Sabtu, 02 September 2017

Temu Blogger Kesehatan Dan Geliat Germas Jateng


Temu Blogger Kesehatan Dan Geliat Germas Jateng






 Alhamdulillah senang sekali karena aku mendapat kesempatan dan kepercayaan untuk menjadi mitra Kementerian Kesehatan alias Kemenkes RI. Bersama rekan-rekan lainnya, aku hadir di Hotel Santika Selasa lalu untuk event Temu Blogger Kesehatan. Menjadi rangkaian dari kegiatan ini, besok Rabu-nya kami bersama rombongan Kemenkes Pusat diagendakan untuk melakukan kunjungan lapangan tematik (kunlaptik) ke Salatiga.

Jadi, postingan pertama ini akan cerita keseruan hari Selasa-nya. Sedangkan keseruan Kunlaptik di hari Rabu, bisa disimak di postingan berikutnya.






So excited karena pagi itu aku kembali ke Hotel Santika, setelah sebelumnya beberapa minggu lalu aku juga ke sana untuk event bersama Kementerian Komunikasi Dan Informasi aka Menkominfo.

Usai mengisi presensi dan berkenalan dengan beberapa blogger dari Jakarta juga tim Kemenkes RI, aku pun siap on fire menerima materi hari itu sekaligus sharing ke khalayak dunia via medsos, twitter dan instagram.

Yang pertama sekali ada senam hand hyangiene yang dipimpin MC dan bantuan video di layar besar. Juga pemanasan dengan senam cerdik. Selanjutnya semua blogger mendapat tantangan untuk main games kahoot. 



Yuhuu… ternyata aku yang menang. Yeay! Alhamdulillah. Walhasil pagi itu aku maju ke depan untuk mendapat bingkisan aka hadiah dari Kemenkes RI yang diserahkan oleh pimpinan rombongan, yakni Pak Indra Rizon (Kepala Bidang Hubungan Media dan Lembaga) 




Kemudian moderator dan para narasumber naik ke panggung untuk sesi pertama hari itu. Kepala Bag Hubungan Media & Lembaga (İndra Rizon, SKM, M.Kes) membuka secara resmi acara Temu Blogger Kesehatan. Dilanjut sambutan dari Kasie Pencegahan Penyakit Tidak Menular, Dinkes Prov Jawa Tengah (Arvian Nevi, SKM, DEA)

Di antara paparannya, beliau menyampaikan bahwa terdapat beberapa masalah kesehatan yang datang bersama. Penyakit menular, penyakit tidak menular. Entry-nya terus meningkat dari tahun ke tahun. Penanggulangan dengan jikaN semakin kewalahan dan menghabiskan banyak anggaran, sehingga upaya pencegahan dan preventif kini menjadi program andalan. 


Penyakit hipertensi, paru dst bersumber dari perilaku tidak sehat. Sehingga digalakkan sosialisasi GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) 
GERMAS adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. 







Ada Tujuh Cara dan Langkah Germas.
Melakukan Aktivitas Fisik
Mengonsumsi Sayur dan Buah
Tidak Merokok
Tidak Mengonsumsi Alkohol
Memeriksa Kesehatan Secara Rutin
Membersihkan Lingkungan
Menggunakan Jamban 

 

Dalam GERMAS juga dikenal adanya slogan CERDIK:
Cek Kesehatan Berkala.
Enyahkan Asap Rokok
Diet Sehat Dengan Kalori Seimbang
Rajin Aktifitas Fisik.
Istirahat Cukup.
Kelola Stres Dengan Baik



Selanjutnya Kepala Dinkes Kota Semarang (dr. Widoyono, MPH) memberikan paparan bagaimana geliat dan aplikasi Germas di Jawa Tengah.



Provinsi Jateng galakkan 2019 bebas buang air sembarangan. Saat ini sudah tujuh daerah. Juga diceritakan semakin maraknya pembentukan PosBindu Pos Pembinaan Terpadu. Posbindu utamanya untuk cek resiko faktor penyakit tidak menular, cek kolesterol,BB,TB. Dari 35 kabupaten, tinggal 5 yang masih ada kasus malaria. 


Pak Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bahkan menamai sendiri sebuah program bagi ibu hamil, dengan istilah Nginceng Wong Meteng. Tujuannya agar para ibu hamil ini rajin memeriksakan diri dan bersiap untuk proses kelahiran dan seterusnya demi kesehatan ibu dan anak. 
Jawa Tengah juga mulai menyediakan banyak trotoar dan taman agar makin mendorongbanyaknya aktifitas fisik. Dan ada beberapa kawasan tanpa rokok dengan regulasi-regulasinya.

Pak Anjari (Moderator) juga pak Indra Rizon mengemukakan kenapa Kemenkes menggandeng Blogger. Karena Blogger dianggap punya potensi dan influence/pengaruh besar,sehingga bisa menyebarkan program kesehatan. Oleh karena itu informasi harus diperoleh secara tepat dari nara sumber yang tepat. Tahun lalu sosialiasi Germas sudah berlangsung di Surabaya dan Kalimantan. Tahun ini Jawa Barat, NTB, Jawa Tengah. Harapan Kemenkes, semoga Germas ini semakin viral di seluruh pelosok Indonesia. Apalagi hoax terbesar itu di bidang kesehatan. So we need to inform kebijakan-kebijakan program kesehatan. 

 


Sesi berikutnya ada Ketua Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam (PAPDİ) DKİ Jakarta, Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, KGEH yang berkesempatan sharing dan berbagai ilmu juga wawasan.

