Rabu, 31 Oktober 2018

Yuk Galakkan P4GN Bareng BNN

Yuk Galakkan P4GN Bareng BNN



Aku tiba di Gama Food and Resto di jalan MT Haryono Semarang pagi itu untuk menghadiri event bareng BNN aka Badan Narkotika Nasional. Sebenarnya masih capek banget karena baru tiba dari explore Karimun Jawa  sepanjang akhir pekan, Jumat sampai Ahad. Tetapi I am so excited karena narkoba ini memang permasalahan pelik di negeri tercinta kita dan butuh support kita semua untuk bisa menanganinya dari berbagai sisi secara bersama-sama.


 Hari ini kami diundang oleh BNN Provinsi Jateng dalam acara Forum Komunikasi Anti Narkoba Berbasis Media Online Provinsi bagi Netizen. Event kali ini dihadiri langsung oleh kepala BNNP Jateng, Bapak Drs. Muhammad Nur, SH, M.Hum.


Beliau menyampaikan materi pada sesi pertama. Bahwa Indonesia Darurat Narkoba, sehingga butuh kerja sama semua pihak untuk bisa mencegah lebih luasnya peredaran narkoba ini. Kami, para influencer diharapkan mampu turut mengedukasi netizen di dunia maya agar berani menolak tawaran narkoba tersebut yang makin banyak dan beragam bentuk dan motif serta modusnya.


Sesi kedua, ada materi tentang P4GN yang disampaikan oleh Bapak Susanto, SH, MM, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, BNNP Jateng.








Di Jawa Tengah sudah ada sekitar 300.000 jiwa yang terjerat narkoba, 50% di antaranya pekerja dan 27%nya adalah pelajar/ mahasiswa. Mengerikan ya?

Usai sesi pemaparan dari nara sumber, kami antusias mengajukan berbagai pertanyaan. Dan kedua nara sumber memberikan penjelasan dengan gamblang serta makin memberikan gambaran yang lebih lengkap.






Usai acara ini, kami makin sadar dan terbangkitkan semangat untuk turut berperan serta. Let's save our nation. Kami akan mulai dengan sharing informasi tentang bahaya narkoba, baik secara langsung, maupun menggunakan berbagai platform media sosial. Harapannya semoga semakin banyak orang  yang paham dan sadar akan bahaya serta berani berkata tidak saat ditawari narkoba.


Jika ada di sekeliling kita yang terindikasi narkoba, kita bisa menghubungi call centre 184 untuk berbagi informasi, bahkan  curhat tentang bagaimana menangani masalah narkoba.


Usai sesi pemaparan dan tanya jawab dengan dua nara sumber hari ini, kami berpose bersama sambil membawa stiker STOP Narkoba dan mengangkat tangan kanan. Posisi tapak tangan menghadap ke depan sebagai simbol penolakan terhadap tawaran narkoba. 




Di akhir acara, kami bersama-sama menyantap makan siang di area dalam Gama Resto. Sembari berbincang tentang banyak hal dan tentu saja menikmati suasana serta masakannya yang maknyus. 

Senin, 22 Oktober 2018

Makin Cantik Dan Percaya Diri Dengan Purbasari BB Cream




Makin Cantik Dan Percaya Diri Dengan Purbasari BB Cream






Senang banget akhir pekan ini aku berkesempatan untuk hadir di event Purbasari Influencer Academy. Acara berlangsung seru di hotel Gets Semarang.

PIA 2018 ini berlangsung di beberapa kota di Indonesia lho. Bandung, Malang, Jakarta, Surabaya, Bali,  Semarang, Jogjakarta.



Di area depan sebelum memasuki venue, aku berpose dulu di sudut photo booth yang sudah disediakan oleh panitia. Dress code hari ini adalah putih. Dan kebetulan jilbab pashmina instant putihku ada jambon-jambonnya dikit, malah pinky kan ya.

Siapa sih yang tidak kenal Purbasari?

Aku sudah memakai beberapa produk kecantikan Purbasari yang sudah cukup lama establish di Indonesia ini. Saat ini Purbasari meluncurkan beberapa produk baru demi memenuhi kebutuhan para perempuan Indonesia. Bentuk dari inovasi yang patut kita apresiasi. Selain produknya alami dan buatan dalam negeri, benefit dan manfaatnya juga sudah diakui masyarakat.

Purbasari Influencer Academy kali ini dihadiri para beauty enthusiast Semarang dan sekitarnya. Kami beraksi dengan gaya masing-masing dan ikut kompetisi foto instagram dengan hestek
#akupurbasarismg #purbasariacademysmg #PIA2018

Hotel Gets Semarang sendiri berada di jalan MT Haryono. Ini untuk pertama kalinya
#hybridwriterpreneur dan #writravelicious datang ke sini. Dan seru banget karena bersama para blogger dan beauty blogger serta  beauty enthusiast lainnya, kami jadi makin berjejaring. Alhamdulillah.






