Nawal El Sadaawi, Garin Nugroho, Debra Yatim, Nia Dinata dan Kemanusiaan

dian nafi dan nawal el sadaawi: perempuan di titik nol

Seneng banget beberapa waktu lalu aku bisa berjumpa lagi dengan mas @ garin nugroho film maker legendaris di negeri kita dan bu debra yatim setelah pernah jumpa di uwrf waktu itu.

Kali ini bertemunya via webinar zoom karena pandemi covid-19. Ada juga @ teh nia dinata  dan @ Miss Dona Amelia.


Thank you for all great insights, love, courage and bravery that deliver to us.



Gambar


Berikut beberapa petikan diskusinya.

Karena mas Garin Nugroho punya ibu karir jd tdk byk berpikir ttg privilege laki2. Peran perempuan, bias gender jd bagian hidupnya. Tdk terlalu mengagetkan. Mrpkan masalah besar tp tdk menjdkannya sbg masalah.

Isu sensitif penting dibuka utk membangun diskusi, bertumbuh jd matang

Mjd bagian hidup yg hrs dilakukan dg wajar dan bersuka cita. Bias gender pd rg publik bekerja, hal2 sederhana sehari2, laki2 lbh py keleluasaan. Perempuan py batasan2 sosial. Rg publik, pendidikan, laki2 bs masuk ke mana saja tanpa masalah. Perempuan masuk masjid aja musti beda

Bias gender juga ada dlm penciptaan, mjd bagian dr kerja kita mencipta. 99 % produser film2 mas garin adlh perempuan. Mba debra yatim baca kuasa dlm sinema. Yg tjd dr th 80 msh tjd sampai skrg. Pengambil keputusan di luar sutradara, ada 33 perempuan. Dlm kurun waktu 50 th
Gambar
dian nafi dan debra yatim

Hy 10% perempuan yg mau masuk film, hy 2 yg mau jd sutradara. Kbykn mau jd editor n script writer Krn itu rg aman.

Banyak orang ingin menjadi seperti mas Garin Nugroho dan mbak Nia Dinata. Tapi menjadi sutradara hrs ke hutan, berbulan2 jauh dr rumah. Tidak banyak yang sanggup dan bisa.

Gerakan feminism gelombang ke-3 sdh dtg ke indonesia

Kesetaraan laki pr sdh jd pembahasan sejak kartini 130 th lalu Mba debra buat script. Semua film maker yg laki2 usul ada tokoh ibu2 kompleks yg gosip. Mba debra lawan Konsep sejak kalyanamitra hg kini tdk bergeser Buku2 dikbud msh belum geser dr abad 19, ibu masak di dapur dst

Anak2 milenial melht itu tdk sbg kebenaran krn yg ia lihat ibunya kerja di kantor Seberapapun feminisnya kita,tp tiap 15 menit tv menayangkan iklan yg mengukuhkan patriarki 120 th diskursus anti poligami,sdh diwujudkan dlm film berbagi suami
Gerakan hrs didorong.. .oleh pemerintah, pembuat kebijakan dst.
Anti pelacuran Anti pelecehan Anti kekerasan Anti poligami Anti Perdagangan perempuan Pendidikan setara laki2 perempuan

Tema kemanusiaan scr utuh. NII, sugija, komunisme, puisi tak tergugurkan. Hal2 yg menciderai kemanusiaan hrs diangkat meski ada resiko2. Isu2 yg jd penyakit bngsa hrs berani kita angkat. Film kucumbu tubuh indahku, isu gender jd bagian isu kemanusiaan. Th dpn ttg tubuh yg hijrah

Dpt penghargaan UNESCO
Tema pedesaan yg jarang diangkat. Kesetaraan kemanusiaan. Berbasis sebagian kisah riyanto,sebagian kisah seniman yg termarjinalkan.

Mas Garin Nugroho akan buat film ttg mafia peradilan UNESCO:film itu jd rg dialog yg membawa keseharian kelompok masyarakat bawah.

Membawa mrk kembali pd sejarah, trauma tubuh yg mrk alami Sgala ekstrimitas akan tumbuh kapan saja, di mana saja, tp hadapi dg kehangatan Jargon pluralisme, tp politik indonesia omong kosong. Paling yg ada kompromi. Ya kita tutup dulu.
Film sdh lolos sensor, kok tdk bs tayang, berarti melecehkan undang2 Akhirnya polisi bersenjata dikirim utk hdpi mrk yg menolak pemutaran Dg memutar, kita memahami subyek Film terbaik marina, the seen unseen Th ini sbnrnya periode perempuan Ide marina ternyata dr mas garin Nugroho

Usmar ismail seorang minang tp memberi rg utk perempuan, mengangkat masalah2 sensualitas terkait perempuan, sdh menimbulkan protes dr byk org Rata2 hanya 5% perempuan kerja di bidang film. Jarang yg mau jd sutradara.

Sblm buat film kucumbu, m garin baca buku tubuh dan trauma, tubuh dlm rg sosial dst. Riset ke kampung2 riyanto. Diskusi Daeng manda maestro makarena,tari2 sulawesi yg ada hbgnnya dg gender. Riset pglmn2 yg terkait tubuh Bhkn dlm shoot, teman2 LGBT yg beri saran Di mn keindahannya

Dlm penciptaan2 karya itu tdk gampang M garin tanya, yg begini ini romantis tdk mnrt LGBT, di mana letak keindahannya dst Jd ada byk penasihat LGBT, apresiasi dunia lain, khdpn yg bukan miliknya, Sutradara menjaga jarak shg bisa membuka rg2 apresiasi tsb


Sebenarnya teh Nia Dinata tdk pernah merasa melakukan kritik Hy krn nyaman berkomunikasi dg film Dari anak bulungan pindah jeddah. Terkungkung krn perempuan Nonton sound of music, suka dg maria krn broke every rule tp juga py kehangatan yg tinggi, kindness

Di rumah neneknya yg minang, ada oom yg bebas mengeluarkan ekspresi. Sampai kemudian tjd tragedi dia dipukuli Keluarga menyediakan safe space, tp society tdk menyediakannya. Ktk film arisan keluar, smua menyambut hangat Tp ktk film berbagi suami keluar, byk yg mencaci maki

Lembaga sensor mestinya jd lembaga klarifikasi sj krn kenyataannya sdh lolos tp msh diserang, tdk boleh tayang. Gmn dg investasi Indonesia mengalami kemunduran. Kdg hy ada supporting case yg gay, film ditolak Hak2 sipil,menghargai org lain, bercerita dg lantang semakin sulit.

Oom2 yg gay byk mengajarkan teh Nia Dinata ttg art. Otomatis juga dekat dg teman2 mrk

Saat buat film arisan, makin dekat dg komunitas LGBT Saat membuat dan mendaftarkan HAKI Kalyanasira baru tahu kalau ada kalyanamitra Safe space tdk bisa dibohongi

Akhirnya Nia juga belajar english literature, sastra minoritas. Kelas terbahagia buat teh Nia. All kind of minority writers memberinya wacana