Minggu, 03 September 2017

Kunjungan Lapangan Tematik Kementerian Kesehatan Ke Salatiga

Kunjungan Lapangan Tematik Kementerian Kesehatan Ke Salatiga




Pagi itu kami, para blogger kesehatan,  bersiap melakukan tugas hari kedua.  Cerita  tentang keseruan Temu Blogger Kesehatan di hari pertama bisa teman-teman baca di postingan sebelum ini, atau klik DI SINI.

Bersama rombongan  Kementerian Kesehatan RI dan beberapa blogger dari Jakarta, kami bergerak menuju Salatiga. Kunjungan pertama ke Puskesmas Sidorejo Kidul Tingkir Salatiga.





Alhamdulillah setelah dua jam perjalanan, akhirnya rombongan kami sampai di Kantor Kecamatan yang berdekatan dengan Puskesmas Sidorejo kidul, Tingkir, Salatiga.
Ibu Camat Tingkir, Nunuk Dartini SpD MSi dan KaBid Kesmas Dinkes Kota Salatiga, 
Bapak  M. Marhadi, SKM beserta Muspida menyambut kami dengan hangat. 
Kabag Hub Media & Lembaga, Biro Komunikasi & Yanmas Kemenkes RI, Bapak İndra Rizon, SKM, MKes menyampaikan maksud kunjungan hari ini. Serta mengenalkan para blogger kesehatan. Ibu Camat pun menyemangati para blogger kesehatan sebagai tangan panjang Kemenkes, untuk selalu sigap me-viralkan bagaimana berperilaku hidup sehat
Bu Camat Tingkir juga berharap setelah kemarin Salatiga viral dengan exit jalan tol, semoga kali ini ada viral lagi dalam hal lainnya. Kehadiran rombongan juga dipandang Ibu Camat sebagai potensi akan adanya gairah aktifitas ekonomi karena mestinya nanti menyempatkan diri untuk berbelanja oleh-oleh khas Salatiga.
Sidorejo berbangga mendapat kunjungan dan berharap rombongan juga ke destinasi wisata terdekat.


Selanjutnya Kepala Puskesmas Sidorejo Kidul, Ibu dr. Desi Vebriana Pananingrum, memberikan pengantar bagi kami sebelum nantinya berkunjung langsung ke Puskesmas Sidorejo Kidul.
Dalam implementasi Germas di wilayahnya, Puskesmas Sidorejo Kidul melakukan serangkaian upaya:
1/ Pembentukan tim, melengkapi sarana pra sarana, melakukan On The Job training, teknis pendataan
2/ melakukan kunjungan rumah untuk promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif untuk keluarga rawan
3/ mewujudkan kecamatan sehat: dengan bina keluarga siaga, pembinaan kesehatan, sosialisasi germas
Ada program Sabtu sehat tingkir, one stop service, pada tiap sabtu minggu ke-4. Acaranya terdiri atas senam, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan,screening HIV.
Pemeriksaan kesehatan, penguatan faskes, pelaksanaan program JKN. Saat ini ada 15.034 peserta JKN.
Wow! Keren ya.
Usai pertemuan di Aula Kecamatan, kami semua berpose bareng bu Camat, muspida Tingkir dan dokter kepala Puskesmas Sidorejo Kidul. Tak lupa sambil mengacungkan tangan, mengucap salam Germas.




Sekarang waktunya kunjungan ke lokasi Puskesmas Sidorejo Kidul nih. Kami semua diantar oleh ibu dokter cantik, kepala Puskesmas.
Warna hijau dua gedung bikin Puskesmas Sidorejo Kidul segar mata ya. Yang sakit jadi cepat sembuh deh. Aamiin
Ruang periksa anak juga dibuat nyaman dan menyenangkan, dengan berbagai gambar binatang dan tumbuhan. 

Terdapat dua gedung di areal Puskesmas ini. Gedung A untuk yang infeksious. Gedung B untuk yang sehat. Semua tampak bersih, rapi dan nyaman. Letaknya yang strategis berada persis di sebelah Taman Tingkir memang memberikan kemewahan alias previlege tersendiri. Karena mereka yang sambil menunggu antrian di Puskesmas, juga bisa memanfaatkan taman yang luas dan asri ini. Latar pegunungan menjadi pemandangan yang indah di taman ini. 

DI akhir pertemuan, perwakilan dari blogger menyampaikan terima kasih, kesan dan harapan. Aku jadi dapat bingkisan lagi dari Kemenkes nih  karena turut menyampaikan kesan-kesan. Dua hal yang bagiku sangat menarik dari program Puskesmas Sidorejo Kidul, dan layak untuk ditularkan ke puskesmas maupun unit kesehatan lainnya adalah adanya program kelas IMD (Inisiasi Menyusui Dini) dan program pemeriksaan jiwa. Subhanallah. Semoga makin berkah ya..
 
Kami pun meninggalkan Puskesmas dengan sejuta kenangan. Tak lupa untuk berpose di dekat Taman Tingkir Kota Salatiga. Yeya!