Di event PIA 2018 tentu saja semua pesertanya cantik-cantik. Nggak ada yang nggak cantik. Dan aku duduk sebelahan dengan mbak Nessa Ghozal.























Sesi pertama hari itu adalah tentang Personal Branding. Kami juga belajar secara langsung dari mbak Anunk tentang personality dan manner. Jadi kayak ikut kelas kepribadian gitu deh.

Kami diajari bagaimana menyapa dan bersalaman yang manner. Bagaimana duduk yang bener. Bagaimana berdiri dan berjalan yang anggun. Bagaimana cara mengambil barang yang jatuh dengan gaya yang elegan.

Wuih, serasa belajar dari Putri Indonesia gitu.




Bekerja sesuai passion akan membuat kita terus bertahan meski ada banyak tantangan, demikian kata mbak Anunk. Dan ada satu kata kunci darinya yang dibagikan pada audience.

"You’re What You Think”. Kamu adalah apa yang kamu pikirkan.

Jika kita ingin terlihat profesional serta dapat meyakinkan orang lain maka berikan penampilan yang terbaik. Pakai pakaian yang sesuai dengan branding dari diri kita. First impression sangatlah penting. Karena bagaimanapun dalam kesempatan pertemuan pertama, orang cenderung memperhatikan yang visual.






Alhamdulillah, aku dapat bingkisan sebagai penanya terbaik di event di Purbasari Influencer Academy.
Terima kasih @purbasarimakeupid @purbasari_indonesia @dparis_silver

Mbak Anunk kembali mention aku lagi saat memberikan closing pada sesi itu. Bahwa kesuksesan adalah seberapa banyak nilai yang bisa kita kontribusikan kepada orang lain.




Sesi berikutnya ada kelas make up bersama beauty vlogger Ini Vindy. Arek malang yang humble ini memberikan tips sekaligus secara langsung menunjukkan cara menggunakan make up harian yang meskipun tidak selengkap milik MUA tapi hasilnya oke. Dia juga memberikan trik cara untuk merekam alias men-shoot saat-saat bermake-up.

Kami juga langsung praktek make up sendiri di meja masing-masing lho. Dan riasan terbaik hari itu mendapatkan hadiah serta slayer Best Make Up. Uhuy yaaa..






Sesi terakhir ada Natasha Estelle yang berbagi kiat photography. Hasil jepretan Natasha memang oke-oke banget, meskipun cara dia mengajar agak kaku ya hehe. Tapi kami dapat banyak pelajarannya. Terima kasih.

Hari itu ditutup dengan berfoto bersama para nara sumber PIA 2018.

Salah satu produk yang dilaunching Purbasari kali ini adalah Purbasari Brightening Cool BB Cream yang Punya Sensasi Dingin Saat Diaplikasikan ke Wajah.



Purbasari Brightening Cool BB Cream ini dapat menghasilkan tampilan matte. Selain itu dia juga bisa melembabkan dan melindungi kulit kita dari sinar UV.  Kita tidak perlu memakai foundation yang berat di wajah.





Kemasan kardusnya simpel elegan, berwarna hitam dengan sentuhan warna emas. Terdapat  barcode dilapisi warna atau shade dari BB cream, cara pemakaian, pemberitahuan saat penyimpanan produk, batch no dan tanggal kadaluarsa.








Tekstur Purbasari Brightening Cool BB Cream mirip foundation, thick and creamy. Wanginya fresh serta  memberikan cooling sensation setelah kita aplikasikan ke wajah. Mak nyesssss...




Terdapat dua  shades. Ada yang natural dan ada yang honey beige.

Purbasari BB Cream ini segera meresap di kulit dan warnanya bisa lebih menyatu dengan warna kulit kita. Pilihan shade honey beige kayaknya pas bagi kita yang memiliki kulit sawo matang hehe. Bagi mereka yang punya kulit lebih putih atau pinky bisa deh pakai yang shade natural. Atau yach coba saja semuanya, dan pilih yang terbaik serta paling pas.





Cara mengaplikasikan bb cream ini kita bisa memakai brush atau beauty sponge. Oleskan secara merata ke seluruh wajah dan  leher. Oh ya, jangan lupa bersihkan dulu wajah kita sebelum memakai make up ini.

Medium coverage -nya konon bisa tahan lama sampai lebih dari delapan jam. Wow ya. Dan oil control-nya  juga bagus. Finishing matte-nya membuat membuat kulit kita tidak terasa kering.





