Kamis, 02 November 2017

Tumbuhkan Terus Harapan Bagi #GenLangitBiru


Tumbuhkan Terus Harapan Bagi #GenLangitBiru
Anak-anakku punya hobi yang sama denganku, jalan-jalan. Awalnya memang aku dan anak-anakku memilih melakukan perjalanan untuk mengeliminir rasa kehilangan atas ayah mereka yang meninggal dalam kecelakaan di jalan tol Cikampek. Sekaligus sebagai cara untuk menunjukkan pada orang lain maupun diri kami sendiri, bahwa meskipun tak ada suami/ayah toh kami masih bisa melakukan banyak aktifitas seperti keluarga utuh lainnya, bahkan jalan-jalan keluar kota dan keluar pulau.


Aku sendiri alhamdulillah sudah berkunjung ke lebih 40 kota, termasuk Batam dan Singapura. Namun perjalanan dengan anak-anakku memang sangat berkesan, karena traveling tersebut memperkuat ikatan kami. Bonding.
Bertiga saja, sejak mereka masih duduk di bangku TK dan SD,  kami mulai menjelajah Jakarta, Bekasi, Jogja, Bali, Tuban, Surabaya, Jember, Banyuwangi, Mojokerto, Solo, Wonogiri, Kudus, Magelang.
Dari banyak kota itu, mereka paling berkesan saat seminggu berada di Ubud.  Kebetulan aku mendapat tiket gratis dari panitia UWRF (Ubud Writers and Readers Festival) Jadi kami bertolak ke sana naik kapal berangkatnya, dan pulang naik pesawat. Seru kan?! 

Selama di Ubud kami tinggal di sebuah home stay, dan banyak berjalan kaki untuk mencapai tempat-tempat yang kami kunjungi. Di banyak tempat kami masih menjumpai langit biru, hijau pepohonan dan udara bersih. Anak-anak sangat menikmatinya. Dan aku kemudian tahu bahwa energi kreatifitas yang mengalir ke dalam tubuh dan pikiran para peserta festival maupun anak-anakku saat itu bisa jadi didorong pula oleh kebersihan alam, kejernihan udara dan birunya langit di atas kami.  


Ada banyak sesi khusus untuk anak-anak yang memberikan pengetahuan sekaligus pengalaman berguna bagi mereka yang berkaitan erat dengan lingkungan  hidup.

Ada satu sesi di mana anak-anak diajak membaca cerita tentang akibat dari pembuangan sampah yang menyebabkan air dan habitatnya tercemar serta rusak. Lalu mereka diminta membuat cerita mereka sendiri. 

Kemudian ada sesi di mana anak-anak diajari membuat kantung kain dengan hiasan yang mereka buat sendiri. Sebuah upaya untuk mengurangi penggunaan kantung plastik yang bisa menambah potensi kerusakan alam sebab pembuangan limbahnya yang sembarangan dan semacamnya.

Yang seru, anak-anak diajak berkampanye juga seruan ‘No Plastic’ ini sembari memamerkan hasil karya mereka dengan cara berparade di tepi jalan depan Campuhan College Ubud. Sunggguh pendekatan dan cara-cara belajar yang menyenangkan untuk anak-anak, ya kan.


Lalu ada pula sesi membuat kreasi dengan  menggunakan bahan daur ulang sampah alias recycle. Bukan saja anak-anak bisa mengasah kreatifitas mereka, tetapi juga anak jadi paham bahwa semestinya sampah bisa didaur ulang. Perlakuan pada sampah juga bisa dilakukan dengan berbagai cara, sehingga kerusakan alam bisa dicegah. 


Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Di tangan merekalah estafet negeri ini akan kita berikan. Sudah pasti kita mengharapkan yang terbaik untuk mereka, dalam segala hal. Baik bekal pendidikannya, secara seimbang materiil spirituil. Kecerdasan sekaligus akhlaqul karimahnya. Juga tentu saja lingkungan yang baik bagi pertumbuhan mereka. 

Langit yang biru, udara yang bersih, air yang tidak tercemar, tanah dengan peresapan yang baik, hunian yang nyaman, taman hijau dan lapangan yang cukup luas, dan sebagainya.
Oleh karena itu saat Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap - Jawa Tengah  mengusung sebuah proyek pembangunan kilang minyak terbesar se-Asia Tenggara yang diberi nama Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC), sesungguhnya banyak orang yang turut mendukung.
Karena  Pertamina bertujuan melaksanakan pembangunan ini demi meningkatkan kualitas BBM dari Premium (RON 88) menjadi Pertamax (RON 92).

Pemberian nama Proyek Langit Biru juga bermakna peningkatan kualitas BBM yang lebih ramah lingkungan. Sehingga kualitas udara terjaga, lebih sehat, dan langitpun tetap biru. Kesemua upaya ini demi menuju masa depan yang cerah, optimis, dan penuh dengan harapan-harapan baru.

Yuk kita jaga langit biru kita untuk Generasi Langit Biru yang penuh harapan dan siap menyambut masa depan yang lebih gemilang!

0 komentar:

Posting Komentar