi tahu bahwa di luar sana ada seorang yang jatuh bangun kemudian sukses menjadi sociopreneur. Selain itu, adanya pembahasan tentang event dan kompetisi socioteenpreneur menjadi nilai tambah bagi buku ini.
Yang dirasa kurang dari buku ini adalah pembahasan yang secara gaya bahasa masih terlalu serius. Padahal sasaran pembacanya adalah remaja dan anak muda. Sehingga ada baiknya jika menggunakan bahasa yang tidak kaku. Apalagi pembahasan tentang sociopreneur masih termasuk pembahasan cukup serius sehingga perlu disiasati dengan layout dan gaya bahasa yang santai.
Namun secara keseluruhan buku ini sudah membahas tentang socioteenpreneur dengan lengkap dan runut. Sehingga mudah dipahami.
sumber: http://atriadanbuku.blogspot.co.id/2016/07/socioteenpreneur.html 
Yuk ikutan sebar virus socioteenpreneur!





2 komentar:

  1. Ternyata ke Medan dulu itu untuk sebarin virus socioteenpreneur ya mbak :)

    BalasHapus