Jumat, 27 Januari 2017

Novel Shape Of My Heart Is On The Way

Novel Shape Of My Heart Is On The Way







 Alhamdulillah wa syukurillah, barusan aku dapat bocoran cover Novel Shape Of My Heart. 

Jadi aku mau bocorin sedikit tentang novel baru yg insya Allah sebentar lagi rilis yaaa. judulnya #ShapeOfMyHeart. Novel ini salah satu dari 8 pemenang lomba novel Bulan Narasi, terpilih 814 peserta yg ikutan. Awardingnya diliput alinea TVwaktu itu. 


Nih dia sinopsisnya:

Tentang cinta terpendam, dua orang yang sama-sama mengejar impian menjadi hebat, berkecukupan, berkelimpahan. Merasa bahwa untuk bisa mempercepat tujuan mereka adalah dengan memilih pendamping yang lebih segalanya dari mereka. Sehingga menutup mata dari cinta yang sebenarnya sudah hadir di dekatnya.
Yazra (20th, mahasiswa  fakultas ekonomi tingkat akhir) akhirnya lagi-lagi menunjuk Tania (19th, mahasiswi sastra beda universitas) sebagai kandidat ketua even yang diselenggarakan oleh komunitas mereka. Tania terpilih secara aklamasi, dan sebagai ketua komunitas Yazra harus banyak berinteraksi dengan Tania dalam persiapan acara besar itu. Karena Kang Abiek, Habiburrohman ElShirazy, berhalangan hadir sebagai salah satu narasumber, Yazra berinisiatif mengundang Aleya (30th)  sebagai gantinya. Sudah lama Yazra tertarik janda muda yang cantik itu, ini kesempatan mendekatinya.
Tania menjadi cemburu dan mulai sadar perasaan sesungguhnya yang ada dalam dirinya untuk Yazra. Tapi dia berusaha menutupinya dan mengalihkan perhatian dengan tetap mengejar impiannya. Termasuk mendapatkan lelaki yang lebih dari Yazra. Meski sebenarnya ada banyak cowok lain yang juga naksir Tania tapi tidak berani mendekat karena mereka menyangka ada sesuatu antara Tania dan Yazra. Bayangkan! Semua orang bisa melihat ada cinta di antara mereka, tetapi mereka sendiri seolah tidak melihatnya karena mengabaikannya.
Aleya yang melihat ada energy besar dalam diri Tania dan Yazra, berusaha mendekatkan keduanya dengan cara mengajak mereka bersama-sama dalam suatu proyek. Agak utopis tetapi mungkin bisa dicoba melihat betapa sinergi Tania, Yazra dan timnya. Sebuah even  yang akan membawa Demak go Internasional. Rapat demi rapat mereka gelar. Beberapa alternative mereka rancang. Sampai akhirnya muncul ide membuat The Nile of Java Festival.
Sentani, 28th, yang baru saja lulus dari S2nya di Prancis, turut bergabung. Meski sebenarnya dia sedang galau karena belum juga mendapatkan panggilan sebagai dosen tetap. Demikian juga dengan Reska, 24th, seorang kartunis yang sedang menanjak ‘karir’nya karena berhasil menembus ‘pasar Internasional’ melalui komiknya.
Mereka bersama tim mempersiapkan festival itu beberapa bulan. Dengan segala intrik dan konflik dalam perjalanannya. Antara lain kedatangan Balya, 30th, seorang pengusaha yang menjadi salah satu sponsor, padahal sebenarnya demi untuk bisa mendekati Tania. Gangguan dari pemerintah daerah yang sempat hendak mengkup acara dan menjadikannya sebagai ‘proyek’ mereka sendiri dengan menyingkirkan tim yang telah merintis ini. Kecemburuan dan cinta berputar antara Tania, Yazra, Sentani, Reska dan Aliya. 
Saat Tania agaknya mulai kepincut Balya yang memang sudah mapan dan lebih tampan, Yazra mulai goyah. Dia terjepit di antara situasi harus konsentrasi demi kelulusannya, menjaga keutuhan tim untuk kesuksesan festival, ‘merebut’ kembali Tania dari tangan Balya.

Bagaimana kelanjutannya?

