Minggu, 22 Juli 2018

Novel BANU Pewaris Trah Pesantren

Novel BANU Pewaris Trah Pesantren

Selamat Hari Anak Nasional Di ini aku cerita sedikit tentang seorang anak pewaris trah pesantren bernama Banu yg ada di novel terbaruku ya. *available at bookstores juga bisa dibeli di toko2 buku online. termasuk

Sebagai sulung, sangat diharapkan dapat meneruskan tongkat estafet pimpinan pesantren yg diasuh orang tuanya. Pesantren itu memang belum begitu besar karena baru dirintis. Apalagi sepeninggal ayahnya, hanya Iqom, sang ibu yang berjuang sendirian mengembangkan pesantren.

Kenyataan bahwa berasal dari keluarga trah pesantren, mau tidak mau dia harus siap mengemban tanggung jawab itu. Sesuatu yang dipersiapkan dengan matang oleh Iqom.

Untuk menyukseskan misinya, Iqom menjodohkan dengan Ruania, gadis hafizhah yang masih trah pesantren juga. Tetapi, niatan suci itu ternyata mendapat penolakan keras dari Banu. Dengan berbagai dalih anak zaman now, dia menentang perjodohan itu.

Bahkan, tidak mau pulang ke rumah pada saat acara pertunangannya dengan si gadis. Lebih-lebih, kini ada Nadia yang selalu mengisi hari-harinya selama kuliah di Jogja.

Bagaimana kelanjutan pesantren yang dikelola sang ibu? Akankah hati melunak untuk menerima pertunangannya dengan Ruania? Bagaimana pula hari-hari Banu setelah terusir dari pesantren? Bahasa hati, hanya bisa dimengerti oleh hati. Temukan jawabannya dalam novel ini.

Segera dapatkan novel Pewaris Trah Pesantren di Gramedia, dan toko-toko buku lainnya. Bisa pula dibeli via toko-toko buku online. Hatur nuhun 🙏




2 komentar:

  1. Sekilas ada kecocokan dengan novel api tauhid karangan kang Abik tentang Kyai Arselan . diimana Fahmi tokoh utama menikah dengan anak kyai Arselan.

    Tapi saya penasaran dengan novel yang ini pengen baca juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyiik...alhamdulillah.

      Ayo beli dan baca novel Banu ya :))

      Hapus