Kamis, 01 Februari 2018

Jadilah Blogger Yang Membangsa


JADILAH BLOGGER YANG MEMBANGSA

Menulis Kreatif demi Menuju Indonesia Maju

Senang sekali karena pagi ini aku bisa hadir lagi di ball room Borobudur Hotel Santika Semarang untuk mengikuti Workshop Flash Blogging yang diselenggarakan oleh Kominfo. Meskipun tahun kemarin aku juga sudah ikutan di hotel yang sama, tetapi hati rasanya terpanggil kembali untuk berpartisipasi lagi.

Dan benar saja, ada yang baru dan berbeda dibandingkan dengan tahun lalu.

Kali ini pesertanya lebih banyak.  Sekitar  80-an blogger hadir sehingga ballroom Borobudur pun penuh. Selain nara sumbernya berbeda, materinya juga tidak sama dengan tahun lalu.

Kali ini ada pak Anto Prabowo, jurnalis senior dan pak Handoko dari Tim Komunikasi Presiden.
Acara dibuka oleh Pak Deded dari Kominfo Pusat, setelah sambutan dari Kabid Info dan komunikasi publik Jawa Tengah.

Ibu Sofia dari Kominfo Jateng dalam sambutanya menyisipkan pesan agar para blogger  turut mempromosikan Jateng WOW,  wonderful world, yang baru saja dirilis oleh Gubernur Jateng Pak Gandjar Pranowo. Sehingga makin banyak orang yang tertarik untuk berkunjung ke Jawa Tengah dengan banyak destinasi wisata dan budayanya yang sangat kaya.

Pak Deded menyampaikan bahwa  kemajuan negara dan bangsa ini  tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Tapi butuh peran serta seluruh masyarakat, temasuk para blogger melalui tulisan-tulisannya.  Karena hoax yang beredar itu sebenarnya sedikit, tetapi karena dilakukan terus menerus jadi kesannya sangat banyak. Para blogger yang tulisannya memiliki personal touch dan karenanya bisa mempengaruhi banyak orang, harus mengimbangi dengan konten konten positif dan membangun.  jangan sampai mau menerima order order mengandung konten hoax, karena akan kena info UU ITE.  Sebab kini Kominfo sudah punya alat deteksi info hoax dan pornografi.

Dua sesi utama hari ini dipandu oleh pak Pram sebagai moderator. Para blogger antusias mengikuti pemaparan, tanya jawab dan juga game serta kuis yang diberikan.

JADILAH BLOGGER YANG MEMBANGSA

Pak Anto Prabowo membuka presentasinya dengan menampilkan sejarah Indonesia pada tahun 1920 an,  di mana para penulis, jurnalis dan wartawan adalah pejuang.  Mereka dengan idealisme nya memikirkan bangsa dan negara ini. Menyampaikan dalam tulisan-tulisan mereka yang cerdas dan bernas.

Ada Douwes Dekker,  RM Sosro Kartono,  tokoh Budi Utomo dst. Terrmasuk Tirto yang menginspirasi Pramoedya Ananta Tour untuk menuliskannya dalam novel-novelnya sebagai tokoh 'Minke'.

Sejarah negeri ini menunjukkan bahwa para penulis idealis inilah yang turut berperan aktif dalam mencerahkan bangsa ini sehingga punya Keberanian untuk merebut kemerdekaan Indonesia.

Kita sekarang punya pilihan,  apakah akan menjadi penulis idealis atau menjadi penulis bebas. Apakah kita akan terpanggil untuk menjadi penulis yang turut berperan dalam kemajuan negeri dan bangsa ini?  Menjadi blogger yang membangsa.

Membangsa berarti mencari pengikat imajiner atas bangsa ini. Bukan saja hal-hal standar seperti bendera,  bahasa,  lagu kebangsaan dll.  Kalau dalam istilah Soekarno misalnya,  kehendak untuk bersatu adalah inti bangsa.

Kita semua punya peluang untuk menjadi penulis seperti Pramoedya  yang memikirkan Indonesia.

KREATIF adalah KENISCAYAAN

Kalau dulu,  semua konten harus melewati meja sidang redaksi untuk bisa lolos kurasi, kini kita punya akses langsung ke pembaca. Saat ini penulis makin memperoleh banyak kemudahan karena makin banyak fasilitas.  Baik gadget, akses informasi, kanal sosial media yang bisa mempercepat viralnya konten.

Karena kini kontestasi ada di pikiran para pembaca,  maka sebagai penulis kita harus kreatif.  Bagaimana agar tulisan kita itu punya nilai kebaruan (novelty)  bagaimana agar pesan kita sampai dengan cara yang menarik, outstanding di tengah riuhnya konten lain.  Bagaimana agar kita punya gaya tersendiri yang khas. 

Seperti YB Mangoenwijaya dengan karya arsitektur nya yang kreatif di Sendang sono dan mendapatkan Aga Khan award.  Seperti Ignas Kleden, Daoed Joesoef,  Profesor Wilarjo dan Ariel Haryanto dst.

Bagaimana cara kreatif menulis?
Tips itu serupa template, seperti sachet. Padahal kreatif itu lebih kepada bagaimana kita menyajikan kebaruan yang tentu saja harus kita temukan sendiri, dengan cara kita, dan menyampaikan dengan gaya tersendiri.

Nikmati saja proses kreatifnya.  Kalau banyak menulis,  dan mendapat kegembiraan, serta mendapat respon,  semuanya bisa dimanfaatkan untuk upgrade gaya penulisan kita.  Sampai kita menemukan style kita sendiri.

