Minggu, 04 Juni 2017

#NewBook How To Reset Your Life

#NewBook How To Reset Your Life



Ada yang salah nih dengan gue?
Ada yang nggak pas nih dengan diri dan hidupku?
Pernah nggak merasa seperti itu?
Atau mungkin mendengar keluhan itu dari orang di sekitarmu? (yang berarti buku ini bisa dihadiahkan untuknya)

Baru saja beberapa hari lalu saat saya mengisi seminar dan pelatihan di sebuah instansi, kepala cabangnya menemani saya satu jam sebelum acara dimulai. Kami mengobrol panjang, dan beliau sempat curhat mengenai banyak hal terutama tentang keadaan instansi dan kantor yang perlu pembaharuan, tentang berbagai kesulitan dan PR yang menghabiskan energi dan hampir membuat putus asa. 


Cerita dan curhatan serupa, bahkan yang lebih parah beberapa kali dari berbagai orang dan kalangan juga mampir di telinga saya di antara rangkaian perjalanan saya menemui banyak orang dan komunitas.
Ada masa di mana kita merasa sangat berantakan dan membayangkan seandainya semua ini bisa di-undo, dibatalkan. Atau seandainya saja hidup kita bisa di-reset, diulang lagi. Sehingga yang berantakan itu jadi rapi, we scratch from zero. Kita mulai lagi dari nol. Mungkin nggak ya?

Kalau mungkin, gimana caranya?

Nah, buku ini berbicara tentang hal tersebut. Bagaimana cara menata ulang kehidupan kita yang amburadul menjadi lebih baik. Baik sebagai pribadi maupun bagian dari semesta yang lebih luas.

Pernahkah kita berpikir untuk menata ulang hidup ini? Jarang sekali orang-orang melakukan ini. Bukan tanpa alasan untuk melakukan hal ini. Ini ibaratkan, kita hidup dalam rumah, rumah yang berisi banyak barang dengan fungsi berbeda-beda pula. Bayangkan jika rumah itu berantakan , tentu saja hal ini akan membuat kita tidak nyaman, bahkan untuk melakukan aktivitas atau pekerjaan di rumah akan menjadi sangat lambat. Apalagi jika menambah barang baru dan orang-orang baru dalam rumah, tentu akan sangat merepotkan. 


Nah, bagaimana jika kita membenahi segala sesuatunya dengan baik menurut tempat dan fungsinya masing-masing dan membuang barang-barang yang tak penting dan berguna. Dengan keadaan seperti ini tentu saja akan lebih mudah dan nyaman untuk pribadi kita dalam rumah.


Atau jika kita punya komputer. Kita pasti tidak asaing lagi dengan istilah defragment, yang fungsinya menyusun kembali file-file yang alamatnya berantakan. Mungkin kita sering menggunakan komputer yang cara kerjanya sangat lambat, dalam hal inilah kita perlu menggunakan defragmenting. Terbayangkan bagaimana file-file baru dan adanya file yang dihapus, membuat susunan alamatnya di hardisk tempat file-file disimpan menjadi bolong-bolong dan hal inilah penyebab kekacauan itu, sehingga menyebabkan alat pembaca dan penulis komputer menjadi sangat lambat karena harus mondar mandir.


Nah, bagaimana jika bagian file itu tidak berurutan, pasti akan sangat lambat bukan. Dan jika telah di deframenting beban kerja komputer akan lebih ringan dan umur hardisk pun akan menjadi panjang.
Sebagaimana rumah dan komputer yang memerlukan tata ulang, hidup kita juga perlu ditata ulang.
Terkadang kita membiarkan hidup kita tidak terprogram dan mengatas namakan mengikuti takdir tanpa ada target dan tujuan berarti. Atau fokus pada hal-hal tertentu yang dirasa lebih penting sehingga mengabaikan hal-hal lain yang sebenarnya membuat hidup lebih berantakan.


Misalnya keuangan, terkadang beberapa orang tidak memikirkan hari depannya. Terlalu fokus mencari tabungan masa depan, mengabaikan kebahagiaan dan kepentingan pribadi yang lainnya, sehingga menyebabkan depresi. Adapula yang pada masa mudanya terlalu santai, berpikir “masih ada hari esok” hingga tak berbuat apa-apa untuk dirinya, tentu sikap seperti ini akan merusak pribadinya bahkan lingkungan sekitarnya. Dan ketika ada keperluan mendesak dia pontang-panting kesana-kemari, hal ini juga bisa memicu depresi. 


Atau ada yang biasa hidup glamour bahkan terkadang lebih besar pasak dari tiang alias lebih besar pengeluaran dari pendapatan, apakah bisa nyaman dan tenang dengan keadaan ini. Mulai saat ini mari berpikir untuk hidup ini, agar kelak tak menyesal. 


Apakah kita perlu menata ulang hidup atau setidaknya membenahi diri?
Yuk! Selamat menjalankan hidup yang lebih berguna dan berarti.

Selamat membeli dan membaca buku #HowToResetYourLife by Dian Nafi terbitan Grasindo Publisher. 


Insya Allah segera hadir di toko buku Gramedia dll.  





0 komentar:

Posting Komentar