**

Siang itu kami pun tiba di Balai Besar Penelitian & Pengembangan Vektor&Reservoir Penyakit. B2P2VRP Salatiga tempat berkumpulnya para peneliti. 

dian nafi


Masih ingat virus zika yang ramai dr Singapura itu? Di Balai Lab inilah pemeriksaannya, apakah positif zika atau bukan. Kawasan Balai Besar ini luas sekali dengan banyak bangunan di sana. Topografi Salatiga yang pegunungan, mengharuskan kami harus menaiki terus tangga dan jalan yang menanjak untuk sampai ke Aula Utama. Yuhuuuu.... jadi nambah aktifitas hari ini. Semangat semangat! Ayo bakar lemak!



Usai makan siang bersama, kami pun mendapatkan penyambutan serta brief dulu di Aula. 
 
Karena Pimpinan Balai Vektor sedang pergi ke Wonosobo karena ada KLB virus yang sedang mewabah, maka beberapa staf senior yang menggantikan beliau dalam menyambut kedatangan kami.
Ada Dra. Widarti, M.Kes, Ketua Panitia Pembina Ilmiah (PPİ) B2P2VRP Salatiga yang memakai baju batik biru

Kemudian yang berbaju hijau, adalah Dra. Suskamdani, M.Kes*, Kasubbid Kerjasama Jaringan dan İnformasi B2P2VRP. 

Serta Ibu Lulus Susanti, SKM, MPH, Kasubbid Pelayanan Teknis B2P2VRV. 

Beberapa paparan yang disampaikan adalah sebagai berikut:
Vektor adalah serangga penular penyakit. Ada vektor mekanis, yang menularkan lewat kaki. Ada vektor biologis
Reservoir adalah mamalia kecil yang bisa menyimpan bibit penyakit. Tikus membawa sakit lewat kencing tikus. Kelelawar bisa membawa bibit JE, hanta, lisa, lipah.
Bangunan Biolikositori di sini tidak bisa dikunjungi, tapi hewan-hewan bisa dikunjungi di bangunan dunia vektor yang bebas infectious.
Terdapat 11 laboratorium penunjang. Dari hulu ke Hilir, menyiapkan pemeliharaan nyamuk. Ada lebih dari 5 spesies. Sustainable strain diciptakan di sini. Dan sudah terakreditasi ISO. Karena nyamuk betina, yang biasa menggigit kita, itu butuh darah, maka ada laboratorium hewan coba yang menyediakan darah. Marmut, salah satunya.
Lab pengujian insektisida rumah tangga, memeriksa apakah suatu produk insektisida itu efektif atau tidak. Ada replica land juga lho di balai besar ini
Untuk pengasapan/fogging biasanya untuk DBD. Penyakit yang disebabkn nyamuk:philariasis, malaria,kaki gajah, zika, cikungunya
Ada juga Lab geologi molekuler yang men-support.


Bicara tentang tikus sebagai salah satu reservoir, ternyata curut tuh bukan tikus lho. Dia inspektivora, makan serangga-serangga kecil. Tikus adalah mamalia pengganggu. Tikus membawa patogen, liptosis, cacing-cacing, pinjal. Bisa menyebabkan sakit pes dll. Kencingnya tikus ternyata bisa mengandung bakteri-bakteri yang menyebabkan penyakit.
Tikus membawa penyakit hanta virus. Kasusnya jarang dilaporkn. Posisi tikus yang mengandung hanta ini banyak di kepulauan seribu, juga Semarang. Haduuuuhh…. Batas-batas Timor Leste juga banyak membawa hanta. Maka perlu kewaspadaan dini.
Reservoir lainnya adalah kecoa. Kecoa belang, coklat, harlequin cocroach, meriplaneta, blatela jermanica, ternyata dinamai berdasarkan nama penemunya.
Kelelawar juga termasuk reservori. Binatang ini aslinya banyak berada di Australia. Tapi sampai juga di Indonesia. Ya kan terbang ya kelelawarnya, hehe.
Kelelawar dengan virus JE bisa menyebabkan cacat mental, kematian, rasa sakit kepala.


Kami kemudian dibagi dalam empat kelompok, dan mengunjungi satu persatu laboratorium di Balai Besar ini.
Bagaimana membuat awetan dari tikus, kelelawar dengan alkohol, bisa dilihat di lab taksidermi.
Laboratorium koleksi referensi, punya koleksi nyamuk dari semua provinsi. Bagaimana supaya awet agar bisa diidentifikasi, ada treatment khusus. 

Kami juga jalan ke Laboratorium DNA dan RNA. Serta ke lab pengujian insektisida.

Usai berkeliling sampai puas, akhirnya kami mengakhiri kunjungan lapangan tematik hari itu, dan kembali ke Semarang.

Sampai jumpa lagi di Kunlaptik berikutnya yaaaa.




**
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email diannafihasfa@gmail.com atau WA 085701591957

0 komentar:

Posting Komentar