Rabu, 23 Mei 2018

Belajar Membuat Film Bersama Nurman Hakim


Belajar Membuat Film Bersama Nurman Hakim


Senin lalu kami berkesempatan belajar membuat film bersama Nurman Hakim. Sineas yang sudah mendapatkan banyak penghargaan dalam dan luar negeri.

FILM SEBAGAI MEDIA DAKWAH DAN PESAN MORAL


Melalui film, kita bisa membaca kondisi social budaya saat film itu dibuat.

Film-film reliji mayoritas mempresentasikan islam kanan. Karena kondisi berislam dan wacana islam 80-an dulu dikuasai islam toleran, inklusif dan damai. Tapi belakangan wacana itu berpindah tangan. Kelompok islam kanan menguasai medsos, bahkan film.
Jumlahnya tidak banyak, tapi seolah-olah mereka dominan dan memegang arus utama. Karena seperti kata Imam Ali: mereka yang solid, dan tertata dengan baiklah yang akan unggul.
Film-film yang diterima dan disukai masyarakat adalah Islam hitam putih. Tokohnya suci, meski bicara toleransi tapi hanya permukaan.
Malah ketika ada yang membuat film toleransi, Bid’ah Cinta, diserang. Setelah ada vview 1 juta di youtube, lalu ribuan orang menyerang di youtube, menuduhnya mensponsori bid’ah.
Kalau sayyid Quthb bilang, inilah pertarungan ide.
Film memberi sumbangsih, contoh dengan action, non verbal, sikap, peristiwa, cerita yang patut diteladani. Penonton mudah mengingat peristiwa visual daripada omongan.

Film bagus menyajikan adegan yang menyentuh sisi kemanusiaan. Jadi bagaimana mevisualisasikan, mencari adegan yang memberi pelajaran baik untuk diingat.

Kuncinya film adalah visual, tidak banyak omong. Seperti

Film Iran mengandung nilai sufisme, dialognya sedikit, adegan-adegannya banyak memberikan pengaruh.

Film saja tidak cukup untuk memperbaiki ataupun merusak moral. Ada banyak factor lainnya.

Film adalah cara mencatat selain buku. Kenapa  ulama terkenal, karena mencatat peradaban.
Meski kelihatannya sederhana seperti film penemuan korek api, namun penting karena menceritakan manusia-manusia yang gigih dalam menemukannya.

Mengapa kita tidak menghargai catatan-catatan leluhur? Mungkin karena tidak adanya KESADARAN BERBUDAYA, dan menganggap budaya bukan sesuatu yang bisa di-monetize/diuangkan dengan cepat.
Mungkin juga karena Iklim DEmak yang asyik di wilayah keagamaan an sich, sehingga ketika ditarik ke wilayah lain (budaya) seolah-olah barang yang hina.
Perlu proses dari generasi ke generasi. Karena sebenarnya budaya dan agama berkorelasi.



 Ada seorang penanya, laki-laki paruh baya,  yang menyatakan tidak suka menonton film karena banyak film yang menampilkan adegan pacaran dan tidak patut  ditonton anak-anaknya. Menurutnya, itulah dosa yang tidak disengaja sutradara.

Menurut Kang Numan Hakim, tidak seharusnya kita menggenalisir lalu tidak mau menonton film, karena akan membuat kita makin tertinggal dengan yang lain. Gus Dur sendiri suka sekali menonton film dan bahkan menulis review-nya. Beliau juga menjadi ketua DKJ. Lalu mundur ketika jadi ketua PBNU di tahun 1984.
Dari film, kita belajar tentang kehidupan, karena film mempresentasikan kehidupan. Agar kita bisa memilah mana yang baik, dan mana yang buruk.
Children of Heaven, film Iran, menceritakan tentang dua anak SD, kakak beradik. Sang adik kehilangan sepatu, dan kakaknya berjuang mencari sepatu itu. Ada nilai kesetiaan, pengorbanan, humanisme. Kehidupan berkeluarga di Iran diangkat menjadi film humanis.

