Rabu, 18 Oktober 2017

Belajar Dari Kasus Harvey Weinstein: Speak Out, Girls!


Belajar Dari Kasus Harvey Weinstein: Speak Out, Girls!




Mengikuti kasus harrasment by Harvey Weinstein ini ada byk hal yg jd berputar2 dlm kepala. Yg utama adl mmg butuh keberanian utk


Weinstein merupakan salah satu pria sangat berpengaruh di Hollywood.
Tuduhan-tuduhan yang diarahkan kepadanya, menurut laporan New York Times, muncul terutama dari para perempuan muda yang berharap bisa masuk ke industri film, termasuk para selebriti seperti Ashley Judd dan Rose McGowan, Angelina Jolie dan Gwyneth Paltrow .

Kebuasannya itu berlangsung selama tiga dasawarsa aka 30 tahun, tanpa ada orang yang berani bicara dan mengungkapkannya. 

Weinstein, menikah dengan perancang busana dari Inggris Georgina Chapman, mendirikan rumah produksi Miramax pada akhir tahun 1970an dengan kakaknya, dan kemudian menjualnya ke Disney.
Pasangan ini kemudian mendirikan perusahaan bernama The Weinstein Company dan memproduksi film-film terkenal seperti Django Unchained, Lion dan The Butler.


Belakangan ini ketika kemudian belasan sampai puluhan wanita mengaku pernah dilecehkan Weinstein, barulah pekerja film yang pernah kerja sama dengannya menyatakan bahwa sesungguhnya banyak orang di sekitar Weintein yang tahu keburukannya itu, tapi tidak ada yang mau bicara karena mereka merasa butuh duit dan tetap kerja dengannya.

Yg kedua,kalau di indonesia seringkali meskipun byk yg tp byk juga yg tdk tersentuh yg notabene warisan kolonial belanda

Tersebab hukum yg kesannya gak melindungi itu, jd ya maklum kalau pd akhirnya byk yg tdk memilih drpd malah hy menanggung malu

Ke-3,jd kepikiran hadits ttg menutupi aib saudaramu. Apakah tdk nya korban maupun org2 terdekat(or jauh)yg tahu itu krn hadits tsb

Aku jadi teringat cerita beberapa kenalanku baik di twitter maupun facebook yang mengalami pelecehan juga. Jadi tingkat ringan sampai parah. 

untungnya ada yang bisa move on dan bertemu pasangan  yang baik dan melindungi, juga sayang.  namun ada juga yang masih trauma hingga sekarang. 


Aku jadi teringat semiloka advokasi bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak beberapa hari lalu di graha bina praja.
 
Lepas dari apakah hukum akan menjerat pelakunya atau tidak. Sebaiknya memang para korban bicara. Terutama agar pelaku dan juga banyak lelaki lain tidak sewenang-wenang melakukan tindakan menjijikkan dan asusila.
 


0 komentar:

Posting Komentar