Jumat, 20 Oktober 2017

Jika Kita Hanya Mengijinkan Yang Baik Yang Masuk Dalam Kehidupan Kita #TodayLesson

Jika Kita Hanya Mengijinkan Yang Baik Yang Masuk Dalam Kehidupan Kita #TodayLesson








Usai ngisi sharing session kepenulisan, aku sempat ngobrol-ngobrol  ama salah satu pengelola camp-nya. Mungkin karena sudah lama ngendon di kepala, jadi ide tentang..keinginan bikin semacam mata kuliah/pelajaran khusus untuk perempuan agar mereka waspada terhadap tipu daya laki-laki menjadid mengemuka kembali.

Di tengah obrolan kami itu.....sayup-sayup suara-suara wirid bakda sholat terdengar daei para santri. Seketika aku tersadar bahwa ini  mungkin bukan tempat yang tepat untuk panduan semacam itu karena yang mereka kenal adalah getaran dan vibe yang positif, mindset dan habit yang rububullah alias dalam pendidikan, pengawasan dan spirit selalu bersama Allah.


Lalu di tengah perjalanan pulang, tiba-tiba ephipany muncul di kepala, hei ngapain juga bikin semacam....panduan panjang, sementara Allah sebenarnya sudah jelas kasih panduan via quran. Jelas dan terang.

So clear. Jangan berduaan dengan non muhrim. That's it. That's all.

Sesederhana, semudah dan sejelas itu. Singkat, padat. Tapi itu sudah termaktub semua di sana.


Ketika panduannya jelas, and we're on track, pasti....insya Allah selamat.


Terus pas tadi malam  di grup wa 138 poligamers aku coba angkat berita terbunuhnya ketua dprd kolaka karena istrinya......tidak  mau dipoligami.
Komennya: hii ngeri ngomong pembunuhan, kita di sini semua muslimah2 sholihah kan ya. That's it. That's all. Begitu saja...Dan tidak ada pembahasan lagi tentang hal itu sesudahnya.


Yang juga menjadi semacam underline and bold message untuk  adalah ketika aku sadar kostum yang kupakai itu mungkin takkan kupakai ..kalau aku tidak membelinya. Kita gak akan mungkin pakai baju kurang bagus kalau kita hanya membeli baju bagus, right?


So nya kemarin adalah jika kita hanya mengijinkan yang baik dan yang  terbaik masuk ke dalam kehidupan kita, y a insya Allah bakal kehidupan yang baik dan terbaiklah yang akan kita alami. That's it.That's all.


Kalau dalam  bahasa kitab kuningnya: ojo siro nglakoni perkoro jember itu bisa dengan  cara tidak memasukkan perkara yang  jember (not good things) into our life.


Pertanyaan berikutnya adalah: tapi yang baik dan tidak baik menurutNya itu persisnya seperti apa. Karena kadang-kadang persepsi tekstual maupun kontekstual terhadap firmanNya kadang berbeda menurut para penafsir ataupun kita para pembacanya ini. 

0 komentar:

Posting Komentar