Selasa, 01 November 2016

Writravellicious Goes To Masjid AlFalah Singapore

Writravellicious Goes To Masjid AlFalah Singapore




Usai makan malam di food court-nya  Lucky Plaza, badan berasa lelah sangat. Kayaknya masih ingin jalan-jalan lagi menyusuri sudut-sudut kota tapi kaki rasanya pegal semua. Dan sepatu yang dibuat jalan terus ini mulai protes. Kulit kakiku dibikinnya agak lecet. Duh. 
Dus, dengan berat hati langkah kaki mengayun pulang ke arah Chancellor Orchard. Lewat sepanjang trotoar pedestrian Orchard Road yang lebar, menikmati malam Singapura yang bersih udaranya dengan dedaunan yang berjatuhan terkena angin malam. 



Sempat masuk ke  Paragon Mall sebab iseng saja mau lihat-lihat kayak apa mall di Singapura. Keluar dari pintu samping Paragon Mall, ketemu  perempatan  Bideford Rd dan Orchard Link. Di Bideford Rd depan The Paragon itu ternyata ada sebuah masjid. Taraaaa..ada masjid di tengah pusat kota bok. Duh senangnyaaaa. 
Masjid  Al-Falah ini rupanya merupakan masjid satu-satunya di area Orchard.






 Cantik lho masjidnya. Meskipun style-nya modern minimalis,  namun berasa suasana religiusnya. Mungkin lorong panjang yang terbentuk oleh beberapa kolom putih besar dengan fasade dinding masjid berhiaskan kaligrafi asmaul husna itu penyebabnya ya.

Atau mungkin juga ditambah pilihan warna coklat yang adem, serta bahan dan tekstur lantai, dinding maupun plafonnya yang berkesan teduh.

 Masjid Al-Falah menempati gedung Chairnhill Place lantai 1 No 1 ini dengan membayar $1.7 juta untuk 99 tahun sewa. Masjid ini secara resmi dibuka 25 Januari 1987 oleh Dr Ahmad Mattar yang saat itu menjabat sebagai menteri lingkungan hidup dan menteri urusan muslim Singapura. Logo Al-Falah yang dirancang oleh Tuan H Sanwan Rais dibuka dari tutup kain saat itu. Al-Falah sendiri diambil dari kata bahasa Arab yang berarti sukses.


Al-Falah Mosque, as are the other 60-odd mosques in Singapore, is under the administration of the Islamic Religious Council of Singapore (MUIS). It is the only house of worship in Orchard Road, Singapore’s main city shopping belt.
Built in 1987 on the ground floor of Cairnhill Place, a mixed-development, it traces its roots back to the former Angullia Mosque at Angullia Park. The former site now houses Wheelock Place.
The property itself costed S$1.7 million, and the interior another S$0.3 million approximately, making the total cost of the Muslim communal centre near S$2 million.
After twenty years in existence, the mosque now stands proud in the midst of vibrant city activity, contributing to the spiritual and social well-being of its community.
The mosque’s niche is Islamic Learning in the English language. It aims to serve the needs of its congregation which hails from a colourful background of various ethnicities and the English-educated Singapore Muslims.Begitu kata website resminya  Al Falah Mosque.

 Masjid ini sangat berbeda dengan masjid yang biasa kita kenal di Indonesia yang memiliki halaman luas dan terdapat kubah pada bagian atas, karena menempati lantai 1 No 1 Cairnhill Place, sebuah gedung komersial di Bideford Road No 15. Menjadikannya ikon penting keagamaan di tengah kesibukan kota dengan dapat menampung 1500 orang memenuhi kebutuhan para pekerja di kantor dan department store sekitarnya

 Sayangnya sudah malam sekali ketika aku sampai ke masjid AlFalah ini. Sehingga sudah tutup masjidnya dan tidak bisa ikut merasakan sholat di dalamnya. Semoga suatu saat bisa ke masjid AlFalah ini lagi dan ikut berjamaah sholat di sana. Aamiin


0 komentar:

Posting Komentar