Senin, 28 November 2016

CERDAS, CANGGIH DAN SANGAT PENGERTIAN


CERDAS, CANGGIH DAN SANGAT PENGERTIAN





Senja itu dalam perjalananku menuju Banyuwangi untuk keperluan riset demi penulisan novelbaruku sekaligus menghabiskan liburan semesteran bareng anak-anak musti sedikit diganggu dengan kejaran seorang klien desain. Seorang ekspatriat asal Perancis yang selama beberapa bulan ini bekerja sama denganku dalam perancangan dan perencanaan kawasan hunian yang dia buat dekat pantai Jepara, memintaku untuk merevisi  desain sesuai catatan feedback-nya pada waktu itu. Dan musti segera diemail kembali kepadanya dalam waktu cepat. Apa-apaan nih, gerutuku dalam hati. Ih, bukannya kemarin sudah clear ya. Karena memang dalam setiap kali tugas desain arsitektur, aku membatasi hanya ada tiga kali revisi. Dan ada charge tambahan kalau semisal melebihi ketentuan yang disepakati bersama ini. Jadi kupikir karena tugas darinya sudah beres, aku bisa beranjak mengerjakan pekerjaan lain sambil refreshing. Tapi dia memohon-mohon, please please please.
Oke deh, karena aku baik hati dan berusaha membuat klien happy, akhirnya kuterima permintaan revisi desain lanjutan. Meski aku harus mengerjakannya di sela-sela pekerjaanku riset kepenulisan novel dan juga tentu saja ngiras-ngirus membuat catatan serta rekaman perjalanan yang akan menyokong elektabilitas dalam perbloggingan sebagai writravellicious aka writraveller.
Seru banget saat tahu kalau ACER ternyata meluncurkan produk baru Switch Alpha 12. Karena jika perangkat ini kupangku sepanjang perjalananku dalam bus, notebook hybrid tanpa ventilasi udara ini jadi tidak mengganggu kenyamanan. Demikian juga saat  diletakkan di atas kasur dalam hotel Ketapang Indah yang menjadi base-campku dan anak-anak selama di Banyuwangi. Sistem fanless ini sangat membantu menghemat daya baterai sehingga Switch Alpha 12 bisa digunakan dalam waktu lama tanpa khawatir tak ada colokan di sekitaran. Yach, meskipun ada colokan dalam bus patas, tapi kan tidak bisa dengan nyaman disambi buat kerja. Karena kabel akan bergelantungan dekat penumpang lainnya. 



Untuk menggantikan peran kipas sebagai pengusir panas ini ternyata Acer mengusung teknologi Acer LiquidLoop™ yang mengandalkan pipa berisikan cairan  pendingin untuk menstabilkan suhu prosesor Intel Core i Series di dalamnya secara optimal. Karena biasanya, sistem pendingin tanpa kipas hanya digunakan untuk perangkat dengan prosesor Intel Core M.
Dengan tanpa kipas ini, juga membuat Switch Alpha 12 dapat beroperasi senyap dan tidak mengganggu konsentrasi kerja kita  maupun orang-orang di sekitar. Apalagi anak-anak kadang butuh istirahat dalam perjalanan mereka dalam bus, ataupun dalam mobil yang kami sewa dalam perjalanan menjelajah sudut-sudut kota Banyuwangi beberapa hari itu. Pun di dalam hotel, anak-anak takkan terganggu sehingga bisa tidur dengan nyaman.
Sistem pendingin tanpa kipas atau fanless ini ternyata juga membuat perangkat bebas debu. Debu yang menempel pada kipas sangat berpotensi membuat suhu overheat yang merusak motherboard. Sehingga  notebook  lebih panjang umur dengan adanya sistem ini.


Berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain selagi mengerjakan sekaligus tiga fungsi sebagai arsitek, author yang sedang riset dan sekaligus blogger yang bikin jurnal, akan kepayahan jika perangkatnya berat. Switch Alpha 12 dengan bodi tipis dan bobot yang ringan ini cocok sekali digunakan.  Karena kita jadi bisa  bekerja di mana saja secara efisien. Bahkan Switch Alpha 12 didesain sangat fleksibel mengikuti kebutuhan penggunanya.
Saat bertemu dengan relasi dan berkesempatan untuk pitching singkat, Switch Alpha 12 bisa diubah  dari mode tablet menjadi notebook . Demikian pula  sebaliknya. Kita hanya perlu melepas dan memasang kembali keyboard docking yang telah dilengkapi engsel magnet. Dengan engsel magnet ini, melepas keyboard Switch Alpha 12 dapat dilakukan dengan cepat dan aman.
Kegunaan keyboard docking ini juga bukan sekadar aksesoris semata, melainkan berfungsi sebagai screen protection. Acer mendesainnya super tipis dan membekalinya lampu backlit agar kita  bisa tetap mengetik meski sedang berada di ruangan dengan pencahayaan redup. Seperti pas malam itu mengantar anak-anak menikmati festival di alun-alun Banyuwangi dengan penerangan yang tidak cukup terang, perangkat tetap bisa dipakai kerja.
Perangkat ini juga dilengkapi kickstand yang bisa diatur sudutnya hingga 165 derajat untuk memberikan sudut pandang yang kita inginkan. Dengan begini, kita bisa mengetik, mencatat hingga menggambar lebih nyaman.


