Sabtu, 24 Juni 2017

Mudik Pantura Mampir Resto Kalijaga

Mudik Pantura Mampir  Resto Kalijaga


Siapa nih yang jalan dan mudik ke Pantura lebaran ini?
Lewat kota wali alias Demak Raya atau nggak nih?





Ada beberapa tempat makan yang bisa jadi persinggahan dalam perjalanan lho. Ini dia nih salah satunya. Writravellicious baru saja berkunjung juga ke Restoran Kalijaga yang ada di jalan lingkar Demak Kudus ini.

Menempati lahan yang sangat luas membuat area parkirannya bisa menampung banyak kendaraan. Dan posisi bangunan bisa berada dalam jarak yang cukup untuk bisa dinikmati keberadaan dan pemandangannnya.

Bangunannnya sendiri menggunakan gaya arsitektural khas rumah-rumah Jawa. Dengan atap klabang nyander istiahnya. Penggunaan bahan material kayu dan genteng dengan finishing warna naturalnya membuat kesan alami pada resto ini.

Ada dua area. Yang bagian atas berisi tatanan meja kursi. Sebagian besar berada di area utama tengah resto. Sebagian lagi ditata mepet pagar resto di sepanjang aisle alias lorong lalu lintas orang bisa berlalu lalang.

Deretan tiang dan pagar menjadi aksen bagi restoran yang memasukkan penghawaan alami melalui semi open building-nya ini.

Plafon atau langit-langitnya mengekspos struktur kayunya sehingga selain ruangan menjadi tinggi juga terasa kesan dan aura eksotis di area ini.



Meja kursi ukiran Jepara menambah kesan yang ditampilkan, Javanese. Dan tentu saja sesuai dengan spirit yang selalu dibawa Sunan Kalijaga, yang menjadi inspirasi nama restoran ini.


Di sisi selatan restoran, sebuah gazebo berdiri dekat parkiran, menjadi semacam area transit bagi pengunjung ketika datang. Atau bisa juga menjadi tempat alternatif untuk duduk menyantap makanan sembari menikmati pemandangan hijau sawah yang luas, yang memang berada di sebelah kawasan resto.

Untuk menuju bagian bawah restoran, kita akan melalui tangga yang lumayan lebar sehingga bisa dilewati dengan beberapa orang sekaligus.

Kontinuitas ruangan bawah dan atas pun jadi terasa dengan bukaan yang lebar ini.

Persis di bawah dekat tangga, sebuah wastafel lengkap dengan cermin dan dua mangkuk aksennya menjadi pemanis ruangan yang ada di bagian bawah ini.


Terdapat hall di area bawah yang bisa digunakan untuk pertemuan, acara dll dengan kapasitas untuk seratusan orang.

Dan lagi, ketemu wastafel di pojokan. Kali ini dengan bentuk mangkoknya yang kotak.

Nah, ada surprise-nya lho. Ternyata di bagian belakang area bawah ini terdapat kolam pemancingannya. Dengan bangunan panggung di atas air, yang berbentuk L mengelilingi kolam ikan.

Surprise lainnya  terdapat taman hijau nan asri, dengan cluster meja kursi kayu berpayung di sela-selanya. Pas banget untuk ngopi-ngopi yaa










Di beberapa bagian taman, disediakan gazebo-gazebo kayu juga untuk alternatif tempat duduk bagi pengunjung. Sambil makan bisa menikmati pemandangan taman.

Musholla di sisi barat selatan, bisa digunakan untuk berjamaah beberapa orang sekaligus. Dua dindingnya terbuka. Salah satunya mengarah langsung ke view sawah di sebelah resto.





Lihat karpet bermotif rumput dan pagar pendek ekspos bata di sisi musholla? Sebuah upaya membuat kontinuitas ruang dalam dan ruang luar yang ciamik. 


Deretan kamar kecilnya juga dipercantik dengan pilihan motif keramik yang lumayan bagus. Dan yang jelas, terjaga kebersihannya.

Selamat mudik ya. Selamat mampir.



0 komentar:

Posting Komentar