Ternyata harganya juga tidak terlalu mahal lho. Sekitar lima puluh ribu-an.
Coba deh dan rasakan manfaatnya!
Pasti kamu akan makin cantik dan percaya diri dengan Purbasari BB Cream.

Sabtu, 06 Oktober 2018

Apakah Kita Berada Di Tempat Yang Salah?


Apakah Kita Berada Di Tempat Yang Salah?


ibu Waljinah Maestro Keroncong


Ceritanya hari Jumat aku berada di gedung DPR untuk sosialisasi 4 pilar dari MPR RI, yang diselenggarakan bareng Gabungan Organisasi Wanita (di mana aku jadi salah satu pengurusnya)

Eh lhadalah tahu-tahu ternyata yang bikin acara dan sekaligus narsumnya adalah salah satu anggota fraksi X. OMG


Hari Sabtunya, aku datang ke acara pertunjukan musik keroncong dengan santainya. Padahal pada saat yang sama, ternyata ada pengajian AlKhidmah di Masjid Agung Demak.


Jadi beginilah catatanku  Semalam Selepas Kenduri Keroncong. Sebuah uneg-uneg seperti biasanya, agar tidak menggumpal di kepala.





 Kami makan tumpeng bareng dalam rangka syukuran kenduri keroncong, ulang tahun komunitas keroncong yang ke-11. Bu waljinah jauh-jauh datang dari Solo dan  berkenan menyanyikan dua lagu lho. Masya Allah. Suaranya masih luar biasa

 Ketemu konco at kenduri keroncong 
Salah satu bonus jika datang ke acara keroncong adalah ketemu teman-teman pegiat keroncong. 
Ada kehangatan dan kekeluargaan juga di antara mereka. Hal yang baru kusadari semalam.


Meski kemudian ada yang sedikit membuatku masygul. 
Saat pulang tengah acara (karena jam malamku adalah jam sembianz masih seperti dulu) aku mendapati ternyata pada waktu bersamaan tadi ada pengajian al khidmah di masjid Agung. 
Sehingga pertanyaan serupa yang dulu pernah meletup di kepala saat rombongan sastra ke dieng dan kami papasan dengan rombongan orang yang berduyun datang le pengajian habib syeikh. 
Hanya saja tingkat ambiguku tak sedahsyat dulu. 
Jika waktu itu rasa bersalah lebih dominan menggerus, 
yang semalam ada setitik insight berbeda. Mengingat Allah di majlis dzikir otomatis akan lebih mudah. Tapi mengingat Allah di majlis musik, temtu lebih susah. Dan di mana pun takdir menempatkan kita, bagainanapun situasinya, tetaplah berusaha mengingat Allah. Bismilah tawakkaltu alallah. Laa haula wa laa quwwata illaa billahil aliyyil adziim




 Wohooo ketemu lagi ama mbak demak, yang adalah santri banat dan salah satu putri daerah favoritku. Kami pernah ngemsi bareng di salah satu acara skala jawa tengah yang diliput tv lokal. Ketemu pertama, alhamdulillah langsung nge-blend, dan karena merasa satu frekuensi maka tiap kali ketemu langsung tune in. 
Walaupun tahu kalau dia salah satu vokalis grup keroncong, tapi semalam nggak mengira akan ketemu 
Salah satu berkah silaturrahmi adalah nge-charge energi. Alhamdulillah 




 Keroncong adalah nasionalisme. 
Ada harmoni yang tercipta dan terdengar, terasa dari petikan instrumen-instrumennya yang beragam. 
Keroncong juga adalah warisan budaya yang jika tidak diuri-uri dan dilestarikan akan punah atau bisa jadi di-klaim oleh bangsa lain. 
Dengan adanya situasi dua acara berbeda semalam. Antara pengajian di masjid agung dan kenduri keroncong di basecamp nya keroncong, yang menjadi PR bagi seorsng santri adalah:

Bagainanakah supaya keroncong itu juga bisa membawa kita selamat ke akhirat?