Baca novel Shape Of My Heart yaaaaa :)))

Kamis, 19 Januari 2017

5 HAL YANG INGIN DIRAIH TAHUN INI

5 HAL YANG INGIN DIRAIH TAHUN INI



1. Aku ingin kamu
gimana penjelasan panjangnya, biar aku dan kamu aja yang tahu ya...hehe


2. Ingin bisa berenang, motret dan lancar nyetir lagi.
So, mustinya belajar renang beneran, kursus, banyak latihan dan praktik sampai bisa sungguhan.  Secara sudah beberapa tahun cita-cita ini selalu tertunda melulu. Adaaaa aja alasannya ya, yang sibuk nulis lah, sibuk speak up di sana sini lah, sibuk liputan event lah, sibuk meet up lah dst dsb.

Terus, sudah belasan tahun lalu pernah bisa motret pakai kamera dengan benar. Setelah nggak pernah dipakai lagi ketrampilan itu, jadi canggung lagi deh. Plus jenis kameranya kan sekarang sudah ganti ya. Dus, pengeeen banget belajar yang profesional gitu ama master-masternya. Semoga ada kesempatan.

Dulu banget suka nekat banget nyetir mobil karena pakai mobil sendiri. Sejak mobil dijual beberapa tahun lalu, jadi nggak nyetir lagi. Dus, kemampuan menyetir jadi merosot drastis. Tahun ini pengen bisa lancar nyetir lagi. Plus mudah-mudahan bisa punya mobil lagi. Aamiin aamiin ya robbal alamiin.


3. Buku Fiksi Dan Non Fiksi lahir lagi
Alhamdulillah sudah ada bocoran satu buku fiksi dan satu buku non fiksi insya Allah lahir alias terbit awal tahun ini. Semoga bisa disusul dengan buku-buku berikutnya. Musti rajin baca, terus nulis dan belajar banyak hal lagi agar tulisan semakin bagus. Aamiin


4. Mendaras hafalan 8 juz
 ini nih yang tertunda-tunda terus dari tahun ke tahun ya. Hih. Suka gemes sendiri deh kalau punya resolusi tapi nol aplikasi dan revolusinya. Hmmm...semoga tahun ini keberuntungan jatuh padaku sehingga cita-cita tidak berhenti pada cita-cita saja. Aamiin

5.  Travelling ke Lampung, Bromo, Kampung Pare, Makasar
Berhubung temanku yang tadinya tinggal di Lampung akan pindah Jogja enam bulan lagi, maka Lampung jadi salah satu destinasi prioritas tahun ini. Nunggu undangan dari Lampung dong, siapa gitu mau adakan acara apa gitu. Hehehe, maunyaaa.

Pengen ke Kampung Pare dan Bromo,  karena panas dan envy sama temanku arsitektur yang barusan mengantar anaknya camp di  sana untuk belajar dan praktik bahasa Inggris selama seminggu dengan teman-temannya, yang diikuti dengan mendaki Bromo. Whoaaa, padahal Bromo itu sudah jadi impianku sejak aku duduk di bangku SMA. Bayangkan!

Terus ingin ke Makasar karena akan ada Festival MIWF tengah sampai akhir Mei ini. Sudah beberapa tahun ingin ikut datang ke festival itu, tapi belum kesampaian juga. Semoga tahun ini ya...menunggu keajaiban aja..hehehe



Bismillah, semoga tahun ini beneran bisa diraih semuanya ya. Mohon doanyaaaa
Aamiin aamiin aamiin ya robbal alamiin.

Kamis, 12 Januari 2017

Writravellicious Goes To Paragon Mall Spore

Writravellicious Goes To Paragon Mall Spore






Sangat menyenangkan jika kita bisa jalan-jalan keluar negeri lalu jumpa dengan teman yang tinggal di sana. Demikianlah pagi itu jadi seru dan berkesan sebab kami akhirnya bertemu, kopdaran dan ngobrol panjaaaaang banget sambil ngopi di salah satu kafe yang terletak di salah satu sudut Paragon Mall Singapura.


Nama kafenya The Coffee Bean. Beberapa pasang meja kursi style modern minimalis ditata manis di terasnya yang merupakan bagian dari koridor samping Paragon Mall ini. Sembari menunggu si cantik temanku yang sudah tinggal puluhan tahun di Singapura ini, aku duduk di kursi outdoor ini sembari menikmati suasana pagi Orchard Road.