Film Iran lainnya bercerita tentang anak yang ayahnya seorang marbot masjid. Ketika sang anak hendak mencuil gula-gula yang akan dihidangkan, sang ayah berkata, “jangan ambil yang bukan hakmu.” Satu kalimat yang sungguh memberi pelajaran.

Jangan memboikot film. Bahkan kalau bisa, jadilah film maker, pembuat film.
FILM ADALAH SENJATA DAN CARA AMPUH DALAM MEMPENGARUHI MASYARAKAT. Karena dikemas dengan menghibur, tapi menyampaikan nilai-nilai dan pesan-pesan.
Apalagi  jika cuplikan 1-2 menitnya viral dibagikan via banyak grup whatsapp.

3 Doa 3 Cinta saat premier di Korea (2008) membuka mata orang-orang sana bahwa ternyata pesantren tidak seperti yang mereka bayangkan selama ini sebagai sarang terorisme. Ternyata pesantren itu mirip dormitory, yang berisi anak-anak ceria juga, manusiawi.

dian nafi dan nurman hakim
 Apa yang perlu dipersiapkan untuk membuat film pendek yang baik dengan menggunakan handphone? Apa trik-nya?

Berangkat dari ide diri, lingkungan. PEKA.
Paparkan dalam cerita, synopsis.
Paparkan sebab akibat. Opening, Middle, Ending.
Semua ide itu bagus, tinggal bagaimana memindahkannya ke dalam VISUAL.
Pelajari bahasanya. VISUAL LANGUAGE.
(intershot, close up, multi shot, wide shot, angle kamera, komposisi dll, hal-hal TEKNIS)
Pindahkan Bahasa tulisan ke visual.
Contoh kalimat: di sebuah kaki bukit hidup seorang veteran berkaki pincang
Shot ke-1: kamera on off tidak bergerak, kaki bukit
Shot ke-2: gubug
Shot ke-3: laki-laki memakai kostum veteran
Shot ke-4:
Untuk bisa mem-Break down shot, harus tahu alphabet-nya.
Komposisi harus menarik, mengatur elemen-elemen dalam frame untuk menyampaikan pengetahuan tertentu. Deliver the message.
PROBLEM bagaimana memindahkan. HOW TO DELIVER.
TRIK membuat film dengan HP:
-          Lighting jangan terlalu gelap
-          Gambar jangan goyang. Tergantung konsepnya juga.
-          Pakai lampu LED dengan karton.
TEKNIK lebih mudah dipelajari daripada KONSEPTUAL.
Ikut proses produksi 1-2 x saja, biasanya bisa menguasai Teknik. Learning by Doing.

Saat ada audience minta dibuatkan film tentang Banser, NH menjawab menunggu instruksi Gus Yaqut saja. Karena film butuh BIAYA BESAR.
Untuk sementara ini teman-teman bisa menyaksikan film NU dan Sejarah Kebangsaan di Youtube.

dian nafi dan nurman hakim



SEPAK TERJANG NURMAN HAKIM, PECAH NDOG
Setelah menulis script 3 Cinta 3 Doa selama 4tahun, NH mengajukan proposal ke berbagai negara. Dan ada 4 negara yang mau memberi funding. Prancis, Swedia, Amerika dan Korea. Karena 3C3D yang judul aslinya adalah pesantren, bertema Islam Toleran. Funding dari 4 negara ini hanya 60% dari total biaya 3 M.
Dian Sastro dan Nicholas Saputra, teman NH, bersedia menjadi aktornya, karena melihat film-nya mendapat funding dari 4 negara pastilah bagus.
Selanjutnya para produser berlomba-lomba untuk ikut investasi. Ada setengah juta penonton dalam negeri. Dan 3C3D diputar di 19 negara.
Di Australia bahkan diputar 2tahun sekali. Di setiap perpustakaannya juga ada film 3C3D di ruang documenter.
Sebabnya tahun 2002 ada Bom Bali yang pelakunya dari pesantren Ngruki, sehingga pesantren tadinya dianggap sebagai sarang teroris.
(Kalau googling cari film 3 Doa 3 Cinta, akan beda hasilnya  kalau cari dengan kata kunci  Pesantren movie by Nurman Hakim)