Serunya lagi, Acer melengkapi Switch Alpha 12 dengan pena digital Active Pen. Ini bukan sekedar stylus biasa untuk mencoret-coret layar, tetapi membantu kreativitas  pada layar semakin tidak terbatas. Stylus dengan sensitivitas hingga 256 tingkat tekanan. Wow, jadi teringat jaman kuliah dulu menggunakan berbagai jenis pensil dan juga drawing pen dengan tingkat ketajaman yang berbeda-beda untuk menghasilkan kontour dan detail yang diperlukan. Pena ini juga sangat membantu saat menggunakan fitur Windows Inks, seperti mengatur ketipisan dan ketebalan garis atau membuat sketsa digital lebih presisi saat layar menjadi kanvasnya. Keren banget kan.


Mengerjakan desain arsitektur dan revisinya menggunakan sketch-up, autoCAD serta 3DMax dengan  file yang sangat besar membutuhkan perangkat yang powerful. Nah, notebook 2-in-1 Switch Alpha 12 ini punya performa bertenaga yang tak perlu diragukan. Pasalnya, Acer telah menanamkan prosesor Intel Core i Series generasi ke-6 yang memiliki kinerja kencang dan hemat energi. Ini yang membuat Acer Switch Alpha 12 berada di level lebih tinggi dibanding produk sejenis yang biasanya masih mengandalkan prosesor Intel Core M.
 









Layar 12 inci yang memiliki resolusi QHD (2160 x 1440 pixel) perangkat ini telah dilengkapi teknologi IPS. Sehingga layarnya mampu menghadirkan gambar tajam dan warna yang baik dari berbagai sudut. Walhasil tampilan desain arsitektur kawasan hunian itu yang  sebagian presentasinya tersimpan dalam file jpeg, akan tampil sebagaimana yang tampak di layar. Seringkali jika perangkat tidak memadai, tampilan di layar bisa jadi akan berbeda dengan yang ada di file jpeg, dan beda lagi dengan yang tercetak di lembaran kertas. Untuk keperluan desain arsitektur, tentu akan mengganggu.
Bekerja lama dan intens dengan notebook karena memang dikejar-kejar begini, tentu akan membuat mata cepat lelah. Tapi Acer telah membenamkan teknologi BlueLight Shield yang membantu mengurangi emisi cahaya biru pada layar. So, tidak akan jadi masalah. 

Nah, selepas revisi desain berhasil diselesaikan, PR berikutnya adalah bagaimana supaya file revisi ini bisa sampai dengan cepat ke email klien. Perangkat yang powerful sangat berguna dan mendukung sekali.
PR lain yang juga kuhadapi saat itu adalah bagaimana memindahkan ratusan bahkan ribuan foto dari kamera DLSR  ke perangkat. Karena kamera masih harus digunakan lagi untuk bisa memotret banyak spot lain di Banyuwangi. Selain juga demi mengamankan foto-foto dan video yang sudah terekam. Acer  menyediakan fitur teknologi terdepan seperti port USB Type-C dengan USB 3.1 gen 1. Melalui port tersebut, kita bisa mendapatkan transfer data berkecepatan hingga 5 Gbps, alias 10 kali lipat lebih kencang dibanding USB 2.0. Menariknya, port USB Type-C juga bisa difungsikan sebagai output video dan sumber daya yang dapat mengalirkan hingga 4.5W untuk gadget kita.


It’s so great. Tiga tugas sekaligus yang sama pentingnya jadi mudah dikerjakan dengan bantuan perangkat yang cerdas, canggih dan sangat pengertian ini. Aku dan anak-anak pergi meninggalkan Banyuwangi dengan naik kereta di stasiun Klungkung dengan suasana lapang dan gembira karena puas banyak tugas terselesaikan dengan baik.


0 komentar:

Posting Komentar