Minggu, 23 Juli 2017

Writravellicious Goes To Spiegel Kota Lama Semarang

Writravellicious Goes To Spiegel Kota Lama Semarang





 Hari Minggu kemarin akhirnya setelah sekian lama berangan-angan, tibalah takdirnya writravellicious masuk ke dalam bangunan Spiegel di kota lama. Usia bangunannya sudah lebih dari 120 tahun lho. Wow....Makanya waktu naik tangga kayunya tuh berasa krengket-krengket gitu..hihi


 Padahal semasa jaman kuliah arsitektur dulu, bangunan preservasi peninggalan kolonial Belanda ini sering menjadi obyek kami dalam menggambar untuk tugas Presentasi Arsitektur. Dan juga tugas perancangan Desain Arsitektur bagi sebagian mahasiswa, karena aku kebagiannya bangunan PTP yang persis bersebelahan sungai jembatan Berok.

 Bangunan-bangunan di sebelah Spiegel juga dirawat apik dan difungsikan untuk berbagai aktifitas komersial. Ada butik Ria Miranda, Design Home Studio dan Library Cafe.  Bagian kawasan kota lama yang berada persis di Gereja Blenduk dan Taman Sri Gunting ini memang vintage sebagaimana bangunan lainnya di kawasan ini. Aih, serasa di Eropa deh kalau lagi jalan-jalan seputaran sini.

Kapan ke Eropanya beneran ya tapinya....hehe..Aamiin

Sebuah pintu besar berbahan kayu dan finishing natural menyambut pengunjung yang datang. Segalanya mulai terasa berbau western, eropa dan internasional. Dari tulisan di kacanya maupun di papan selamat datangnya. Seperti mengundang siapa saja, dan menjanjikan adanya jamuan makan kastil ala Eropa.

 Memasuki ruangan utama Spiegel, makin terasa gaya jaman baheulanya dan sekaligusnya hindie kolonialnya. Serasa kita dibawa ke Eropa sekaligus juga dibawa ke jaman baheula.

Dinding-dinding ekspos bata dengan lengkungannya yang khas, Kolom-kolom berwarna hijau dengan aksen ukiran difinishing warna emas.




Meja bertatahkan marmer dan kursi-kursi kayu khas jepara-an yang memang sering dipakai oleh para Belanda. Bahkan hingga kini, model-model kursi seperti inilah yang banyak dibeli para buyer luar negeri. Mungkin karena kesannya klasik dan alami. 
















Terdapat deretan sofa-sofa empuk berwana merah muda yang mepet ke dinding bangunan Spiegel di sisi utara. Meja-meja bundar ditata diagonal menjadikan lay out ruangan berkesan hidup dan dinamis.

Di tengah ruangan, cluster meja bartender juga ditata menyerong sehingga menambah kesan ruangan ini semakin luas dan flownya asyik. 









Void atau vide alias ruang terbuka di tengah-tengah ruangan menghubungkan lantai atas dan lantai bawah bangunan. Membawa view dan juga memberi kesan makin luasnya ruangan. Dan tentu saja aliran penghawaan dan pencahayaan yang semakin bagus.

Beberapa pengunjung bule tampak duduk menikmati makanan dan minuman sembari mengobrol menciptakan suasana Spiegel makin hangat.



Ada Impala Space yang berada di lantai dua bangunan Spiegel, yang menjadi salah satu co-working space di Semarang.

Sebuah foto lama bangunan Spiegel jaman dulu dalam frame dipajang di atas sketsel di pojok ruangan dekat tangga. Cantik sekali.

 Lantai dua bangunan Spiegel yang luas menggunakan bilah papan-papan kayu. Membuat ruangan berkesan hangat dan alami. Beberapa partisi dibuat menjadi batas antar beberapa ruangan yang berbeda fungsi.


Impala Space merupakan suatu ruang kerja kolaborasi yang biasa kita kenal dengan sebutan coworking space.  Mimpinya adalah bisa menjadi tempat bekerja bersama para anak muda penggerak industri kreatif, freelancer, entrepreneur dan pemilik start up bisnis. Juga menjadi pusat kegiatan dan pengembangan industri kreatif di Kota Semarang.







Aslinya, Impala adalah nama hewan yang hidup berkelompok yang memiliki gerakan sangat cepat dan gesit.

Tapi konon katanya Impala juga merupakan singkatan dari “simpang jalan”, sebuah titik pertemuan di mana orang dengan kemampuan dan keunikannya masing – masing saling bertemu dan bertukar informasi. Gitchuu..
 Dari halaman luar lantai dua bangunan Spiegel, kita bisa menikmati pemandangan bangunan=bangunan di sekitarnya dan juga kawasan kota lama Semarang

Trus kalau foto berpose di dinding luar lantai dua bangunan Spiegel ini sebenarnya bisa jadi kayak berpose di Eropa loh. Sayangnya aku nggak sempat berpose di situ sih. Hiks. Semoga kapan-kapan lagi sempat yaaaa...Aamiiin







Nih dia videonya.....

14 komentar:

  1. Sukak bgt sama gedung tua satu ini

    BalasHapus
  2. Aku juga suka banget resto dengan bangunan klasik bgt. Tangga naik ke impala juga unik dan seru. Kbtn bulan lalu HBS ikut acara di impala space. Acara start up bareng2 sama komunitas lindungi hutan. Dan Tumbas.in

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah seru ya pastinya. kapan-kapan kita musti balik ke sana lagi ya

      Hapus
  3. Pengen ke sana, aku blom pernah hihi

    BalasHapus
  4. Wah jadi pengen kesini ya πŸ˜†

    BalasHapus
    Balasan
    1. kapan yuk, aku juga pengen sana lagi owg

      Hapus
  5. A must visit place nih.. hiks jadi nyesel kenapa pas kemaren ada temenq main ke Semarang ga ngajak doi ke sini aja :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah lho. bererti kapan-kapan musti coba ya :)

      Hapus
  6. Paling suka jalan2 di kota lama, banyak bekgron kece buat poto2 heheee

    BalasHapus
    Balasan
    1. beruntung ya kita tinggal dekat daerah cantik-cantik :)

      Hapus
  7. Dan aku baru tahu kalo Mbak Dian ini dulu sekolah arsitek 😭😭
    Maafkan diriku, Mbak. Ngaku nge-fans tapi nggak paham soal ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahay...sekarang alhamdulillah jadi tahu hehe. terima kasih ya <3

      Hapus