TRIK MENGGAET INVESTOR
Setelah kesuksesan 3D3C, alias pecah ndog, karena funding by festival, didukung pemain top dan media mem-blow up, maka makin banyak investor tertarik. Setiap bulan, ada yang menawari. Tapi NH selektif sekali, kalau ada script jelek yang tidak boleh direvisi, NH menolak. Sampai akhirnya para investor itu lama-lama tidak menawarinya lagi, karena pasti tidak mau.

Menjadi produser harus ada IDEALISME dan ingin BERSUARA.
Yang penting adalah KONSEP, IDE. Man Behind The Gun.
Ex: film Paranormal Activity.

Yai Najib alumni Lirboyo sharing kesukaannya nonton film. China, India, Iran.
Ada Film Iran, Mochtar Atstsagory, series yang menceritakan kehidupan, pengkhianatan, tipu-tipu. Terdiri 41 episode. Juga film Offside.

Kekuatan Film Iran adalah LOGIKA DIALOG, mengangkat hal-hal SEDERHANA. Kehidupan bertetangga.
Sesuai dengan visi misi dan kekuatan NU, baik dalam kehidupan bertetangga.

Yang juga penting menurut Yi Najib adalah MEMPERSIAPKAN PEMBELI. Membentuk citra rasanya sejak dari SD, SMP, SMA.

Film tidak bisa diabaikan karena merupakan bagian dari kehidupan. Peradaban using akan susah diterapkan. Karena segala sesuatu ada MASAnya. Dulu di Jawa, kitab majmu’ nya kyai sholeh darat dipakai. Sekarang sudah tidak cocok lagi, tidak digemari. Dulu mengajar mengaji pakai a ba ta, sekarang pakai qiroati. Dulu lir ilir, sekarang selera sudah berubah.

Film menjadi terdepan adalah film yang  FILOSOFIS, RELIGIOUS, INTELEKTUAL dan LOGIS.
Yi Najib tidak setuju ada film tentang Banser karena rawan dipelajari musuh. Biarkan tetap misterius agar tetap digdaya.
Hizbullah di Libanon tidak pernah ada filmnya, keuangannya dll juga misterius. Jadi tahu-tahu bisa mengalahkan ISIS di Israil.

Ada Al Ain Haq. Penyakit yang suka menimpa orang yang suka pencitraan. Rawan kena fitnah, kecuali bagi mereka yang tirakatnya kuat.
Sehingga tidak terkenal sebenarnya tidak apa-apa.

Film Maker harus punya SENSITIVITY untuk mengangkat yang sepele menjadi yang BERMAKNA.
Tentang menciptakan pasar, asalkan membuat film SARAT MAKNA, terus menerus maka pasar akan menangkap juga.
Mulai dari sedikit, keseharian.

Saat ditanya kenapa tidak membuat sinetron yang pasti lebih sering ditonton nahdliyin, NH menjawab tidak tertarik membuat sinetron. Karena SENI dan BENTUK nya berbeda dengan film.

APAKAH FILM PENDEK BISA DIKOMERSILKAN?
Bisa. Upload saja di youtube. Dapatkan uang dari Youtube.
Pembuatannya bisa disponsori produk.
Cari tema yang menarik.

Biasanya film pendek dikirim untuk festival. Modal 5 juta, dapat hadiah PP Perancis 15 juta kan lumayan.
Dulu waktu masih kuliah di IKJ, NH pernah membuat film pendek dengan modal 200 ribu, dapat hadiahnya 10 juta. Lumayan banget.


