Rabu, 05 Desember 2018

Obituari Eyang NH Dini

Obituari Eyang NH Dini


Dari debu kembali ke debu





Selamat jalan, Eyang NH Dini Terima kasih atas semua kebaikan dan ilmu yang Eyang bagikan pada kami. Priceless time and beautiful moments. Great books and wonderful values. Semoga Tuhan memberikan tempat terbaik dan terindah. Semoga kami bisa terus meniru semangatmu berkarya

**

Eyang NH Dini hobi masak dan masakannya enak. Pernah kami janjian ama beliau, kapan-kapan mau masak-masakan bareng dan eyang mau bagi resep masakannya, tapi pada akhirnya nggak kesampaian karena eyang keburu pergi.


Eyang NH Dini suka mengajak kami makan siang bareng selepas beliau perawatan tusuk jarum tiap selasa.




Resto fave nya adalah toko oen jl pemuda. Kadang menjajal resto masakan jepang yang baru karena beliau sempat tinggal juga di jepang, selain perancis dll. Kami cerita-cerita, sharing ilmu, gosip dll

Kemarin saat kejadian kecelakaan selasa usai eyang nh dini perawatan tusuk jarum juga. Sore bakda ashar aku tiba-tiba kepikiran,eh biasanya eyang selasa kan tusuk jarum ya dan kita ngumpul for lunch. Eh sebentar kemudian kabar duka  itu datang, eyang kapundhut
*mungkin nyetrum ya saat beliau sakaratul maut


Kayak almrhum suami, eyang nh dini kecelakaan di tol, luka pendarahan dalam kepala. Kalau almarhum suami langsung  sedho di tempat, eyang sempat masih sadar saat dibawa ke rs Elizabeth setelah kejadian jam 11. Ngendikan juga ama brother heri saat dikunjungi jam 1. Beliau sempat berontak di tengah-tengah  proses MRI


Setelah proses MRI yang separuh jalan itu dihentikan jam 2 siang, kondisi eyang nh dini tambah drop dan drop hingga wafat sore-nya, jam 4 lebih. Sesuai keinginan beliau, ingin sedho yang cepat dan tidak sakit lama yang bisa merepotkan banyak orang. Eyang terbiasa mandiri. Sikap yang jadi panutan kami.


Pas dulu aku balik dari spore dan sempat kecerita ke eyang, beliau minta kapan-kapan kalau pas keluar negeri lagi minta diajak bareng. Kata eyang: Uangku sing asli saiki akeh (sejak pierre coffin booming dengan minionnya) tapi kalau keluar negeri gitu kan disyaratkan harus ada yang nemani karena sdh 80 th an. Kalau dalam negeri sendiri, eyang tuh ke mana-mana ya sendiri, terbang sendiri, ke Bandung, Jakarta, Bali, Sumatra dll.






Yg paling bikin deras air mata adalah penyesalan karena mungkin diri ini kurang effort approach ke beliau. Tabik salut pada hulaefi karena di sisi ini, dia lebih berhasil.

Alhamdulillah lindswell kwok ketemu hulaefi, jatuh cinta dan jadi jalannya mengenal islam, lalu mualaf serta mulai berislam kaffah. Bersyukurlah karena mendapat hidayah. Hidayah itu sangat sangat sangat mahal harganya.


Kita gak akan pernah tahu kapan dan akan seperti apa akhir hidup kita. Mari genggam erat karunia hidayahNya.

Yaa muqollibal quluub. Tsabbit qolbii alaa diinika wa 'alaa thoo'atika


Seperti tamparan dariNya, hei ini sebenarnya PR-mu kenapa tak kau kerjakan dg seoptimal mungkin. Di sisi lain, kami belajar banyak hal dari eyang.
Eyang NH Dini murah hati, suka memberi, peduli, pandai berterima kasih, disiplin, jujur, berani, perfeksionis, sabar, telaten, titen, momong, dll. Banyak nilai-nilai moral kebaikan yang beliau teladankan langsung dan juga bagikan dalam buku-buku, cerpen-cerpen dan novel-novelnya.


Usai sholat jenazah dan tahlil tadi, imam sholat jenazah bertanya pada yang hadir. Kesaksian atas pribadi eyang nh dini.
Beliau ini, saudara kita ini,
Baik atau baik? Baik!
Baik atau baik? Baik!
Baik atau baik? Baik!
Air mata makin menderas, meski sebagian isi kepala berperang.

Lalu ku teringat tulisan Gus Dur di bukunya Tuhan tidak perlu dibela, di bagian gus dur membahas tentang cak Nurcholis Majid dan inklusifisme. Keyakinan, iman, syariat, dll smua hal yang terkait, dan utamanya tentang agama, tahu-tahu berputar-putar di kepala. Menambah pusing yang disebabkan tangis tak berkesudahan.


