Manners, Skill and Experience
Untuk bertahan dalam industri, minimal kita butuh dua dari tiga hal ini: 1. Manners 2. Skill 3. Experience

Kamu bisa aja Cuma punya satu dari ketiganya, tapi kamu akan kesusahan di awal


Misal kamu Cuma punya manners jadi percuma kalo gak punya skill / pengalaman, orang Cuma akan seneng ada di sekitarmu, tapi orang gak bisa ngasih kepercayaan ke kamu.


Atau Cuma punya skill, artinya fresh tapi gak punya manners, orang akan bilang kamu arogan Karena Cuma ngandelin skill, tutup mata sama hal lain yang perlu dipelajari.


Atau Cuma punya pengalaman, pengalaman kerja lama tapi gak bikin kamu banyak belajar sehingga bisa jadi skill ya jatuhnya sama aja, tetep gak ada nilainya, apalagi tanpa maners. Pengalaman itu soal waktu bukan soal kemampuan terhadap sesuatu.


Misal Banyak orang gak sekolah film dan music mereka gak belajar skill basic scr formal, tapi punya pengalaman mempelajari secara otodidak / berguru sama orang lain, sehingga akhirnya pengalaman-pengalaman itu membentuk dia jadi punya skill


Kamu punya manners & skill tapi belum ada pengalaman, pertama orang seneng sama sikapmu, orang nyaman ada di sekitarmu, dan orang bisa ngasih kepercayaan ke kamu karena kamu punya skillnya. Orang juga akan merasa aman karena mereka percaya bahwa skill kamu akan banyak bantu dia.


Kamu punya manners sama experience, kamu mau belajar hal baru, orang juga akan seneng ngajarin kamu, orang yang punya 2 hal ini biasanya orang yg suka keluar dari zona nyaman u/ belajar banyak hal, yg bikin dia kuat adalah karena experience dia akhirnya bikin dia punya skill


Terus gimana orang yang punya skill & experience tapi gak punya manners?


Dia biasanya ideal kerja “sendirian” paling gk org akan hormat sama dia karena dia punya skill & pengalaman, kita suka pekerjaannya tanpa perlu memikiran as personal , sehingga orang gk peduli mannersnya, orang bisa percaya as professional. Banyak orang “nyentrik” ada di area ini


3 hal itu bisa di dapet dari dua hal; belajar & kesempatan. Belajar itu datang dari dalam diri. Kesempatan dateng dari luar, kita bisa ambil kesempatan itu atau kelewat gitu aja. Orang tetep bisa banyak belajar tanpa punya kesempatan. Kalo kesempatannya datang dia akan siap.


Relasi / networking masuk di pengalaman. Membentuk relasi / networking jelas butuh waktu, gak instan. Dan inget; banyak relasi tanpa punya kapasitas ya sama aja bohong. Relasi itu soal kepercayaan, bukan sekedar punya banyak "temen,"


Jadi juga percuma berbusa bilang "networking itu penting." Tapi gak bangun reputasi baik. Jadinya sama aja


Relation/Networking masuknya ke experience


In terms of more intangible factors, there are lots of things that can make a woman unattractive. (1) Maturity level disparity. (2) Communication skills. (3) Problem-solving skills. (4) General manners, respect, and courteousness. (5) Ideological disparity. (6) Feminine behavior


ife skills every parent should teach kids to make them independent ~Manage money ~Cook ~Self starter ~Talk to strangers ~Manage time ~Cope with failure ~Laundry ~Be organized ~Value of saving ~Power of investing ~Importance of taxes ~Driving ethics ~Ethics /Manners ~Staying Fit Teori ini bukan kitab suci yang absolut