Ngemil Baca The Professor



Aku mendapatkan novel ini langsung dari penulisnya, Faisal Tehrani, saat hadir di International Literary Festival. dan berikut ini adalah kesanku selama ngemil baca novel ini. 


Sudah pernah dengar cerita tentang fenomena ini dari anakku yang langsung melihat di pondok, lalu baca fenomena serupa via novel penulis malaysia ini membukakan mata, bahwa fenomena itu ternyata ada di pesantren mana-mana. bahkan di negeri sebrang. Kupikir selama ini aku tahu banyak, jebul ada yang lewat


Penceritaannya maju mundur sepanjang novel. Cerita saat kejadian skrg bbrp paragraf, balik masa lalu di pesantren, balik lagi ke skrg, lalu flashback dst.

Menampilkan miliu yg sekilas spt berbeda banget, antara pesantren yg tradisional dan akademisi di eropa yg modern liberal

Benang merahnya adalah tema percakapan atau a slight of insights that come in suliza's mind as the main character. While those penceritaan yg maju mundur, kita pelan2 mengenali satu persatu karakter2nya baik di masa lalu dan masa kini. Berikut motif2nya, their fears, dreams, etc

Nama2 tempat, judul2 lagu yg tersaji mendorong kita mencari tahu lbh byk. Atau jika mrk yg sdh paham, mjd relate. Bbrp kutipan dr penelitian2 ilmiah juga pasal2 HAM tersebar di bbrp tempat. Menyelip di antara cerita

Terdapat bbrp sub plot dg secondar characters, dengan benang merahnya antara lain perjalanan mrk dr islamist conservative mjd liberal progresif

Cara penulis menyelipkan tour tokohnya di tempat2 wisata di jerman bisa jadi acuan metode utk menyelipkan hal yg sama di cerita yg kita buat. Gak ada hubungan langsung dg konflik dan bangunan cerita tapi lumayan nambah wawasan pembaca dan nambah halaman. Diseling2 biar gak bosan

Bertaburan dialog2 diskusi antar scholars ttg minorities. Menyajikan argumen2 yg mgkn dimasudkan paradigma shifting buat readers. Bahkan jalan pikiran tokoh yg dibagikan dlm cerita juga menguatkan misi ini


Beberapa kali tokohnya mention novel lain yg juga karya si penulis novel ini. Lucu juga ya cara promonya. Si tokoh mention nama penulisnya juga.


Kadang ada kutipan panjang dari paper yg masuk di novel ini lewat scene si tokoh sdg membacanya. Yg kalau terlalu panjang, jadi agak menjemukan juga. Kecuali bagi mrk yg terbiasa dan suka baca paper juga

Pembaca dibuat menebak2. Menyusun puzzle2nya. Awalnya Pov suliza. Lalu pov dalila. Then pov orang ketiga serba tahu. Dst



Mengungkap sedikit banyak bgm pernik2 kehidupan profesor. Their miliu, challenges, pathways options, etc. Steps of academic ladder.


Bahkan ada pov orang kedua. Dari malaysia, pembaca dibawa ke doha,rhode, abu dabi, dublin, berlin, jerman, lalu belgia, geneva kotanya HAM. Rive. From discussion to conference, to another forum, lectures, so on.

Then taj mahal. Lucu sih, kdg penulisnya menyelipkan bocoran aka foreshadowing dg bilang ladies and gentleman, bla bla bla. Eh penulisnya beneran tampil perform di suatu event diskusi dlm novel.


Penulis menyusun puzzle cerita sedemikian rupa shg kita awalnya menemukannya terpisah2, seolah loncat2, dg permainan pov dan waktu naratif yg acak, utk kemudian kita pahami siapa tokoh2 dlm scene2 dan chapter2 itu n bgm mrk terhubung. Dibikin not easy to read. Kyk main rugby


Then london, lalu paris, tahu2 kita ketemu anak perempuan bersama ayahnya yg menemui kembali ibunya stlh 30 th berpisah, Dalila dlm keadaan sdh sepuh, beruban. Masih tetap diselingi kutipan2 pemikiran2,persepsi2,etc. Entah dimaksud sbg novel propaganda,atau ya pembuka cakrawala

Tradisional dibenturkan dg modernitas, islamis vs liberal, inequality, minorities, human rights. Kutipan2 dr rasulullah dan shohabiyah termasuk ali juga dimasukkan dlm kerangka mendukung ide (propaganda) kesetaraan, perlindungan pd minoritas dll.


Then stockholm. Tapi flashback dikit ttg makasar. Maju mundur maju mundur gitu plotnya. Dalam mundurnya, maju. Dlm majunya, mundur. Zigzag. Tokoh2 dan subplot2 baru terceritakan dlm keadaan tokoh utama menua, jd sbnrnya mrk org lamanya tokoh utama juga,tp diceritakan belakangan

Dalila nemuin anak perempuannya teja. Dan jebat. Mrk bercerai stlh anak lelakinya, lekir mati kecelakaan motor. *Eh spoiler. Di part2 blkg saat dalila bertemu lagi dg prof taqi,kita dpt pemahaman2 baru yg disitir dr syekh yusuf almakassari. Jd meski seolah di bagian2 depan..

..spt mendukung kebebasan dan pelampauanbatas, tp di ujung ada pemaparan ttg taubat,tasawuf etc. Bagus sih ya. Storyboardnya kyknya detail sih ini. Lompat sana sini. Tp nyambung. Ie. Dalila ditampilkan amnesia. Tp sepanjang baca,kita dibikin penasaran terus, amnesianya krn apa