Telusur Jejak Keraton Demak


dian nafi

Dalam catatan Tome Pires, diketahui bahwa kota Demak terletak di antara Semarang dan Tidunan (?); dilalui oleh sungai yang dapat diarungi dari laut, walaupun harus menunggu air pasang. Keraton Demak memang berada di tengah kota, namun lokasinya tidak diketahui, karena sangat sedikit data fisik yang ditemukan. Hanya data Masjid Agung dan alun-alun yang menandai sebagai pusat kota kerajaan; dan tentunya dengan satu istana di dekatnya. 


Konon pada awal abad ke-19, Fokker pernah melihat reruntuhan keraton Demak di dekat masjid dan alun-alun sebelum dibangunnya Jalan Daendels. Kemungkinan, Jalan Daendels inilah yang menjadi penyebab pertama hilangnya jejak keraton Demak dan diperparah oleh dibukannya jalur rel kereta api. Patut diduga bahwa keraton Demak berada di sisi selatan alun-alun di mana kedua jalan tersebut melewatinya. 


Di timur lokasi keraton terdapat lapisan tanah yang dahulunya merupakan kolam besar; diperkirakan merupakan bekas lokasi kompleks Tamansari. Dari tempat ini juga terdapat toponim 'bale kambang' sebagai simbol kosmologis raja dan kerajaannya (Hendro et.al, 2021).


Namun demikian, di mana sebenarnya Keraton Demak itu berada? Bersama *Profesor Totok Roesmanto* dari Arsitektur Undip; yang akan dipandu oleh *Dian Nafiatul Awaliyah*, seorang penulis produktif dan penggiat banyak komunitas di Demak, kita akan diajak menelusuri jejak keraton Demak hanya di Serial Belalak #19 nanti.