Manifesto Dan Manifestasi 



ISTILAH

Istilah bukan hal yang sepele. Mereka yang memproduksi istilah dan kemudian diterima dan dipakai oleh orang banyak,akan "menentukan" arah percakapan publik. Mereka bahkan bisa menentukan "cara berpikir" orang2 yg menggunakan istilah itu.

Berawal dari cuitan Gus atau yai Ulil abhar Abdalla inilah, thread cuitanku di twitter kemudian muncul.


Betul banget kalau istilah itu bisa menentukan segala macam. Semacam jika sudah ada manifesto, biasanya ya diikuti dengan manifestasi. Kecuali kalau omong doang alias OOT omong-omong omong thok, aka PHP pemberi harapan palsu, hadeuh kok malah curcol.

ini nih thread cuitanku

Makanya istilah, konsep, terminologi tentang jember/olo/perkoro sing elek, tentang bendhu/murkaNya Allah, tentang loghouw/kesia-siaan, yang diperkenalkan semasa di pondok/madrasah menjadi panduan bagi santri untuk menghindarinya. Karena kenal konsep/istilahnya, jadi tahu apa yang harus dilakukan/tidak dilakukan.

Konsep/istilah/terminologi iffah/menjaga diri,muru'ah/harga diri, marwah/kehormatan, izzah/kemuliaan, memagari kita shg berperilaku yg mencerminkan dan mendorong perwujudannya. Mmg segitu powerfulnya kata2,istilah,konsep, terminologi. Tentu saja butuh effort/ikhtiar& perkenanNya

Kdg kalau ada konsep/istilah yg lusut/luput dr memori/ingatan, kyk jd pertanda bhw kita belum cukup menanamkannya dlm diri,shg pd praktiknya juga terlewat. Spt istilah altruisme, yg belakngan jd akrab di telinga sejak makin kenal konsep poligami. Atau istilah assertif/tegas dll

Istilah tawazun, tasamuh, tasawuth yg NU kemukakan, mjd pedoman nahdliyyin dlm laku keberagamaannya. Istilahnya islam berkemajuan yg Muhammadiyah gaungkan, mendorong umat meraih apa yg mrk miliki skrg. Istilah,konsep,terminologi,kata2 mmg sedemikian powerful So choose your words

Ada juga byk istilah/konsep/terminologi dlm bahasa jawa yg mjd panduan org2 jawa dlm lelakunya. Pun dlm bahasa2 lain, yg skrg byk disadur dan dipakai byk milenial. Apa istilah/konsep/terminologi favoritmu?


IJAZAH

Sekalian nitip cuitan kemarin ya. Masih ada hubungannya denganmanifesto dan manifestasi lah. sambung-sambungin aja.
Dulu pas dpt ijazah baca surat aththolaq biar enteng jodoh,sbnrnya sdh terbersit pertanyaan, kok aththolaq kenapa. Kutanyakan ke bbrp orang, tp tdk ada jwbn. Spt biasanya,ijazah wirid itu ya asal diterima&diamalkan. Sampai kemudian bbrp waktu lalu saat baca lagi-pdhl sering baca-

tahu2 menemukan ayat wa man yattaqillah yaj'al lahuu makhroja dst Lalu baru ngeh sadar oh kenapa surat ini diijazahkan utk tujuan tsb. Krn ada kandungan nasihat taqwa di situ berikut janji rewardnya, yg tentu saja mustinya tdk cuma dibaca tp dihayati dan diamalkan.


Nih ada taqwa,jalan keluar,tanpa disangka2,tawakal,dicukupkan, sampai,qadra/jatah wa man yattaqillaha yaj-'allahu makhraja wa yarzuqhu min haythu la yahtasib wa man yatawakkal 'a- lallaahi fahuwa hasbuh innallaha balighu amrih qad ja'a lallahu li kulli shay'in qadra

Bgm suatu ayat tadinya terbaca tapi 'tdk terlihat' lalu tahu2 suatu ketika 'terbaca' lagi dan merasuki kita berikut pemaknaan, insight dan aha moment-nya, sungguh merupakan salah satu anugrah, karunia dan kasihNya yg tak ternilai. Tentu saja msh byk PR stlhnya, ie: mengamalkan.