Yang membuat kami, para blogger ini, terkesan, bukan saja karena beliau expert dalam bidang kedokteran, tetapi beliau juga sangat aktif nge-blog di blog-nya sendiri, menulis untuk media ataupun nge-youtube alias nge-vlog. Wow, applause banget deh. Panutan banget, ternyata dr Ari selain dokter, blogger juga youtuber.Yuk dukung dokter Ari jadi presiden blogger kesehatan. Hehe.

DI antara beberapa slide presentasi dan paparannya, dokter Ari menerangkan tentang Transisi epidemiologi. Juga sebuah gambaran akan terjadi penurunan daya ekonomi yang signifikan jika penyakit tidak ditangani dengan baik.

Bahkan jika sanitasi saja tidak dikelola dengan baik, maka kerugian ekonomi s/d 58 T per tahun. Aduuuuh….kebayang kan betapa akan meruginya bangsa ini. 

So, cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi antara lain dengan membangkitkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat. Termasuk dengan mendukung Germas ini. Sehingga orang-orang tergerak untuk memeriksakan tekanan darah secara rutin. Penyakit tidak menular serap biaya besar, maka perlu upaya preventif.

Saat ini sebaiknya kita menghindari makan read meat alias daging merah. Cemilan-cemilan mestinya yang sehat-sehat, seperti jagung, pisang dan lainnya.

Kalau ada gejala sakit, itu sebenarnya artinya sudah terlambat. Karena semua itu pasti mulai dari kecil dulu.

Bayangkan saja, menurut data sekitar 30% penduduk mengalami hipertensi. Mengerikan ya?

Check up adalah sarana untuk evaluasi terutama adanya gangguan kesehatan kronis pada seseorang

BB naik atau turun, bisa jadi karena penyakit. So, waspadai alarm syptom. Rajin-rajinlah menimbang badan. 
**

Sorenya, ada satu lagi Sesi yang tak kalah menarik bagi Blogger, yaitu Workshop Bahasa yang bersama Pak Anwar Natari.

Sesuai dengan tajuk workshop-nya, Ngobrol Bahasa, sesi ini benar-benar  santai dan menyegarkan.  Kang Away, demikian teman-teman mengenalnya, menyampaikan materinya dalam praktik penggunaan bahasa dalam keseharian dan kepenulisan di blog.

Berikut beberapa hal yang bikin menggelitik dan kami berpikir. 

Beberapa diksi dalam Game: Apa bedanya?
Sunyi : tidak ada suara. Sepi: tidak ada orang
Pedestrian : pejalan kaki Trotoar: jalan untuk pejalan kaki
Merubah: menjadi rubah. Mengubah: hasilnya peeubahan. 
Dikontrakan:diadu. Dikontrakkan: disewakan

Kang Away juga menampilkan beberapa paragraf postingan blog yang diambil dari blog para peserta untuk dikritisi bersama-sama. Dia mengingatkan kami semua agar menggunakan transisi dalam kalimat, paragraf, tulisan, supaya ikatannya kuat.

Usahakan agar bisa menjadi creator sekaligus editor. Ambil konsekuensi dari tepat atau tidaknya tulisan kita.Termasuk penggunaan tanda baca. Karena kita menulis untuk pada saat itu juga pembaca paham. At the moment. 

 


Contoh:
Di sini banyak terjadi kecelakaan. Yang lebih tepat adalah >> Di sini sering terjadi kecelakaan.

Jebakan menulis antara lain asumsi penulis, mengira pembaca pasti paham apa maksud kita. Benarkah? Jika iya, benarkah mengerti dengan tepat? Jika tepat, apakah sudah nyaman?

Anggapan salah lainnya adalah mengira kalau tulisan itu yang penting isinya, idenya. 
Padahal informasi yang tidak baik akan menghasilkan keputusan yang tidak baik

Jadi, tingkatan menulis itu ada tiga: 
sudah benar, 
sudah mudah dimengerti, 
sudah menarik.

Peran blogger sebagai penyebar informasi, penyeimbang media mainstream, dan melakukan kampanye sosial, harus diimbangi dengan pemakaian bahasa yang tepat.

Kang Away membagikan beberapa tips untuk mendongkrak nilai blog, yaitu perhatikan:
visual bangunan tulisan,
 judul lead dan penutup,
quote atau judul karya terkenal, 
pemanfaatan alat-alat bahasa

Peduli visual bangunan bahasa: 
1/paragraf pendek, 
2/kalimat pendek, karena gen Y maunya cepat, instan, 
3/subjudul 
4/Foto

Setelah judul, beri lead/teras/rayuannya. Sehingga sebaiknya paragraf pertama sebaiknya bisa langsung terlihat setelah judul ketika netizen membuka blog. 
Judul baiknya menggunakan huruf kapital di awal kata saja. Jangan kapital semua.


Yang lebih seru lagi penyampaian materi Kang Away juga dalam bentuk permainan/games.  Termasuk permainan tebak kata. Satu orang mencoba mendeskripsikan kata yang tertulis di layar, satu orang lainnya yang membelakangi layar, menebak kata itu. Hahaha...Ramainyaaaa...apalagi kalau ada yang kesulitan mendeskripsikan, dan lawannya kesulitan menerjemahkan. 

Keseluruhan workshop bahasa ini membuat kami manggut-manggut dan menyadari betul betapa pentingnya kejelasan, kejernihan dalam berbahasa agar tidak membuat pembaca bingung dan bahkan bisa jengkel.

**

Informasi Kerjasama: Silakan menghubungi lewat email diannafihasfa@gmail.com atau WA 085701591957

0 komentar:

Posting Komentar