Kopi dan kue-kuenya The Coffee Bean ini enak bangeeeet. Dan karena dalam porsi lumayan besar, jadi bisa ngobrol panjang berjam-jam sampai siang. Hehehe.  


Jendela kafe The Coffee Bean ini full kaca, sehingga kita bisa menikmati view pemandangan luar dari dalam kafe. Dan dari luar kita juga bisa memeriksa apakah teman yang janjian dengan kita sudah berada dalam kafe atau belum.
 


Selain  paginya ngopi, malam sebelumnya juga aku sempat jalan-jalan ke bagian lain Paragon Mall ini. Yang konon merupakan surga bagi fashionista. Ada banyak  label  di sini, termasuk merek-merek pakaian olahraga seperti Nike, Adidas, Asics, dan Pan West, sementara untuk anak-anak ada pilihan mainan dan pakaian di Paragon Junior dan Toys ‘R’ Us .
Ada juga gudang makanan di ruang bawah tanah, dan pilihan makanan di cafe kasual yang tersedia di setiap lantai.
Di salah satu bagiannya terdapat Paragon Medical. Merupakan menara medis yang terdapat host klinik spesialis yang melayani berbagai spesialisasi medis seperti spesialis estetika atau bedah kosmetik, kedokteran gigi, radiologi, kebidanan dan kandungan, pusat kesuburan dan pusat pengobatan tradisional Cina.
Pusat perbelanjaan ini mempunyai 200 toko kelas atas. Terdiri atas  enam tingkat bangunan. Terletak di Orchard Road yang sibuk, Paragon memiliki barang-barang mewah eceran seperti produk Miu Miu, Gucci, Alfred Dunhill dan Salvatore Ferragamo, dan label fashion seperti Armani Exchange, Diesel, Escada, G-Star, dan Miss Sixty.


Suasana Paragon Mall di waktu malam juga tambah semakin cantik dengan lampu-lampunya. Dia menjadi salah satu icon Singapura,  menghiasi kawasan Orchard Road yang selalu sibuk dan selalu berdenyut. 




Minggu, 01 Januari 2017

Writravellicious Goes To Lucky Plaza Spore

Writravellicious Goes To Lucky Plaza Spore




Yang nggak bisa lepas dari rangkaian perjalanan adalah wisata kuliner alias jajan alias mengisi perut. Karena kalau senang jalan aja, tapi kelaparan bisa-bisa malah sakit dan jadi nggak senang lagi.
 Ya kan?:D



Malam itu selepas pulang dari Sentosa Island dan sempat bebersih di hotel, kaki melangkah ke area Lucky Plaza Singapura untuk makan malam. Lokasinya di pinggir jalan Orchard Road.  Lantai bawahnya terdiri dari tenant-tenant perbelanjaan alias toko-toko dan juga tempat makan. Sedangkan lantai-lantai atasnya konon penginapan yang menjadi salah satu favorit para wisatawan Indonesia karena terkenal terjangkau harganya.

Ada banyak sekali wajah asia di tempat makan Lucky Plaza Spore ini. Mungkin karena menu yang ditawarkan di sana ada banyak sekali masakan-masakan Asia. Termasuk masakan Indonesia.

So selain ada banyak pilihan makanan halal, juga harga makanan minumannya cenderung terjangkau dibandingkan dengan tempat makan lainnya.



Tempatnya bersih, rapi dan juga luas serta terang dengan tatanan lampu yang apik. Beberapa petugas kebersihan yang sebagian orang-orang tua alias manula, banyak terlihat bersliweran. Bekerja dengan cepat, cekatan dan rapi. Pemandangan akan begitu kerennya etos kerja orang-orang Singapura.



Meja-meja kursi berlapis melamit sehingga mudah dibersihkan didesain sangat simpel, warna terangnya menjadikan ruangan lebih berkesan luas, dan struktur besinya membuat kesan modern. Penataan furniture dan juga lampu-lampu di langit-langit  yang selaras menjadikan ruang tampil kompak dan rapi.



Kopi menjadi menu pilihan yang tak bisa ditinggalkan. Meski rasanya masih kalah dengan kopi O yang ada di kafe outdoor Orchard Road malam sebelumnya. Tapi lumayan juga kok rasanya.




Supaya nggak kelaparan ntar malamnya, of course nasi harus masuk menu juga. Iya kan? hehe.
Dan masakan ala-ala jepang menjadi temannya nasi kali ini. Hmmmm... yammmy...