Seorang audience sharing tentang cara mandirinya belajar VLOG (bentuk lain dari film pendek) dengan mengikuti sharing Alit Susanto dan GoenRock di youtube. Dia bertanya bagaimana agar SCRIPT bisa HIDUP?
Agar SCRIPT HIDUP, harus ada sesuatu yang ingin disampaikan, TAJAM, menyentuh KEMANUSIAAN.
Kalau di-elaborasi bisa lebih Panjang lagi. Misalnya dialog harus efisien sesuai karakter, tidak verbal, tapi visual lebih berbicara. Dan lain sebagainya.
Lalu cek script tersebut dengan cara share ke tim development. Uji sebab akibat, alternative naratif dst. Sebab akibat harus konsisten. Inevitable.
Script bagus juga belum tentu jadi film yang bagus. Karena harus ada TRANSFER MEDIUM.

Sebagai penutup, NH berpesan agar kami mencatat segala ide yang terlintas. Lalu mencoba membreak down-nya dengan bagus. Sebagai bahan diskusi yang nantinya bisa kami bawa ketika workshop 3 hari bersamanya di agenda berikutnya.










Rabu, 02 Mei 2018

Proses Kreatif Penulisan Buku Getarkan Frekuensimu Raih Mimpimu


Proses Kreatif Penulisan Buku Getarkan Frekuensimu Raih Mimpimu


mau cerita sedikit ya ttg proses kreatif penulisan buku baruku yg berjudul Getarkan Frekuensimu Raih Mimpimu
ndilalah setelah aku mengalami bbrp keajaiban dalam hidupku, aku jadi dibawa oleh semesta untuk membaca sebuah buku tentang frekuensi, getaran, vibrasi dan hal-hal berkaitan yang bisa mengantar kita meraih mimpi dan keinginan.

barulah aku paham dan makin mengerti. Begitu rupanya mungkin cara Tuhan bekerja. Tapi kemudian juga sadar walah ini kan sebenarnya konsep-konsep di Islam sudah ada, malah lebih canggih dan jelas. Wallahu a'lam bishshowab.

aku pun menggabungkan antara konsep frekuensi & impian menurut agama/quran/islam dengan konsep2 para inventor di bidang psikologi, fisika maupun metafisika, dan dengan pengalaman2ku atau pengalaman lainnya yang berkaitan dengan hal ini.

**

ini dia tulisan di back cover buku Getarkan Frekuensimu Raih Mimpimu terbitan Penerbit Genesis

Mengapa kita dilarang memiliki prasangka negatif? Mengapa agama tidak menganjurkan umatnya mempunyai sikap putus asa? Mengapa para orang tua dahulu sering menyuruh anak-anaknya jika ngomong harus yang baik-baik dengan alasan kalau ada "wal" lewat? Kenapa para motivator sering menyuruh kita mempunyai sifat optimis? Mengapa pula kita harus berdoa setiap hari meski tak tahu kapan waktu terkabulnya?

Buku ini menjawab atas semua pertanyaan itu. Hematnya, doa maupun prasangka merupakan getaran energi pada tingkat tertentu. Sementara itu, alam semesta ini juga merupakan wujud dari getaran-getaran energi pada tingkat tertentu pula. Energi yang sama akan bersatu : energi baik akan bersatu dengan yang baik, begitu pula sebaliknya.

Membaca buku ini, kita akan menemukan jawaban atas ungkapan "semoga semesta turut mengijabahi", serta alasan betapa pentingnya kita perlu berkawan dengan orang-orang saleh.

Selamat Membaca


**



Segera hadir memenuhi rak toko buku berjejaring seluruh Indonesia. "Getarkan Frekuensimu Raih Mimpimu" sebuah buku motivasi karya Dian Nafi.

Buku ini mengulas bagaimana hubungan antara frekuensi dan impian. Bagaimana cara kerja doa-doa dan segala pengharapan. Menariknya, buku ini tidak hanya mengambil sudut pandang agama saja, namun juga sudut pandang psikologi, fisika/metafisika bahkan pengalaman penulis sendiri.

Penasaran? Nantikan kehadirannya