Pak Mochtar Luthfi, salah satu pegiat keroncong sepertinya menjawab pertanyaan itu dengan menyanyikan sebuah lagu gubahan pegiat keroncong lainnya, berjudul Dia. 
Tentang Dia, tentang Allah, tentang mengingatNya dalam situasi apapun. 
Dan keroncong, dengan segala keindahan dan berkah seni karuniaNya menjadi salah satu hal nyata yang harus kita syukuri. Betapa maha indahNya dia yang menciptakan keindahan dan talenta bakat sedemikian hebat. Allahu Allah
 Salah satu upaya memasukkan dzikrullah ke kenduri keroncong semalam juga terlihat dengan masuknya penari rumi saat pembukaan acara dan juga saat lagu Dia disenandungkan. 
Hal yang menurutku tadinya aneh dan kelihatan memaksakan, namun kemudian kutemukan alasannya yang masuk akal.
 Selain tumpeng yang diuri-uri bersama kenduri keroncong, ada juga penganan lokal macam ketela, kacang dan lainnya.. Tidak saja sehat dan.aman, tapi juga menjaga ekosistem ekonomi petani lokal, begitulah kira-kira narasi heroiknya. 
Karena hidup adalah rangkaian narasi narasi yang kita cipta untuk membuatnya bermakna. 
Yang juga dari kuliner lokal adalah kopi. Aku sempat menikmati kopi mandailing yang sedap, ada manis-manisnya dan asem-asemnya adalah salah satu bagian favoritku juga. 
Melihat proses pembuatannya sambil berbincang tentang bagaimana dan dari mana biji kopi itu berasal, berikut harga mentah sampai harga jualnya di kafe dst dsb, menjadi sisi lain dari pertunjukan seni, termasuk kenduri keroncong semalam. 
Bakal pengen nyobain kopinya lagi sih kayaknya. 
They know how to demonstrate their product so potential customer becoming addict 
 Ketemu teman teman baru, para pegiat keroncong dari berbagai kota. Magelang, solo, jogja, Bandung, pati, jepara, kudus, dll. 
Begitulah hobby dan kesukaan bisa menghubungkan orang-orang yang secara geografis jauh tapi secara preferensi dekat. 
Setelah kupikir-pikir ini mungkin adalah salah satu scene, bagian dari proses reset life sebagaimana yang kutulis dalam buku personal growth-ku terbitan Grasindo. Menemukan kegiatan, hobby dan orang-orang baru adalah salah satu etapenya. 
 Yang semalam kudapatkan juga: sejatinya kehidupan ini adalah estafet kepada generasi muda. 
Apalah guna semua warisan budaya jika tidak ada yang melanjutkannya. 
Maka ketika secara simbolis bu Waljinah menyerahkan potongan tumpeng kepada salah satu vokalis muda keroncong (bahkan masih anak-anak) dan juga bertemunya seniman Koko thole dengan anak SMP pemenang lomba nasional mencipta lagu kebangsaan di acara semalam, maka kesadaran itu makin nyata. 
Saatnya regenerasi. Dan yang senior justru harus mencari bibit bibit muda yang akan melanjutkan, dan bukannya bersikukuh tinggal menetap untuk kedigjayannya sendiri. 

Tapi lihatlah betapa relijiusnya aura serambi masjid agung dengan jamaah dan pengajian Alkhidmah semalam. 
Jika sama-sama diguncang gempa atau tsunami pada saat bersamaan, manakah majlis yang lebih diberkahi? 
Itu pandangan skala makro. 
Namun skala mikro, akan jatuh pertanyaan pada masing masing individu, personal. 
Siapakah yang sedang dalam keadaan mengingatNya, entah di manapun dia berada saat itu. 

Yang sebenarnya agak kita khawatirkan dari sikap permisif terhadap sesuatu yang seolah tidak tercelup penuh pada shibghatullah adalah jangan jangan tahu tahu kita tergelincir keluar karena terlalu ke pinggir. Naudzu billahi min dzaalik. 
Dan yang harus terus kita waspadai saat kita alhamdulillah bisa berada dalam bi'ah lingkungan yang relijius adalah jangan sampai kita jatuh sombong, takabur, ujub, merasa sok suci dan yang lain salah, karena itu justru jebakan. 
Merunduklah, merunduklah. Di mana pun kita berada, dalam situasi apapun. Merunduklah kepada Yang Maha Kuasa. Aamiin. Laa haula wa laa quwwata illaa billahil aliyyil adziim. 
Hasbunallah wa ni'mal wakiil ni'mal maulaa wa ni'mannashiir.



Terpujilah atau terkutuklah seorang hybrid ambigu paradoks macamku yang suka over thinking. Benarlah hidup adalah bagaimana kita mengukir makna dan memaknai. Tapi bagaimana kalau kita salah memaknai. Terlebih lagi bagaimana kalau kita salah membagikan makna? 
Bagaimana kalau jatuh di tempat yang salah? 
Yang kita takutkan adalah jangan sampai kita lalai, abai lalu tahu-tahu mata hati tertutup. Naudzu billahi min dzaalik. 
Bagaimana kalau kita membiarkan diri tiba di tempat yang keliru, lalu keadaan dan situasi ruh membawa diri kita makin jauh ke tempat yang sama atau semakin keliru? Naudzubillah tsumma naudzubillah. 
Maka penting untuk terus sadar dan waspada. 
Keep up Consciousness and awareness!

Oh brain! Sometimes we should stop over thinking. Just feel and let it flow, let it flow. 

#tafakur
#tadabur
#taqorub
#tawakal