Gaya penyampaian bisa beragam, tapi yang penting adalah apakah inti pesan tulisan kita itu bisa memberikan pencerahan atau tidak.

Teruslah menulis, membaca dan belajar. Pakailah tulisanmu untuk menyampaikan pesan-pesan kebangsaan. Jadilah blogger yang membangsa.

VIDEO YANG MEMANTIK AIR MATA

Nara sumber kedua adalah pak Handoko dari Tim Komunikasi Presiden  (TKP)
TKP  banyak mendengar kritik dan masukan dari masyarakat dan anak-anak muda. 

Pak Handoko membuka sesinya dengan mengajak dua orang sebagai representasi dari Aceh dan Papua, menyanyikan lagu khas dari dua daerah ujung Indonesia ini. Bukti bahwa Indonesia ini sangat besar, bukan hanya  karena jumlahnya, luasnya,  terdiri 314 suku, 17 ribu kepulauan. Bangsa besar karena kemerdekaan ini direbut sendiri, dan terbukti 72 tahun kita tetap bersatu.

Sedangkan di banyak negara lain, rakyat sengsara karena pertikaian agama dan suku.

Tugas warga negara adalah mempertahankan persatuan ini.

Peranan kita diharapkan.  Kalau ada fitnah, hoax, kita harus angkat suara dan angkat bicara.

Yang waras sekarang harus bicara. Kalau tidak, persatuan bangsa ini jadi taruhannya.

Pak Handoko menampilkan video-video dari Youtube Sudut istana, yang menyajikan 3 tahun kerja pak Jokowi dan pemerintah.

Tahun pertama, adalah untuk membangun pondasi yang kuat dan benar.  Sempat kita dibuat kaget karena tahun 2015 tiba-tiba BBM naik karena subsidi dicabut.  Saat itu banyak yang memberi masukan pada pak  Jokowi agar mengedukasi masyarakat dulu.  Tapi pak Jokowi tidak mau lebih terlambat lagi.  Selama ini subsidi BBM justru digunakan oleh kalangan menengah. Sekarang saatnya subsidi untuk mereka yang lebih membutuhkan.

Tahun kedua,  programnya adalah mempercepat infrastruktur. Mengapa harus infrastruktur?  Bukankah itu untuk orang kaya? Demikian banyak komen masyarakat dan netizen.

Padahal dengan adanya infrastruktur ini logistik jadi lancar,  harga bisa turun,  dan bisa banyak menyerap tenaga kerja. Infrastruktur yang bagus juga meningkatkan daya saing indonesia.  Sudah saatnya kita menjadi negara maju, setelah 72 tahun hanya menjadi negara berkembang.  Dengan menjadi negara maju, kesejahteraan masyarakat akan meningkat.  Sebagai gambaran, di USA,  minimal UMR nya per jam adalah  175 ribu.

Tahun ketiga, programnya adalah pemerataan yang berkeadilan.
Apakah pemerataan itu artinya perlakuan yang sama?  Ternyata bukan.
Ada yang disebut equity dan equality.

Ketidak adilan dan penyimpangan yang selama ini terjadi harus diatasi.  PPemerintah melakukan  banyak terobosan untuk kemajuan bangsa ini.  Semua dipaparkn dengan jelas melalui slide slide yang ditayangkan pak Handoko

KUR dari 12% kini turun jadi 9% dan akan jadi 7%. Makin banyak rakyat Indonesia yang bisa menikmati listrik.  Dibangun pos lintas batas negara yang representatif sebagai simbol identitas negara.

Pak Handoko juga menampilkan pencapaian-pencapaian Jawa Tengah yang membanggakan. 

Terakhir, menutup presentasinya, pak Handoko memutar  video tentang Paspampres  yang membuatku tak kuasa menitikkan air mata.
Betapa cerdas,  berdedikasi dan tulusnya pak Jokowi dengan segala kesederhanaan dan jiwa merakyat serta membuminya yang tampak dalam video itu, tapi ada banyak orang di luar sana yang menuduhnya sebagai pencitraan belaka.  Aku jadi ingat saat  aku pernah mendengar langsung curhat pak Jokowi dan menjabat tangannya langsung waktu beberapa tahun lalu,  haru makin merebak dalam dadaku
Pak Jokowi sudah meneladankan langsung bagaimana menjadi seorang bangsawan, yang meskipun dicerca dan dihina masih tetap terus bekerja.  Kini saatnya kita yang muda mencontoh dan mendukung kerja beliau dengan menyampaikan informasi yang benar memgenai  kerja pemerintah demi menuju Indonesia maju

Pak Handoko juga memberikan alamat email kontak tim kepresidenan, agar kami bisa menyampaikan langsung uneg-uneg, kritik, saran dan masukan
Untuk nantinya bisa disampaikan pada departemen yang bersangkutan. 

Menutup paparannya, beliau menyampaikan quote daro pak Sukardi Rinakit,  intelektual yang mendampingi banyak presiden di negeri ini.  Jangan lelah untuk mencintai Indonesia.

Surprise nya hari ini ada 6 blogger yang mendapatkan payung biru cantik seperti yang dipakai pak Jokowi waktu menemui para demonstran di Monas waktu itu
Whoaaaa,  payung bersejarah banget.  Simbol presiden yang memayungi seluruh aspek bangsa ini. 

0 komentar:

Posting Komentar