Minggu, 30 Oktober 2016

Writravellicious Goes To Kuil Pulau Galang

Writravellicious Goes To Kuil Pulau Galang



Setelah melalui lebih dari satu jam perjalanan dari pusat Kota Batam karena sempat macet juga, akhirnya saya tiba di kawasan Kampung Vietnam. Sebelum masuk kawasan, taksi  melintasi portal dan membayar tiket masuk. Untuk  biaya tiket masuk perorang lima ribu rupiah.

Usai  membayar tiket masuk, pemandangan masih belum berubah. Karena kiri dan kanan  sepanjang perjalanan, hanya ada  pepohonan saja. Belum nampak pemandangan lain, seperti bangunan ataupun  perkampungan.


Destinasi pertama yang bisa dinikmati saat masuk kawasan kampung vietnam ini adalah sebuah bangunan Vihara. Namanya vihara Quan Am Tu. Bangunannya sangat  mencolok  full colour warna-warni. Langsung nampak dari jalanan.

Bau hio yang dibakar menusuk  hidung begitu kaki melangkah memasuki halaman vihara.

Terdapat tiga patung berukuran besar warna-warni, dengan patung naga raksasa sebagai penjaganya.  Dewi Guang Shi Pu Sha merupakan patung paling besar.  Dua plakat  di kaki Sang Dewi, berhuruf merah, berbunyi:

“Dewi Guang Shi Pu Sha bisa memberikan kita hoki, jodoh, dan keharmonisan dalam rumah tangga dengan cara: berdoa, semoga Dewi Guang Shi Pu Sha mengabulkan apa yang kita inginkan setelah selesai berdoa, melemparkan koin ke arah Guang Shi Pu Sha”.

Plakat kedua isinya,“Bagi anak-anak yang ingin pintar sekolah, cita-cita cepat tercapai berdoalah kepada Dewi Guang Shi Pu Sha supaya membantu kita mencapai apa yang diinginkan (yang halal)”.
 Dan akupun berpose di depannya :D

Vihara Quan Am Tu diresmikan pada 10 Desember 1979. Secara keseluruhan, vihara tampak resik apik, terlihat kalau well groomed,  terawat dengan baik. Foto-foto berwarna yang sudah pudar ada di sana, menampilkan masa-masa saat vihara dibangun, direnovasi dll.

Saat hendak meninggalkan vihara, saya berpapasan dengan beberapa orang yang mungkin punya darah Cina atau Vietnam. Mungkin mereka datang untuk beribadah selain berwisata.


Di Pagoda ini konon terdapat tempat penyimpanan abu warga Vietnam yang dulu meninggal selama masa pengungsian mereka di Pulau Galang. Pagoda Quan Am Tu ini terletak di atas bukit, dari sana kita bisa melihat view yang indah sekali. 


Kuil Quan Nam Tu ini diresmikan pada tahun 1979 oleh Maha Guru SEK CHONG SEN dari Tanjung Pinang dan para biksu-biksu Vietnam. Kuil ini jadi saksi para pengungsi Vietnam yang berjuang bertahan hidup di tempat tersebut kala itu.


Dari pagoda Kuil Quan Nam Tu ini, saya pun melanjutkan perjalanan  berkeliling di Eks Kampung  Pengungsian Vietnam.

0 komentar:

Posting Komentar