Ya Rabb ya Rabb, kami padaMu. Aghitsnaa aghitsnaa


Ada curhatan-curhatan  eyang nh dini yang rahasia tapi tidak beliau tuliskan di buku-buku, yang kadang disampaikan pada kami. Untuk kami ambil hikmahnya saja. Dan tentu saja eyang juga memperoleh  pelepasan emosi karena sudah menceritakan hal-hal masygul yang memenuhi kepala beliau.




Ketika eyang meluncurkan novel terakhirnya di UGM beberapa waktu lalu, kami berombongan semobil berangkat dr semarang. Sadar bahwa usia kami separuh usia eyang, membuat kami seperti kembali  remaja. Lari-larian, becanda di selasar ugm saat ngejar acara dan juga usai acara.
Kami takjub karena  eyang masih terus aktif ke mana-mana mengisi acara seminar dan lain-lain meski sudah sangat sepuh.




Awal-awal  ketemu dulu padahal kami sempat takut-takut. Karena membayangkan eyang nh dini orangnya keras. Sebab dari novel-novelnya kan kadang terceritakan kalau beliau tidak berkenan dengan sesuatu atau seseorang, maka sikapnya akan nggak enak. Eh ternyata tidak seseram itu. Makin kami  dekat dan sering bertemu, we share more stories and laughter.






Saat ulang tahun eyang NH Dini dirayakan di Vina House, kami mendapatkan undangan spesial juga. Dua kali acara. Diskusi kebudayaan pada malam harinya. Dan perayaan ulang tahunnya keesokan harinya.






Eyang banyak membagikan tips menulis dan rupa-rupa nasihat pada kami. Dari parenting, masak memasak, kepenulisan, kepengarangan, kehidupan dan bersosial, serta attitude aka kepriyayian.





Pernah pula dengan tulisan tangannya sendiri, eyang NH Dini mengirimkan buku terjemahannya berjudul Sampar karya Albert Camus.


**


Rabu 5 Desember 2018 dengan berlinang air mata, aku berkendara menuju Wisma Lansia, kediaman eyang NH Dini beberapa tahun terakhir ini.

Semalam itu aku berangkat tidur dengan hati masygul, dan pagi terbangun dengan perasaan hancur dan air mata deras tak terbendung Semalam aku mimpi datang takziyah eyang nh dini. Tapi beliau sendiri yg memimpin rombongan petaakziyah. Menaiki trap-trap menuju ke tempat yang tinggi.





Eyang NH Dini disholati. Lalu kami membaca Tahlil utk eyang NH Dini




Wakil dari keluarga Eyang NH Dini menyampaikan terima kasih pada para petakziyah.




Pembacaan riwayat hidup eyang nh dini oleh ibu sulis bambang.
Ibunyalah yang memberikan pengaruh kuat bagi pembentukan karakter eyang NH Dini.






Ibu NH Dini adalah pencerita moral, penulis produktif. Demikian sambutan dari pak  handry tm, dewan kesenian jateng.





Brother heri (pimpinan wisma lansia) menceritakan aktifitas harian eyang NH Dini di wisman lansia. Usai berkebun tiap pagi, menulis hingga jam 12 siang. Tiap selasa dan jumat tusuk jarum.

Sebenarnya hari ini eyang  akan siaran dengan TVRI pusat. Jumat ini eyang akan mengisi seminar demensia di wisma lansia. Tapi ajal telah menjemput beliau terlebih dulu.




Mba Lintang. Putri bu NH Dini, barusan tiba setelah tadi sempat mengalami delay flight dari bandung. Seminggu lalu mereka masih bertemu saat eyang NH Dini mengisi acara IFI di bandung. Setelah sempat lama tinggal di Prancis, Lintang tinggal dan mengajar di Bandung beberapa bulan terakhir.





Dan tangis pun pecah saat mbak Lintang memeluk saudara yang menyambutnya.




Laa ilaaha illallah muhammadur rasulullah

Jenazah eyang NH Dini hendak dibawa ke ambarawa untuk dikremasi #NHDini






Selain hobi memasak, eyang nh dini juga hobi berkebun. Anggrek adalah favoritnya. Ini salah satu anggrek yang beliau titipkan dan kini sedang mekar.
Hope she will find another beautiful orchids in heaven.





Selepas eyang nh dini pergi, mau tak mau kuharus mulai menerapkan ilmu-ilmunya. Yang kemarin-kemarin memang belum  sepenuhnya teraplikasikan. Faktornya jelas, malas hehe. Lha wis mosok satu bab berisi 20 halaman aja kadang kalau dikepras setelah koreksi dan revisi, bisa tinggal 10 halaman aja. Hiks. Kan yo eman yo.


Kemarin-kemarin, kalau pas ibuku yang 65 thn terlihat tak semangat dan kadang ngendhikan yang nyrempet-nyrempet ajal, aku suka nyemangatin 'ayo bu, ibu masih panjang waktunya, bu nh dini aja masih aktif sampai usia 82 th'.


Sekarang eyang NH Dini sudah beristirahat.

0 komentar:

Posting Komentar